Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 78


__ADS_3

Hari ini menjadi hari yang berbeda untuk David karena hari ini saat ia pulang kerja ia akan di sambut oleh istrinya yang lugu si Nobita. Kebahagiaan David terasa berlipat-lipat meskipun gagang sapunya belum memasuki sarang.


Tidak apa-apa bersabar untuk saat ini, jika akan indah pada saatnya nanti. Aiih David sangat bijak sekarang rupanya, sepertinya hukuman itu telah membuat David sadar walau belum seratus persen.


David segera berlari menuju kamarnya karena ingin segera melihat wajah istrinya yang seharian ini ia rindukan. Apa David sudah mencintai si Nobita? entahlah tapi David selalu merasa bahagia bila berada di dekatnya.


Di dalam kamar si lugu Nobita otaknya di cemari oleh anak-anak pokemon. Danisa merubah penampilannya sekarang di bantu oleh Anggi dan yang lainnya karena penampilan seorang istri itu nomor satu agar suami tidak tergoda oleh pelakor, begitu kata mereka. Apalagi David mantan biawak buntung yang selalu tergoda oleh wanita cantik. Untuk itu Danisa harus terlihat cantik di mata David agar David jatuh cinta padanya, dan menjadi mas bucin seperti impiannya. Tapi apa benar impian Danisa seperti itu? entahlah Danisa saja masih bingung. Yang jelas saat ini ia tidak ingin di tinggalkan oleh David dan menjadi janda muda.


Oh itu tidak boleh terjadi marimar, Danisa tidak ingin menjadi Jendes...


Meskipun sekarang penampilan Danisa tidak memakai pakaian yang mirip saringan yang trend di novel -novel tapi dia mencoba gaya berpakaian seperti anak-anak pokemon yang terlihat sangat manis dan lucu, karena Danisa juga ingin seperti mereka mempunyai suami yang bucinnya kelewatan.


Ceklek


Terdengar suara pintu kamar di buka, Danisa langsung melihat ke arah pintu dan melihat suami tampannya sudah datang. David terkejut melihat penampilan Danisa yang terlihat sangat cantik tidak seperti biasanya, ada apa pikir David. Danisa hanya tersenyum manis kepada David dan bersikap seperti biasanya, padahal jantungnya kini tengah meletup-letup seperti pop corn yang baru matang, karena sedang sangat gugup. Takut jika David tidak menyukai penampilannya sekarang.


Danisa tengah memakai hot pant warna hitam yang sangat kontras dengan paha mulus nya dengan kaos model oblong dengan model agak longgar dan rambut yang di cepol asal ke atas memperlihatkan leher putih jenjangnya, sangat cantik.


Biasanya Danisa hanya memakai celana panjang atau selutut dan t-shirt biasa dan rambut di kucir kuda dengan kacamata bertengger di hidungnya, tapi sekarang Danisa menanggalkan kacamata nya. Sangat jauh berbeda terlihat sangat manis. Melihat bibir tipis berwarna pink itu, David jadi ingin melahapnya sekarang juga dan leher itu ahh David jadi ingin bermain-main di sana.


"Kak David ingin langsung mandi, aku akan siapkan" ucap Danisa terdengar sangat manis biasanya gadis cerewet ini selalu memanggilnya Suneo.


"Boleh, jika bisa sekalian mandi kan aku " goda David dengan senyum slengeannya.


"Apa.... " Danisa terkejut bayi besar ini minta di mandikan katanya. Pikiran Danisa jadi bertraveling membayangkan memandikan David, membasuh tubuh David yang tinggi dan gagah memegang roti sobeknya dan juga membayangkan bagaimana bentuk timun crispy nya . Oh tidak pikiran Danisa menjadi kotor gara-gara satu kata yaitu mandi. Danisa menggeleng - gelengkan kepalanya membayangkan gagang sapu milik David.


"Tapi sebelumnya aku ingin menciumu dulu, apa boleh? "tanya David

__ADS_1


"Ya.... ?" jawab Danisa terkejut, sekali lagi Danisa di buat shock oleh ucapan David yang membuat pikirannya berjalan-jalan. Apakah hari ini David akan menjadi ninja hatori yang akan mendaki gunung dan melewati lembah ? salah... maksudnya memasuki lembah...


Ahhhh rasanya Danisa ingin pingsan saja sekarang, pikirannya sudah tidak kuat menampung hal-hal mesum tentang bercocok tanam.


"Aku ingin menciummu dulu Nobita, kenapa hari ini kau terlihat sangat cantik? apa kau ingin menggodaku? " tanya David yang membuat Danisa semakin malu . Padahal tadi pagi David juga menciumnya tapi kenapa rasanya tidak semalu sekarang.


