Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Kalung El


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘


...----------------...


“Apa harus berlebihan seperti ini?” tanya Tree.


“Ini tidak berlebihan sayang, aku hanya ingin meyakinkan mu agar kau tak ragu lagi hidup dengan ku. Jika aku macam-macam aku rugi sendiri,” kata Alexis mendusel kepalanya di ceruk leher sang istri mungkin mulai saat ini ia gemar anu di situ.


“Tanda tangani aja Tree, jangan menolak. Itu jamin untuk mu dan anak-anak kedepannya, ” Samarta mulai gemas hingga memakan makanannya hingga pipinya mengembung hingga tandas.


Dengan tangan sedikit gemetar Tree menandatangani berkas itu, seketika ia melihat wajah Alexis subringah. Pria itu mengangkat tubuh sang istri ke sebuah kursi pantai yang empuk yang sudah tersedia, “Jangan seperti ini Ale,” bisik Tree malu.


“Gak apa-apa, si Fren dan Samarta sudah minggat. Mungkin ngamar lagi mereka,” kata Alexis santai.


Pria itu merebahkan tubuhnya di samping sang istri, “Langit begitu cerah kan honey?" Alexis mengalihkan perhatian Tree. Tangan pria itu saat ini memeluk pinggang ramping sang istri, jika di lihat tubuh istrinya ini seperti seorang gadis. Sebab tak terlihat bahwa ia telah melahirkan.


“Hem," Tree merasakan angin sepoi-sepoi menerpa tubuhnya. Tree memunggungi tubuh pria itu sedangkan Alexis tak henti-hentinya mencium rambut hingga tengkuknya.


“Uh, Ale," rintih Tree, sepertinya obat semalam membuat tubuh Tree gampang berhasrat, “Kenapa sayang?" Tanya Alexis saat ini tangannya berada di atas buah manggis sang istri. Meski besarnya tak seberapa akan tetapi tonjolan itu mampu membangunkan si Jon yang suka pilih-pilih.


“Ini di luar,” kata Tree panas dingin.


“Gak apa-apa kok mereka tidak ada yang berani datang ke tempat ini jika kita berada di kawasan ini, aku mau sekali lagi ya Beb, entar malam kita Boboknya sama si kembar di kamar, janji deh si Jon kagak cari sinyal."


“Benarkah?” Tree membalikkan tubuhnya hingga menghadap sang suami yang tengah bertelanjang dada dan pria itu menggunakan kain pantai menutup bagian daerah bawah pusarnya, “Kemana baju mu?” tanya Tree.


“Aku ingin berjemur agar tubuh ku tidak pucat Beby," kata Alexis, pria itu menarik wajah sang istri ke dadanya yang berotot, tangan Tree kali ini tidak sungkan-sungkan meraba lengan berotot itu dengan nakal, sungguh seksi pria ini batin Tree terpesona.


“Kau mengelus tubuh ku seperti itu membangunkan si Jon loh, sayang," kata Alexis khas suara beratnya.


“Heh, kau benar benar kucing nakal, beb," kata Alexis langusung menarik tengkuk Tree ******* bibir wanita itu dengan perasaan dan penuh hati-hati.


Karena rasa sudah mulai tersambut tanpa mengungkapkan Tree mengalungkan tangannya di leher sang suami, mereka berciuman dengan saling mengimbangi, bahkan saat ini mereka seperti dadar telur di atas penggorengan di bolak balik hingga yang nulis pun gerah.


Alexis menarik ****** ***** sang istri. Ia memasukkan kepalanya ke dalam daster sang istri yang kedodoran, tangannya menarik BH berbentuk segitiga milik sang istri lalu ia memberikan ciuman yang menggairahkan tanpa melepaskan baju, “Oh Ale, stop... Uhhhh," rintih Tree.

__ADS_1


lalu tanpa persetujuan lagi menyatukan dirinya dan sang istri, meski tidak melakukan hubungan sampai awut-awutan akan tetapi mereka saling mendorong memberi dan meminta sebuah kepuasan.


