
Malam ini David merasa seperti gelandangan, tidak punya tempat tinggal dan juga tidak punya uang. Hidupnya benar-benar menyedihkan sekarang, apalagi secara mendadak ia mendapatkan seorang istri malam ini. Meskipun David belum sepenuhnya yakin tentang perasaannya kepada Danisa, tapi entah kenapa pernikahan ini malah membuatnya senang. Entahlah tapi David merasa senang saja berada di dekat gadis bermata indah dan memiliki bulu mata lentik dan terlihat seperti boneka itu . Sangat lucu dan menggemaskan.
"Suneo sebenernya kita mau kemana sihh, aku cape " keluh Danisa.
"Sudah ikut saja jangan cerewet, uangku habis di pakai mas kawin barusan, jadi kita berjalan saja "ucap David.
"Ya sudah pakai dulu saja mas kawinku untuk ongkos, karena semua uangku juga di ambil monster jahat itu "ucap Danisa sedih.
"Apa kau sangat sedih kehilangan rumahmu? "tanya David.
"Tentu saja aku sedih, aku menjadi gelandangan dalam semalam dan sekarang aku tidak punya apa-apa selain dirimu" ucapnya lemah namun masih terdengar oleh David. David jadi merasa seperti orang yang di butuhkan, dia menjadi sandaran satu-satunya gadis kecil ini. Saatnya David menjadi pahlawan untuk gadis malang ini, David merasa lebih bersemangat sekarang. Karena ada orang yang menjadi tanggung jawabnya sekarang.
"Kenapa sekarang aku menjadi seperti seorang pahlawan bertopeng " ucap David, Danisa mengeryitkan keningnya merasa heran dengan ucapan suami dadakannya itu.
"Apa kau sudah gila? " tanya Danisa
"Belum...ehh maksudku tidak "jawab David
"Oh syukurlah, aku pikir kau sudah gila. Aku takut jika aku menjadi gelandangan dan mendapat suami yang gila" ucap Danisa.
"Kenapa gadis ini selalu menyebalkan, aku jadi ingin menciumnya... Eh... "
Setelah mendapat keputusan akhirnya mereka memakai uang mas kawin Danisa sebagai ongkosnya ke sebuah tempat yang akan David tuju.
"Aku berjanji akan menggantinya dengan yang lebih besar dan layak Nobita" ucap David, Danisa hanya mengangguk saja. Untuk sekarang semuanya terserah David saja karena selain David ia tidak punya siapa-siapa lagi. Danisa mempercayakan semuanya kepada David karena dia juga tidak punya tujuan untuk di tuju.
*
*
*
Setelah melakukan perjalanan selama tiga puluh menit, akhirnya David dan Danisa tiba di sebuah rumah besar bahkan sangat besar. Danisa bahkan berdecak kagum ketika melihat rumah itu. Tapi untuk apa suaminya membawa dia ke rumah sebesar ini apa untuk jadi pelayan, pikir Danisa.
__ADS_1
Setelah mendapat ijin dari security untuk masuk ke rumah itu David dan Danisa pun melangkahkan kakinya untuk masuk kesana. Danisa merasa sungkan dan malu, sepanjang perjalanan ke rumah itu ia hanya memegang ujung jaket David. Karena takut tiba-tiba di usir maka Danisa bersembunyi di balik punggung lebar David dan membuat David menjadi tameng. Sepertinya itu ide yang bagus kan, bukankah tugas suami adalah melindungi istrinya bukan.
Adegan-adegan bak sinetron sudah berseliweran di benak Danisa. " Akan kah ia jadi pemeran utamanya saat ini, yang di usir karena memohon minta pekerjaan
" Apa sebenarnya yang aku pikirkan " gumam Danisa sambil memukul keningnya sendiri namun di hentikan oleh David.
"Kenapa kau menyakiti dirimu sendiri, bersikaplah tenang...ada aku " ucap David yang entah mengapa menghangatkan hati Danisa.
David mengajak Danisa duduk di sofa mewah di ruang tamu itu membuat Danisa semakin sungkan saja. Sebenarnya rumah siapa yang sedang ia dan David kunjungi . Tak lama setelah ia menunggu, turunlah seorang pria tampan dan gagah yang di ikuti gadis kecil yang cantik di belakangnya. Namun tangan gadis itu langsung di gandeng oleh pria tampan itu. Mereka berdua tengah menatap David dan Danisa dengan heran.
