Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 32


__ADS_3

Setelah puas berkunjung ke rumah orang tuanya, Anggi pun segera pulang ke rumah utama keluarga Wijaya. Rasa malas masih ada namun bagaimana lagi, kini di sanalah tempat tinggalnya suka atau pun tidak suka Anggi harus pulang kesana.


Anggi pun pulang menggunakan taksi online yang sudah dia pesan, tak menunggu lama taksi online pun datang dan kini Anggi pun sudah sampai di sana. Saat menuju halaman depan rumah besar itu Anggi melihat mobil suaminya sudah ada, ternyata suaminya sudah pulang rupanya. Anggi langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah , namun baru beberapa langkah saja masuk ke sana matanya sudah di nodai dengan pemandangan yang tidak enak di lihat , Rama dengan posisi di bawah dan Seruni di atasnya mereka terjerembab di atas kursi dengan pakaian seruni yang hampir melorot memperlihatkan dadanya yang besar.


Oh tidak, Anggi tidak suka melihat itu. Begitu pun dengan Rama dia sangat terkejut melihat kedatangan istrinya. Rama takut anak kam-bingnya salah paham karena perbuatan seruni yang tiba-tiba menarik dan mendorongnya ke atas kursi dengan pakaian yang sengaja ia turunkan.


Wajah Anggi yang terkejut Rama yang merasa takut dan Seruni yang tersenyum dengan penuh kemenangan, karena sebentar lagi akan ada kesalah pahaman dan Rivalnya itu pasti akan menangis pikirnya. Saat-saat yang ia nantikan, maksud hati hanya ingin menggoda Rama namun siapa sangka Anggi datang di saat yang tepat sungguh keberuntungan untuk manusia seruling itu.


Melihat Anggi datang sontak Rama langsung mendorong Seruni dari atas tubuhnya, hingga terjatuh ke lantai dengan keras . Seruni memekik kesakitan namun Rama sama sekali tidak peduli, yang ia pedulikan hanya perasaan istrinya saat ini.


"Timmy kau jangan salah paham, ini tidak seperti yang kau lihat .Dia tiba-tiba menarikku hingga aku terjatuh , dan dia sendiri yang menurunkan bajunya. Tatapan Anggi langsung menuju ke arah dada Seruni yang besar dan montok berbeda sekali dengan dadanya yang kecil, namun Rama sangat menyukainya bukan....


Anggi langsung menghampiri mereka berdua " Hey seruling bibit pelakor, jangan coba-coba menggoda suami aku ya " ucap Anggi kesal


"Siapa yang menggoda, Rama tiba-tiba menghampirilu lihatlah dia sendiri yang membuka bajuku " Anggi langsung membuka matanya dan membekap mulutnya tidak percaya.


"Kau jangan berbohong Seruni, kau yang jelas-jelas menariku tadi " geram Rama


"Astagfirulloh.....kak Rama " pekik Anggi


"Timmy, kau harus percaya padaku " ucap Rama meyakinkan, dan si Timmy pun langsung langsung mendekat pada Rama, dan menariknya untuk duduk. Rama yang merasa bingung dengan sikap Anggi langsung bertanya.


"Ada apa ? " tanyanya karena Anggi sedang melihat-lihat wajah dan tubuhnya.


"Kak Rama ga sempet di perko*a kan sama si seruling itu ?" tanya Anggi

__ADS_1


"A-apa ?" tanya Rama bingung


"Hey seruling, kamu ga kasih susu kamu yang banyak racunnya itu kan sama suami aku ?" tanya Anggi


"Apa maksudmu ?" tanya Seruni tidak mengerti.


"Kak Rama, jangan minta susu sama dia nanti keracunan, kan ada punya aku " ucap Anggi, Rama semakin di buat bingung saja oleh kelakuan anak kam-bingnya. Kata-kata yang keluar dari mulutnya semua terdengar ajaib.


"Dan kamu Seruling, ga malu apa pake baju kaya gitu di pelorot-pelorot segala depan suami aku " kesal Anggi


Namun Seruni tidak memperdulikan ucapan Anggi, sehingga anak kam-bing itu menjadi murka. Karena anak untanya hampir saja di beri susu beracun dari bibit pelakor. Oh ternyata perempuan ulat bulu ini sedang mencari masalah dengan anak kam-bing. Lihat saja yang anak kam-bing ini akan lakukan.


Anggi langsung duduk di pangkuan Rama dan sengaja bergelayut manja , tangannya ia lingkarkan di leher Rama dan wajahnya ia sandarkan di leher Rama, hingga Rama merasa tubuhnya tiba-tiba meremang . Kenapa anak kam-bingnya tiba-tiba agresif begini, namun Rama suka hingga ia melingkarkan tangan kokohnya di pinggang kecil Anggi.


"Kak Rama jangan deket-deket sama si seruling ulat bulu itu ya, aku ga suka " ucapnya dengan nada manja yang di buat-buat hingga Seruni merasa sangat kesal dan cemburu melihat interaksi Rama dan Anggi yang sangat dekat.


