
Mulai hari David bekerja sebagai cleaning servis di perusahaan itu. Biasanya David bekerja dengan menggunakan laptopnya namun kali ini ia bekerja menggunkan alat pengepel lantai benar-benar jauh berbeda. David yang tampan dan gagah menjadi pusat perhatian karyawan lain terutama para staf di kantor itu.
Baru mulai masuk dan mencoba untuk membersihkan salah satu ruangan di sana, ia terus di mintai untuk membuat kopi dan oleh beberapa staf wanita di sana. Benar-benar melelahkan, apalagi ada beberapa dari mereka yang memintanya bolak-balik membuat kopi hanya karena alasan yang tidak masuk akal. Seperti airnya kurang hangat atau tehnya yang kurang berwarna atau pun gulanya terlalu banyak atau pun terlalu kurang. Semua tingkah para staf wanita itu benar-benar membuat David jengah. Mereka berbuat seperti itu hanya karena ingin melihat David terus dari jarak dekat, benar-benar kurang kerjaan.
Apa mereka tidak tahu kalau David benar-benar merasa lelah. Seorang gadis mungil dan sederhana dari tadi memperhatikan David yang terlihat kelelahan, hingga ia menawarkan diri untuk membantunya.
"Sini mas biar aku aja yang bawain kopinya kesana ?" tawar gadis itu. David yang kesal dan juga merasa lelah pun menumpahkan kekesalannya pada gadis itu. David berpikir jika gadis itu seperti yang lainnya hanya ingin mendekatinya karena dia sangat tampan.
"Apa kau juga sama seperti mereka ?" tanya David
"Apa...?" tanya gadis itu
"Maksudku kau pura-pura membantuku, hanya karena ingin dekat denganku " jawab David yang baru saja membuat teh untuk staf di sana.
"Aiihh, aku benar-benar pengen bantuin kamu ya, tapi kamu malah berprasangka buruk sama aku, dasar laki-laki nyebelin" ucap gadis itu
"Aku tahu modus gadis seperti kalian " ucap David sambil memandang ke arah gadis itu.Gadis kecil yang tingginya hanya sebatas dada David saja dan juga rambut yang di ikat ekor kuda dan juga memakai kaca mata. Hanya gadis biasa menurut David
"Maksudnya aku tertarik sama mas nya gitu ?"
"Iya, apalagi " jawab David enteng dan penuh percaya diri.
"Oh ya ampun, maaf ya mas aku tuh ga tertarik sama kamu.Aku tuh cuman mau bantuin kamu pede banget sih. Aku ga tertarik sama cowo yang tingginya kebagetan udah mirip tiang listrik aja " ucap gadis berkaca mata itu sambil geleng-geleng kepala dan meninggalkan David dengan kesal.
__ADS_1
"Bukan aku yang tinggi kau yang pendek, hey kau dengar itu gadis pendek.....!!!!" teriak David dengan kesal. Hari pertamanya bekerja membuatnya sakit kepala. Benar- benar orang yang sangat merepotkan pikir David.
*
*
Setelah main ke rumah Yura dan Bira, Anggi memutuskan untuk main ke kantor Rama tanpa memberi tahunya dulu karena ingin memberinya kejutan.
Saat sudah sampai di kantor Rama Anggi langsung ke resepsionist untuk menanyakan suaminya ada di kantor atau tidak. Dan resepsionist itu bilang jika Rama ada di kantornya membuat Anggi merasa senang dan langsung menuju ke ruangannya.
Dia naik lift ke lantai paling atas menuju ruangan Rama. Setelah keluar dari lift Anggi langsung menuju ke ruangan Rama tanpa mengetuk pintu dulu dia langsung masuk. Di sana Rama sedang berdiskusi dengan sekertarisnya dan juga Stevan.
Rama yang melihat Anggi sangat terkejut dan juga merasa senang istrinya datang ke kantornya. Namun Anggi malah cemberut saat melihat Rama. Melihat ekspresi istrinya yang masam Rama pun meminta Stevan dan sekertarisnya untuk ke luar ruangan dan kemudian Rama pun bertanya kepada istrinya.
"Enggak, uang aku banyak sampe bingung mau ngabisinnya gimana " jawab Anggi masih cemberut sambil memainkan dasi Rama.
"Terus kenapa ? kau datang kesini dan tiba-tiba memasang wajah jelek seperti ini " ucap Rama sambil memencet hidung Anggi dengan gemas.
"Aku bingung mau ngomongnya gimana " ucap Anggi
"Bicara saja, aku tidak akan marah dan juga akan mendengarkannya " ucap Rama sambil membelai rambut Anggi dengan sayang. Anggi terlihat berpikir untuk mengatakannya.
"Emmm....aku ga suka sama sekertaris kak Rama"ucap Anggi. Rama merasa heran kenapa istrinya tidak menyukai sekretarisnya, apa pernah ada masalah atau apa. Seingat Rama Anggi tidak pernah berinteraksi dengan sekretarisnya.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak menyukainya ?" tanya Rama penasaran.
"Aku ga suka karena dia itu cantik sama seksi dada sama bok*ngnya gede banget bener-bener seksoy, aku ga mau kak Rama tergoda sama dia " ucapnya, mendengar itu Rama tiba-tiba tertawa mendengar ucapan istrinya yang sangat lucu jika sedang cemburu.
"Hanya karena dada dan bok*ngnya kau jadi tidak menyukainya ?" tanya Rama masih tertawa
"Iya,aku ga mau suami kau yang gantenganya kebangetan kepincut sama cewe seksoy, pokoknya aku ga rela " jawabnya
"Kok gue jadi kaya si tayo ya, berhentiin orang kerja gara-gara dada sama bok*ng " gumam Anggi yang terdengar jelas di telinga Rama.
"Kau dan teman-temanmu memang sangat aneh " ledek Rama
"Bukan aneh, tapi kita ini cewek- cewek langka yang cantik dan imutnya luar biasa" jawab Anggi, Rama hanya tertawa saja. Apalagi membayangkan jika istrinya sedang berkumpul dengan spesiesnya. Apa yang mereka bicarakan pasti hal-hal di luar nalar yang membingungkan pikir Rama.
"Dia sudah bertahun-tahun bekerja denganku dan aku sama sekali tidak tergoda olehnya, karena istriku jauh lebih menggoda dari perempuan manapun di dunia ini" ucap Rama sambil mengecup lembut bibir istrinya.
"Beneran ya, jangan tergoda sama cewek lain. Nanti kalo macem-macem aku pastiin senjata kak Rama tinggal sepotong " ucap Anggi
"Wuaaahhh aku takut, ternyata istriku kejam sekali" ucap Rama sambil memeluk Anggi dan kemudian mencium seluruh wajah Anggi dengan gemas.
🍓🍍🍓🍍🍓🍍
Like sama komennya di tunggu ya, biar mimin semangat up nya 😊🙏💕
__ADS_1