David langsung berdiri melihat sepupunya, ya David datang ke kediaman Wijaya. Karena jika pulang ke rumahnya jaraknya jauh karena ada di luar kota.
"Rama..... "panggil David
Pandangan Rama langsung mengarah kearah gadis kecil di samping David yang terus menunduk, lalu pandangan Rama mengarah ke arah David.
"Ada apa? " tanya Rama, Anggi pun merasa heran dengan kedatangan David ke rumah itu. Rama dan Anggi juga terkejut saat mendengar dari pelayan jika di bawah ada David yang menunggunya apalagi melihat David membawa seorang gadis.
"Aku ingin minta bantuanmu " ucap David
"Bolehkah aku dan istriku menginap sementara di sini, sebelum aku pulang ke rumah ku dan menghubungi orang tuaku " ucap David
"Apa....!!! " Rama dan Anggi sangat terkejut, bukan karena David meminta menginap, namun karena David mengatakan sebuah kata istri.
Sedangkan Danisa sudah mempersiapkan hatinya untuk di usir pasangan yang ada di depannya. Rama geleng-geleng kepala mendengarnya.
"Bisa kau jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi ?"tanya Rama
"Kak David kapan nikahnya? " tanya Anggi yang juga terkejut mendengar David yang tiba-tiba menikah.
David pun menceritakan apa yang terjadi padanya selama ini, begitu pun bagaimana ia bisa menikah dengan Danisa tanpa terlewatkan sedikit pun. Danisa masih belum paham, sebenarnya apa hubungannya David dengan pria bernama Rama ini.
"Baiklah tidurlah di sini, di kamarmu yang dulu. Kau ingin dua kamar atau satu kamar? " tanya Rama tersenyum meledek, sebenarnya Rama ingin menertawakan kesialan David tapi takut gadis kecil atau istrinya David akan tersinggung jadi Rama mengunci bibirnya untuk tidak bicara lebih.
__ADS_1
"Tentu saja satu kamar, kami suami istri lihat ini " David memperlihatkan sebuah kertas bukti pernikahan mereka yang di dapatnya tadi dari ketua rw di sana.
"Terserah..." jawab Rama.
"Baiklah, terima kasih. Oh ya aku pinjam uangmu juga Rama. Untuk menafkahi istriku, tenang saja aku akan menggantinya"
"Baiklah... berapa? " tanya Rama yang merasa kasihan kepada sepupunya ini.
"Sepuluh juta saja, aku akan menggantinya setelah mereka mengembalikan semua kartuku "ucap David yang di maksud mereka oleh David tentu saja orang tuanya.
"Baiklah, besok uangnya akan kau terima. Pergilah istirahat jangan sampai kalian kelelahan untuk ritual malam pertama kalian " ucao Rama tersenyum meledek.
Danisa terkejut saat David meminjam uang sepuluh juta pada Rama .Bagaimana ia akan membayarnya gajinya saja sebagai cleaning servis tidak sebanyak itu.
"Ayo Nobi kita tidur, aku sudah lelah... " ajak David sambil menggandeng tangan Danisa dan meninggalkan Rama dan Anggi di sana"
Danisa menganggukan kepalanya kepada Rama dan Anggi, sebagai ucapan terima kasih.
"Terima kasih tuan dan nona " ucap Danisa
"Sama-sama " jawab Anggi tersenyum sedangkan Rama hanya mengangguk saja . Setelah David dan Danisa pergi barulah Anggi bicara.
"Kak David kasian ya, nikah karena di grebek warga" ucap Anggi merasa simpati kepada David.
"Kenapa harus kasihan, dari yang aku dengar menurut ceritanya, David yang ingin menikah. Bukankah itu memang keinginannya" ucap Rama
"Benar juga, bisa saja kan kak David ngelak atau gimana" jawab Anggi
"Yang aku lihat David menikahi gadis itu karena ingin melindunginya" ucap Rama. Rama menyimpulkan semua itu setelah mendengar kronologi pernikahan mereka. Dan jika David tidak menginginkannya, David akan meminta dua kamar dan juga akan meminta gadis itu untuk pergi meninggalkannya dan memberinya sejumlah uang. Tapi itu semua tidak David lakukan. David malah memperkenalkan Danisa sebagai istrinya dan meminta bantuan Rama untuk memberikan tempat yang nyaman untuk Danisa sebagai salah satu tanggung jawabnya.
*
*
__ADS_1
*
like... like.. like komen dan poinnya jangan lupa ❤❤❤