
Pagi belum sepenuhnya datang, bahkan cahaya matahari belum nampak sedikit pun masih agak gelap suasana pagi itu, udara dingin terasa sangat menusuk di kulit. Membuat sebagian orang enggan beranjak dari peraduan hangatnya dan bergulung di bawah selimut tebalnya.
Berbeda dengan gadis ini yang harus melawan rasa kantuknya dan juga hawa dingin yang menusuk tulangnya. Pagi ini ia sudah keluar dari tempat tinggalnya untuk pergi bekerja karena ia bekerja shif pagi hari ini. Ya, ia adalah Sera pagi ini ia masuk pukul tujuh. Untuk itu ia berangkat jam enam pagi dari kosannya. Berharap tidak terlambat naik mobil jemputan yang di sediakan oleh perusahaannya.
Saat mobil jemputan datang ternyata sudah banyak orang yang naik mobil jemputan itu. Mereka semua adalah karyawan shift pagi perusahaan pt Gemilang Wijaya milik Rama Wijaya.
Perjalanan pagi itu berjalan dengan lancar, begitu pun saat sampai di pabrik, ia lekas sarapan agar bisa kuat menghadap kenyataan. Ya kenyataan sebagai karyawan yang di tuntut rajin bekerja dan tidak boleh lalai.
Bel masuk kerja pun sudah berbunyi, semua karyawan sudah siap bekerja masing-masing. Begitu pun dengan Sera, ia sudah siap dengan pekerjaannya. Buku catatan sudah ia pegang begitu pun dengan alat tulisnya.
*
*
Sudah dua jam dia bekerja, Sera sangat sibuk memeriksa barang yang akan dli kerjakan oleh operator. Namun dia Sera merasa bingung saat ia di panggil oleh kepala regunya untuk menemui manager HRD di sana. Pasalnya Sera merasa tidak melakukan kesalahan apa pun. Dia pun berjalan ke ruangan HRD dengan perasaan tidak menentu, banyak pertanyaan muncul di benaknya kenapa dia bisa di panggil. Semoga saja ada kabar baik untuknya, misalnya naik jabatan pikir Sera. Ya Sera harus berpikir positif, dia tidak boleh berprasangka buruk dulu.
*
*
tok
tok
tok
__ADS_1
Sera mengetuk pintu ruangan HRD dan setelah mendengar di persilakan masuk barulah Sera masuk ke ruangan itu. Kini Sera tengah berhadapan dengan manager HRD, tatapannya tengah meyelidik melihat Sera membuat Sera menjadi salah tingkah
"Kau yang bernama Sera karyawan bagian WS di bagian line E? " tanyanya dengan tatapan menyelidik
"I-iya bu, saya Sera kenapa saya di panggil kemari bu? " tanya Sera balik
"Sebenarnya aku juga merasa bingung, apa yang sudah kau lakukan kepada pak Stevan? kesalahan apa yang kau buat hingga pak Stevan memintaku untuk memecatmu " ucapan HRD itu terdengar bagaikan petir di siang bolong. Yang benar saja Sera dipecat. Pekerjaan itu adalah satu-satunya pekerjaann untuk menghidupinya, jika ia di pecat bagaimana ia akan hidup. Bahkan tabungannya saja tidak banyak, rumah juga ia tidak punya maka dari itu Sera hanya kost saja. Tak terasa cairan hangat meleleh di pipinya. Dadanya terasa sesak sekarang, atasannya pun merasa tidak tega. Dia merasa tidak profesional dalam bekerja karena sudah memecat karyawan tanpa sebab. Tapi apa boleh buat posisi ia pun sama karena ia juga hanya pekerja di perusahaan itu.
"Pak Stevan meminta mu untuk menunggu di sini sebentar karena beliau sedang dalam perjalanan menuju kemari. Sera hanya mengangguk lemah, kenapa pria itu sangat jahat dia sudah mengambil ciuman pertamanya bahkan hari kemarin saja Sera terus menerus mendapat ciuman darinya. Dasar pria jahat pikir Sera, awas saja jika nanti Stevan datang nanti Sera akan memarahinya. Bisa-bisanya pria itu bersikap kejam kepada gadis yatim piatu seperti dirinya.
*
*
Apa yang di katakan oleh HRD itu hingga Sera menangis sampai seperti itu. Namun saat ia akan bertanya, Sera terbangun dari duduknya dan mendekati Stevan.
"Kenapa kau menangis? "
"Kamu yang udah bikin aku nangis tahu....!!! kamu jahat banget sihh jadi orang ? aku pikir kamu itu pria yang tulus sayang dan cinta sama aku, tapi nyatanya kamu sama aja kaya pria kaya lainnya yang suka mainin perasaan perempuan? " ucap Sera sambil menangis tersedu - sedu.
"Kamu udah ngambil ciuman pertama aku malah kemaren kamu cip*k aku... nihh liat malah bekasnya masih ada " ucap Sera yang meggosok-gosok lehernya karena bekasan gigitan Stevan ia tutupi dengan foundation.
Stevan dan manager HRD di sana tercengang melihat itu. Astaga jika terus di biarkan maka ia akan menceritakan dengan detail apa yang telah mereka lakukan kemarin.
Stevan merasa bingung dengan respon Sera karena sebenarnya ia meminta manager HRD untuk memberhentikan Sera, karena ia akan menikahinya jadi ia tidak perlu bekerja lagi.
__ADS_1
Stevan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia juga merasa malu karena ketahuan telah menggigit anak orang. Stevan harus segera menghentikan ucapan Sera sebelum ia menceritakan semuanya tentang apa yang ia lakukan kemarin.
"Sera.... " panggil Stevan
"Apa.... " jawabnya ketus sambil mengusap air matanya yang berjatuhan di pipi mulusnya.
"Aku memberhentikanmu bekerja karena aku ingin menikahimu, bukan karena aku jahat padamu " ucap Stevan.
"A-apa.....?" Sera terkejut
"Sera aku ingin menikah denganmu karena aku mencintaimu" ucap Stevan serius sambil mengusap air mata di pipi Sera.
Astaga Sera merasa sangat malu karena sudah menuduh Stevan yang tidak- tidak. Bagaimana ini Sera merasa sangat malu luar biasa.Sera merasa malu karena sudah memarahi Stevan tanpa bertanya dulu padanya. Apa yang harus dia lakukan sekarang, bahkan memandang Stevan pun ia tidak berani. Sera hanya melihat ke kanan dan ke kiri.
Stevan merasa heran melihat Sera sedang celingukan terlihat bingung.
"Sera kau sedang mencari siapa? "tanya Stevan
"Nyari lubang kucing aku mau ngumpet..... "
*
*
Udah duoble up nihh... mana dong hadiahnya 😘😘
__ADS_1