"Tentu tidak sayang, aku tidak akan tergoda dengan gadis manapun kecuali dirimu " ucap Rama sambil mengecup mesra bibir Anggi. Semakin terbakar saja hati Seruni melihat interaksi mereka berdua. Anggi tersenyum menang.


"Aiihhhh, anak aku jadi terhura dehhhh" ucap Anggi sambil mengeratakan pelukannya kepada Rama. Mendengar ucapa Anggi Rama langsung tertawa.


"Terharu bodoh bukan terhura " gemas Rama sambil menempelkan hidung mancung Rama di hidumg Anggi. Kepulan asap saat ini pasti sedang mengepul dari kepala Seruni. Karena kesal melihat kemesraan.mereka berdua Seruni pun pergi meninggalkan rumah itu dengan hati yang marah. Melihat kepergian Seruni Anggi dan Rama tertawa.


Kini mereka berdua sudah berada di dalam kamar Rama yang sedang mandi dan Anggi yang sedang membuka hadiah dari orang tuanya. Katanya benda itu akan membuat suaminya semakin mencintainya dan tidak akan berpaling kepada wanita lain. Melihat Seruni yang sudah berani bersikap berani pada Rama, membuat Anggi jadi ingin cepat-cepat membuka kado dari orang tuanya. Apa itu semacam jimat atau sesuatu benda yang membuat hati suaminya semakin mencintainya. Namun saat di buka Anggi sangat terkejut dengan isi kadonya yang penuh dengan lingrie dan baju tidur yang minim.


"Oh ya ampun, orang tua gue jualan ginian pantes aja laku " Anggi geleng- gelang kepala melihatnya

__ADS_1


Anggi mengerti sekarang maksud orang tuanya, tapi Anggi merasa malu melihatnya apalagi jika nanti ia memakainya di depan Rama. Tapi Anggi juga tidak rela kalau sampai Rama tergoda oleh wanita ulat bulu itu. Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, Anggi cepat-cepat memasukan hadiah dari orang tuanya.


"Timmy cepat lah mandi " perintah Rama Anggi oun mengangguk dan membawa hadiah dari orang tuanya. Rama yang melihatnya pun bertanya apa isi paper bag yang ia bawa.


"Apa itu ?" tanya Rama


"Oh i-ini hadiah dari mamah papa aku tadi " Rama pun hanya menganggukan kepala.


Anggi pun langsung mandi dan membersihkan tubuhnya yang terasa lengket, selesai mandi dia melihat lagi ke arah paper bag itu. "Apa gue pake aja ya, ihh tapi gue malu " ucapnya bicara sendiri


"Tapi ulat bulu itu serem juga, dia udah berani ganggu anak onta gue, enak aja " gumamnya. Akhirnya Anggi memutuskan untuk memakai naju tidur yang sangat minim dengan potongan dada yang sangat rendah, hingga memperlihatkan tubuh Anggi yang putih mulus itu.


"Astagfirullloh gue mirip wanita penggoda, tapi ga apa- apa orang yang di godanya juga udah halal, gue pasti udah gila ini mah" Anggi menutup mukanya malu. Tapi demi melindungi suami untanya dia rela menggunakan baju lucknut itu. Akhirnya dia keluar kamar dengan memakai pakaian itu. Saat itu Anggi melihat Rama sedang melihat layar laptopnya dengan sangat fokus.


"Kak Rama liat dehh, Anggi cantik ga pake baju ini" ucap Anggi


Mendengar Anggi memanggil Rama langsung melihatnya, dan Rama sangat terkejut melihat istri kecilnya sangat seksi,dia menggunakan baju tidur berbahan minim dengan dada rendah yang membuat bagian depan dan belakang tubuhnya terekspos di tambah warna merah maroon sangat cocok di kulit Anggi yang putih. Rambut panjang Anggi yang setengah basah menambah kesan seksi pada Anggi.


Anggi mendekati Rama yang terpana melihatnya, dan bertanya lagi. "Kok diem sihh aku cantik ga ?" tanya nya


"Kau terlihat sangat cantik, tapi gunakan pakaianmu ini hanya di depanku saja " ucap Rama , Rama langsung menarik Anggi ke dalam pangkuannya.


"Kau sengaja menggodaku gadis kecil ?" ucap Rama sambil terus menciumi leher Anggi yang mulus.


"Iya, takut kak Rama tergoda sama ulat bulu " jawab Anggi, mendengar itu Rama tersenyum dan langsung menurunkan Anggi ke tempat tidur dan mengingkungnya.

__ADS_1


"Aku tidak akan tergoda oleh wanita lain " ucap Rama dan langsung mencium bibir Anggi dengan lembut kemudian ciuman itu turun ke leher Anggi dan meninggalkan jejak percintaan di sana. Dan kini bibir Rama sudah sampai di benda squishi kesukaanya. Memainkannya dengan tangan dan juga.bibirnya hingga Anggi menggelinjang.


Rama terus melancarkan aksinya, dia sangat bahagia karena istrinya dengan suka rela menyerahkan dirinya padanya. Hingga malam itu pun menjadi malam yang penuh gairah untuk mereka berdua saling berbagi peluh dan kenikmatan cinta.


__ADS_2