Tambatan Hati Timmy

Tambatan Hati Timmy
Bab 59


__ADS_3

Cantik....


Itulah yang ada dalam pikiran David, kenapa mata indah Danisa ia sembunyikan di balik kaca matanya.


"Hey mas jangkung...." panggil Danisa


Panggilan Danisa membuyarkan lamunan David, "Eh ada apa ?" tanya David.


"Mas jangkung ngapain kesini ?" tanya Danisa


David berdecak sebal "Ck, kau bilang akan menyiapkan makan malam, makanya aku datang kemari "jawab David yang sudah merasa lapar dari tadi.


"Tapi aku belum masak" jawabnya enteng


"Eh, dasar nobita menyebalkan aku sudah kelaparan dan kau belum memasak" kesal David yang sudah sangat merasa lapar dari tadi.


"Tunggu sebentar aja, nasinya udah mateng soalnya tadi aku langsung masak nasi pas pulang "jawab Danisa sambil meninggalkan David untuk menyiapkan makanan.


"Aku tidak mau makan nasi saja " ucap David memelas.


"Ya ampun anak manis, sebentar ya mamah mau masak dulu " ucap Danisa sambil tertawa melihat wajah lucu David yang terlihat memelas.


"Aku bukan anak kecil Nobi, dasar kau " ucap David


"Iya, iya Sune...." jawab Danisa yang sedang sibuk mencuci sayuran. David hanya geleng-geleng kepala melihat gadis kecil itu.


"Cuciin ayamnya dong, biar cepet " pinta Danisa, dengan malas David langsung menghampiri Danisa dan membantunya mencuci ayamnya biar cepat.


"Yang bersih cucinya....?" pinta Danisa


"Dasar menyebalkan, sudah pendek cerewet pula"jawab David yang di dengar oleh Danisa.


"Mau makan ga....?"ucap Danisa sambil bertolak pinggang memasang wajah kesal pada David.


"Iya mamah, aku lapar. Cepat buatkan masakan yang enak mamahku yang pendek " ledek David.

__ADS_1


"Aihh, aku jadi ngerasa udah punya bayi yang imut" jawab Danisa hingga David tersenyum.


"Kau baru sadar kalau aku pria tampan dan imut seperti bayi" ucap David bangga, ia jadi teringat saat mantan-mantan pacarnya yang selalu mengagumi wajahnya.


"Iya aku baru sadar kalo mas jangkung emang punya wajah imut mirip sama bayi" ucap Danisa yang membuatnya tambah bergaya dan bangga.


"Benarkan...?"ucap David


"Iya, mirip bayi koala yang imut-imut itu..."jawab Danisa tertawa, namun membuat David jengkel bukan main mendengar ucapan gadis di depannya.


Sedangkan Danisa masih asik menertawakan David "kalau tidak ingat kau anak di bawah umur aku pasti akan...."


"Akan apa....?" tanya Danisa di sela-sela tawamya


Tak...


Kening Danisa di sentil oleh David "bersikap sopanlah pada orang tua " ucap David yang membungkukan tubuhnya agar setara dengan Danisa. Hingga David bisa melihat mata indah Danisa dan bulu matanya yang lentik terlihat seperti bulu mata boneka. Karena saat ini Danisa sedang tidak menggunakan kacamata.


Danisa mengusap-usap keningnya yang terasa panas sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ngomong-ngomong kacamatamu dimana ?"tanya David


"Matamu minus ?" tanya David.


"Waktu kecil mata aku terkena percikan air accu, soalnya suka gangguin ayah kalo ayah lagi benerin motor. Kebetulan almarhum ayah aku dulu punya bengkel "jawab Danisa.


"Jadi matamu ?"


"Mata aku ga kenapa-napa, cuman yang sebelah jadi kurang jelas aja di waktu-waktu tertentu tapi yang sebelah lagi normal kok biasa aja "jawab Danisa santai.


"Pantas saja kau tidak bisa melihat ketampananku" mendengar David bicara seperti itu Danisa mencebik.


"Mata aku masih normal buat liat wajah laki-laki" jawab Danisa.


Mereka berdua tengah sibuk menyiapkan makanan. David yang tidak tahu apa-apa tentang memasak membuat Danisa malah menjadi kesal. Bukannya membantu tapi malah merepotkan.

__ADS_1


Potongan sayur untuk sup pun sangat kacau, tidak beraturan ada yang kecil ada yang besar dan ada yang terlalu panjang, namun Danisa terpaksa memasaknya karena sangat sayang jika bahan itu di buang.


"Mas jangkung angkatin air galon dong, masukin dispenser ya" ucap Danisa


David pun langsung mengangkat air galon dan memasukannya ke dispenser sederhana di rumah Danisa. Sungguh ini adalah pengalaman baru untuk David.Ternyata bukan hanya mencari uang saja yang sulit, tapi menyiapkan makanan untuk ia makan juga sangatlah sulit. David jadi menyesal saat ingat masa- masa dulu yang tidak pernah menghargai makanan.


Ia seringkali tidak menghabiskan makanannya dan meninggalkannya begitu saja. Setelah selesai mengangkat galon. David pun menghampiri lagi Danisa. "Mamah sudah selesai belum aku lapar" ucap David dengan gaya bicaramya yang menyebalkan.


"Ya ampun, sebentar lagi selesai. Anak manis tunggu saja ya di sana " ucap Danisa sambil tersenyum kesal kepada David.


"Oke mamah... "jawab David menyebalkan sambil duduk di meja makan menunggu Danisa menyiapkannya.


Sup yang sudah matang aromanya sangat menggoda David, kepulan asapnya tercium sangat enak di tambah ayam goreng dan juga sambal buatan Danisa. Membuat David tidak sabar ingin segera makan.


Perjuangannya membantu Danisa memasak terbayar sudah dengan masakan Danisa yang sangat enak.Walaupun bentuk sayurannya tidak beraturan tapi itu sama sekali tidak mempengaruhi rasanya.


David makan dengan sangat lahap membuat Danisa tersenyum senang, karena David menyukai masakannya.


*


*


*


"Ahh rasanya sangat nikmat, perutku kenyang sekarang "ucap David sambil mengusap perutnya.


"Bantuin beresin dong "ucap Danisa


"Siap mamah...." ucap David sambil tertawa.


"Jangan panggil mamah terus ihh....jangan lupa bayar makanannya "ucap Danisa


"Si pendek benar-benar mata duitan...."ucap David sambil geleng-geleng kepala.


"Jadilah anak yang berbakti dengan membayar makananmu" jawab Danisa.

__ADS_1


"Oke...oke anakmu yang tampan ini akan membayarnya " ucap David sambil menunduk dan melihat ke arah wajah Danisa. Entah kenapa David seperti ketagihan melihat mata Danisa yang indah. David ingin berlama-lama menatapnya. Namun itu tidak mungkin , David tidak mungkin melakukannya.


Likenya donkkkk......😘😘😘 hari senin waktunya buat nyumbang vote ya 😍😍


__ADS_2