Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 98


__ADS_3

Stevan melakukan pelepasan beberapa kali malam itu, hingga tubuh Sera terasa lelah dan sakit semua tertutama di bagian intinya. Malam itu Stevan seperti merasa tidak pernah lelah untuk menyentuh Sera, timun ajaib Stevan sangat nakal rupanya. Sudah muntah-muntah beberapa kali pun dia masih saja menunjuk-nunjuk ingin main di lembah indah Sera.


Hingga saat akan pagi menjelang barulah mereka berdua tertidur karena kelelahan. Oh bukan tapi sangat kelelahan.


Setelah tidur beberapa jam Stevan terbangun dari tidurnya dan di luar sudah mulai siang. Dia melihat ke arah sampingnya, Sera masih terlelap tidur. Dia terlihat sangat cantik, hingga Stevan memberi kecupan di seluruh wajah Sera. Ternyata menikah itu sangat indah, ahh kenapa dia tidak menikah dari dulu saja.


Merasa ada yang menyentuhnya, Sera pun mengerjapkan matanya dan melihat ternyata suaminya sedang memciuminya.


"Ya ampun, mas Stev aku masih ngantuk badan aku juga sakit semua " ucap Sera dengan suara paraunya khas bangun tidur.


"Aku hanya ingin menciumu saja Seramun" jawab Stevan sambil membelai lembut wajah cantik itu, seolah tidak puas Stevan ingin menyentuhnya lagi dan lagi. Apalagi selimut Sera sedikit tersingkab membuat mangga Ranum itu terlihat mengintip setengahnya. Karena sesuatu yang setengah-setengah itu terlihat sangat menggoda bukan.


Tangan Stevan mulai menelusup lagi untuk menyentuhnya, hingga Sera merasa geli-geli luar biasa saat Stevan memainkan bagian indah mangga ranum itu.


"Mas Stev.... " Sera merengek lagi namun bagi Stevan itu terdengar seperti ajakan, ayo kita main kuda-kudaan lagi.


Kedua tangan Stevan sudah bermain di sana, sedangkan bibirnya terus menciumi seluruh wajah dan leher Sera dan kemudian turun lagi di squishi dan melakukan hal yang seperti semua bayi lakukan pada ibunya. Hal itu membuat gagang sapunya terbangun lagi dan ingin berenang lagi di lembah Sera yang hangat.


Merasakan istrinya sudah agak rileks Stevan pun mulai mengungkung lagi Sera, dan torpedo pun siap meluncur.


Meskipun sudah di terjang dari semalam tetap saja lembah itu masih sempit . Dan Sera terlihat masih meringis. Stevan pun melakukannya dengan perlahan karena merasa kasihan.


*


*


Setelah ritual pagi itu selesai, Stevan dan Sera pun terbangun dan memutuskan untuk mandi. Sera mandi di bantu oleh Stevan, karena tubuhnya terlalu lemas dan Sera hampir tidak bisa berjalan akibat perbuatan suaminya.


Saat sudah mandi pun Stevan menggendong istrinya karena Sera masih kesakitan saat berjalan.


"Badan aku udah kaya neng loreng aja, belang-belang mirip permen warna-warni " gumam Sera yang masih terdengar oleh Stevan saat sedang mengambil pakaian Sera lengkap dengan segitiga pengaman dan kacamata pelindungnya. Semuanya baru dan Stevan sendiri yang membelikannya.


"Tidak apa-apa, jika masih kurang akan aku tambah lagi mau di sebelah mana? " tanya Stevan sambil menyodorkan pakaiannya kepada Sera.

__ADS_1


"Di jidat aja, soalnya badan aku udah penuh" ucap Sera dan Stevan pun tertawa.


Sera pun langsung memakai pakaiannya di bantu oleh Stevan. "Kok bajunya pas banget sihh... "


"Tentu saja semuanya sesuai dengan ukuranmu" jawab Stevan


"Dari mana mas Stev tahu? "tanya Sera


"Hanya dengan melihatmu saja aku sudah tahu...apa kau suka ?"


"Suka banget... " jawabnya sambil memeluk tubuh kekar Stevan.


"Jangan menggodaku lagi Seramun...." ucap Stevan.


"Aihh.... " Sera langsung melepaskan pelukannya kepada Stevan karena takut timun nakal Stevan minta berenang lagi. Sera sudah tidak sanggup.


*


*


*


Untung saja Rama suami siaga, saat kandungan Anggi seperti ini ia tidak pernah jauh dari Anggi. Bekerja dari rumah dan tidak pergi ke kantor.


Setiap pagi Rama selalu menemani Anggi jalan-jalan pagi agar memudahkan melahirkan nanti itu saran dokter. Tubuh kecil itu terlihat rapuh, membuat Rama merasa kasihan dan tidak tega.


Karena sudah merasa lelah, Anggi pun duduk di taman di rumah itu di temani Rama.


"Kok aku gampang cape ya sekarang, baru jalan sedikit aja udah bikin nafas aku ngos-ngosan? " tanya Anggi


"Itu karena kehamilanmu kini sudah besar sayang, jangan di paksakan jika lelah " ucap Rama sambil mengelus perut istrinya. Rama merasa perut Anggi terasa lebih kencang dari biasanya.


"Hey jagoan kau sedang apa di dalam? " tanya Rama pada anaknya dan pergerakan pun Rama rasakan hingga ia tersenyum bahagia.

__ADS_1


Namun Anggi terlibat meringis " sayang pelan - pelan mainnya. Kasihan momy mu dia kesakitan "


"Ga sakit cuman linu aja kerasanya... " ucap Anggi.


Seharian ini Anggi merasakan perutnya tidak nyaman. Seperti merasa kekenyangan padahal ia belum makan.


Rama melihat istrinya agak gelisah pun bertanya


"Apa ada yang sakit ?" tanya Rama


"Enggak, tapi perut aku begah rasanya padahal belum makan " jawab Anggi


"Kalau begitu kamu makan dulu "


"Aku mau makan buah aja... " Rama pun mengangguk dan pergi ke bawah untuk mengambil buah -buahan untuk Anggi.


Karena merasa pegal Anggi pun naik keranjangnya dan ingin meluruskan kakinya yang terasa pegal. Hingga tak terasa matanya pun terasa berat. Namun sesuatu terasa hangat mengalir di pangkal pahanya.


Hingga membuat Anggi langsung terjaga, Anggi pun langsung menyingkab selimutnya dan melihat ada banyak cairan keluar dari sana. Cairan itu mengalir begitu saja tanpa bisa ia tahan.


Anggi sangat terkejut dan langsung berteriak


"Aarrrkkkhhh..... kak Rama tolong.....!!!"


Posisi Rama yang sudah dekat dengan kamar, membuatnya terkejut karena mendengar teriakan istrinya. Rama langsung berlari menuju kamar untuk melihat keadaan istrinya.


*


*


*


Likenya dong 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2