Ini pasti karena pikirannya sudah terkontaminasi anak-anak pokemon tadi, ya ampuuunnn...


"Ayolah kemari, kenapa kau malah diam saja " David menarik tangan Danisa dan membenturkannya ke dada bidangnya.


"Sune.... eh maksudku kak David" ucap Danisa


"Ada apa hemm.... kenapa kau cantik sekali hari ini" ucap David yang mengendus leher Danisa yang sangat wangi. Membuat jiwa kelaki-lakiannya bangkit.


"Kak David jangan begitu aku geli..." ucap Danisa, geli-geli nikmat mungkin maksudnya.


"T-tapi aku emmmpptt.... " bibir kecil itu langsung di bungkam oleh David. Bibir kecil yang terasa sangat manis untuknya. Berciuman dengan gadis lugu rasanya sangat beda, meskipun masih kaku tapi terasa sangat nikmat bagi David. Membuatnya ingin lagi dan lagi mengecap bibir mungil itu.


Danisa tersentak saat tangan David menyentuh kedua aset berharganya, meskipun David menyentuhnya dari luar tapi Danisa merasa seperti tersengat aliran listrik. Karena saat ini tubuhnya terasa bergetar. Danisa adalah gadis lugu yang tidak pernah tersentuh oleh lelaki mana pun. David adalah pria pertama yang sudah menyentuhnya, tentu saja itu semua terasa sangat aneh untuknya.


Bibir David masih terus menciumi Danisa, seolah dia belum puas merasakannya. Tangan yang tadi berada di luar kini sudah masuk dan bermain di dalam membuat Danisa menggelinjang. David menggiringnya ke tempat tidur dan menidurkannya dengan perlahan. Danisa ingin memberontak tapi bukan ka David adalah suaminya semua yang ada dalam dirinya adalah hak David.


Lagi pula sentuhan di tubuhnya membuat Danisa ingin merasakan lebih dari itu. Pikirannya menerewang jauh, hingga tanpa sadar David sudah menanggalkan pakaian atasnya dan kini ia menarik pakaian Danisa dan melemparnya. Kini tinggal kacamata pelindungnya yang tersisa, membungkus sesuatu yang sangat indah di tubuhnya.


Danisa merasa sangat malu, dan menutupi tubuh bagian atasnya namun tangannya malah di angkat ke atas oleh David " jangan di tutupi sayang, aku ingin melihatnya " ucap David


"Tapi -tapi aku malu.... " ucap Danisa dengan wajah memerah namun terlihat semakin menggemaskan di mata David.

__ADS_1


"Tidak usah malu aku ini suamimu " David kini tengah mengungkung tubuh mungil Danisa dan menikmati pemandangan indah di depannya. Namun Danisa memalingkan wajahnya karena merasa sangat malu.


Apalagi David kini tengah mencoba membuka pengait kacamata pelindung gunung Danisa. Setelah terbuka kini tampaklah aset Danisa yang selalu ia tutupi dengan pakaian longgar. Buah ranum itu sangat menggoda hingga David langsung menyesapnya seperti bayi besar yang kehausan dan tangan satunya lagi tidak tinggal diam dan bermain di sana. Hingga Danisa menggelinjang merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan.


Namun saat Danisa sedang merasakan nikmatnya sentuhan David, tiba - tiba David terbangun dan melihat ke wajah Danisa. Danisa pun terkejut dengan tindakan Suaminya kenapa malah berhenti di saat Danisa sedang melayang-layang .


"Ada apa? " Danisa memberanikan diri bertanya walau sebenarnya dia sedang merasa sangat malu kini.


"Aku lupa jika aku belum mandi " ucap tiba -tiba si mantan biawak buntung itu.


"Lalu...?" tanya Danisa lagi kenapa di saat ia sudah siap menerima tembakan torpedo, suami kurang ajarnya ini malah berhenti.


"Aku harus mandi dan mencuci timun crispy ku dulu" jawab David sambil terbangun sambil mengecup bibir Danisa sekilas dan pergi ke kamar mandi


"Kenapa tidak di goreng saja sekalian....!!!" kesal Danisa.


"Sabar sayang nanti kita lanjutkan lagi....!!!" teriak David


"Lihat saja nanti aku akan memakan timunmu itu " ucapnya lagi sambil memunguti pakaian yang tadi di lepaskan oleh suami lucknutnya.


*


*


*


Saweran likenya di tunggu ya jangan pelit like karena tinggal klik aja 😆😆 hadiahnya juga sama vote. mimin tunggu ya sayang 😘😘

__ADS_1


__ADS_2