Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 97


__ADS_3

Stevan mengajak Sera menemui orang tuanya dan tentu saja Sera di sambut dengan sangat baik di sana. Mereka bahagia karena akhirnya anaknya yang sudah matang ini akhirnya mau menikah. Apalagi dengan gadis muda seperti Sera. Karena Sera hanya hidup sebatang kara maka seluruh persiapan pernikahan di persiapkan oleh keluarga Stevan. Mereka merasa iba dan kasihan pada Sera, gadis kecil itu hanya hidup seorang diri dan juga sangat mandiri, hidupnya tidak menggantungkan diri kepada orang lain.


*


*


*


Persiapan pernikahan di lakukan dengan cepat karena pengantin pria sudah tidak sabar. Malah Stevan sendiri yang turun tangan untuk mempersiapkan pernikahannya. Bukanlah hal yang sulit untuk Stevan melakukan hal itu, karena mempersiapkan sesuatu dengan cepat adalah keahliannya sebagai seorang asistent yang handal.


Dan akhirnya pesta pernikahan pun tiba, acara akad dan resepsi di adakan di hari yang sama agar tidak membuang waktu. Semua orang datang dengan bahagia karena akhirnyanya si pemalu pun menikah. Stevan juga sangat berbangga hati bisa mempristri wanita yang sangat cantik dan juga imut. Si teh celup juga mengakui kehebatan Stevan yang bisa mendapatkan jodoh dalam waktu dekat.


Akhirnya bertambah juga personil anak - anak pokemon, karena Siena dan Danisa terlalu waras jika bergabung dengan mereka.


Pesta di adakan dengan meriah, teman-teman Danisa juga datang, mereka semua tidak percaya jika temannya yang aneh ini bisa menikah dengan orang kaya dan juga tampan. Yang membuat semua teman-temannya berdecak kagum adalah Sera bisa menikah dengan seorang Stevan tangan kanan Rama Wijaya, ia adalah seorang pria yang hebat.


*


*


*


Pesta pernikahan pun selesai di adakan di hotel itu, Stevan dan Sera berniat langsung pulang ke apatement saja dan tidak menginap di hotel. Karena Sera menolak menginap di sana, dan itu tidak masalah bagi Stevan. Karena mau di hotel atau pun apartement baginya sama saja. Sama-sama akan belah semangka.


Dan di sinilah mereka ,di apartementnya Stevan. Stevan mandi duluan karena dia sudah merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang seharian ini memakai pakaian pernikahan. Sedangkan Sera menunggunya sambil duduk di ranjang tidur Stevan.

__ADS_1


"Seramun, mandilah dulu agar badannu segar " ucap Stevan, Sera pun mengangguk karena dia juga merasa tidak nyaman apalagi pakaiannya yang membuatnya sangat tidak nyaman.


Stevan merasa sangat lelah hari ini, tapi mengingat malam ini ia akan melakukan ritual pertama bercocok tanam membuatnya menjadi sangat bersemangat. Hingga ia berguling kesana kemari di kasurnya karena senang. Dasar bayi besar....


Ceklek


Terdengar suara pintu kamar mandi di buka, Stevan langsung mengangkat kepalanya untuk melihat. Dari luar pintu terlihat kaki putih jenjang Sera keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk putih sebatas paha. Rambutnya tergerai basah wajahnya terlihat sangat segar dan cantik. Stevan yang melihatnya langsung terpesona. Istrinya cantik sekali. Gagang sapunya pun mulai bangun dan sudah menunjuk-nunjuk ke arah Sera.


"Dasar anak nakal kau sudah tidak sabar rupanya" ucap Stevan kepada gagang sapunya.


"Mas Stev, baju aku dimana? " tanya Sera


"Ada di lemari yang itu, tapi untuk malam ini kau tidak usah memakai baju saja" ucap Stevan


"Mas Stev aku malu ihh... " ucap Sera yang menarik handuknya ke atas karena hampir melorot dan memperlihatkan gunung himalaya yang indah karena kini ia ada di bawah kungkungan Stevan. Walau ukurannya tidak terlalu besar tapi mampu membuat gagang sapu Stevan meronta-ronta dan terus menerjang dari dalam.


"Kenapa harus malu mulai saat ini, kau adalah milikku Sera " ucap Stevan yang membelai wajah cantiknya dan kemudian menciumnya dengan sangat lembut, Stevan mengangkat kedua tangannya ke atas dan memegangnya hingga ia bisa dengan bebas mengeksplor wajah Sera.


Ciumannya turun ke leher jenjang Sera, dan meninggalkan jejak-jejak cinta di sana. Tangannya pun mulai bermain di squishi Stevan mengeksplor dengan squishi itu dengan tangan dan mulutnya.Akhirnya Stevan juga bisa merasakan buah ranum itu, sangat indah rasanya. Sera pun serasa melayang dengan apa yang di lakukan Stevan.


Stevan seperti merasa tidak puas dan terus bermain di sana hingga lagi dan lagi. Kini mereka berdua sudah polos tanpa terhalang apa pun.


Sera terkejut melihat torpedo Stevan yang siap untuk berperang.


"Mas Stev, aku takut kayanya ga bakalan muat dehh" ucap Sera dengan agak merengek.

__ADS_1


"Ukuranmu dan ukuranku itu sudah di atur dengan pas, kita ini jodoh pasti akan cukup dan pas" ucap Stevan yang kemudian langsung mencium bibir Sera lagi dan akan memulai penyatuannya dengan Sera secara perlahan.


"Aww... sakit banget " Sera meringis


"Tahan sebentar ini baru seperempatnya... "


"Seperempat udah sakit gimana kalo setengahnya" rengek Sera lagi


"Tunggu full pasti akan terasa nikmat... "jawab Stevan, bisa-bisanya mereka masih sempat mengobrol. Tangan Sera semakin mencengkram Stevan dengan kuat dan....


"Aarrgggh..... " Sera berteriak kesakitan saat timun Stevan tenggelam sempurna di lembah itu, untung saja di sana mereka hanya ada berdua .


"Sakiit.... udah dulu... "


"Tidak bisa, timunku sudah tenggelam dan mau berenang" jawab Stevan sambil mencoba menggrerakannya secara perlahan.


"Ahh ini sangat luar biasa... " gumam Stevan dalam hati.


Akhirnya pecah juga semangkanya malam itu.


*


*


sawerannya like nya di tunggu ya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2