Alexis mendudukkan sang istri di atas pangkuannya membimbing sang istri agar nyaman melakukan tugasnya.


“Sayang, berdiri di pinggir sana seperti nya asik," kata Alexis melepaskan penyatuan itu.


Tree merasakan ke tidak relaan ketika Jon melepas diri, ia seperti terhipnotis mengikuti akan sang suami untuk mencari sensasi baru.


Kaki kiri Tree mengalung di antara besi pembatas kapal tersebut dan dengan sekali hentakan Alexis melesatkan miliknya dari belakang.


Ohhhhh... Rintih Tree ketika merasakan penuh di bawah sana, Alexis semakin bersemangat memompa tubuhnya dari belakang, ia tak peduli jika seseorang memergoki mereka, yang jelas ia hanya merasakan dunia ini hanya miliknya dan sang istri.


“Mama!” Teriak Em di bawah sana melambai-lambaikan tangannya pada sang ibu.


“Jangan syok Beby, mereka tak bisa melihat jelas dari bawah,” bisik Alexis ketika kaki kiri Tree turun. Alexis semakin mendekatkan tubuh mereka, jika dari bawah ia seperti film Titanic dengan sang istri padahal di atas ia lagi jungkit-jungkit.


“Ale, ada anak-anak,” bisik Tree wanita itu ingin melepaskan penyatuan mereka. Akan tetapi Alexis menyodok dengan kencang hingga wanita itu memekik kelimpungan.


“Hay sayang,” Alexis tanpa bersalah melambaikan tangan ke arah si kembar.


“Papa," El melompat-lompat, “Aku mau ke papa,” lari bocah itu.


“Papa,” El yang sampai duluan, “Oh sayang papa!” Alexis mengangkat tubuh kecil El ke langit hingga bocah kecil itu tertawa renyah.


“Papa Em juga mau," si gadis kecil menarik-narik sarung pantai di papa, seketika jantung bapak dan ibu si kembar itu hampir melompat.


“Ia sayang, sini papa angkat,” Alexis menurunkan El lalu mengangkat tubuh bongsor Em.


“Hahahahah... Geli pa, geli,” Em tertawa terbahak-bahak ketika perutnya di cium oleh sang Papa.


“Anak Papa ini sudah acem ya, ayok mandi dulu sayang,” ajak Alexis.


“Mama ayok mandikan bayi-bayi kira ini. Hari sudah mulai sore, besok pagi kapal akan bersandar di pantai Sanur,” kata Alexis.


“Benarkah?" Tanya Tree berbinar.


“Ceritakan tentang mu selama lima tahun ini sayang,” Alexis membawa Em di gendongannya sedangkan Tree menggendong El. Dua anak itu diam mendengarkan cerita sang orang tua.


“El dan Em lahir di Bali, aku tinggal di Bali tepatnya di pantai batu bolong," Cerita Tree.

__ADS_1


“Apah! Setelah mencari mu kemana-mana aku juga menetap di Bali. Aku punya resort di pantai seminyak," kata Alexis tak percaya pada takdir.


Ternyata wanita yang ia cari berada tak jauh di dirinya selama ini, “Jangan bilang kau kembali dari Bali baru-baru ini?” tanya Alexis, pria itu masih ingat pertemuannya dengan si kembar.


“Ia aku kembali, karena," Tree langsung terdiam. Apakah saat ini aku mengatakan sakit El pada Alexis ya. Batin Tree menimang-nimang.


“Sungguh kebetulan yang aneh honey," kata Alexis masuk ke dalam kamar mandi.


“Apakah kita akan mandi bersama Papa?" Tanya Em girang melihat, “Sayang kamu dimana? Kok belum masuk!” panggil Alexis di dalam kamar mandi.


“Oh ia, ayok mandikan Anak kembar Mama ku sayang,” Tree masuk ke dalam kamar mandi.


“Papa apakah sudah siap air panasnya?" Tanya Tree pada Alexis.


Mendengar sang istri memanggilnya papa seluruh tubuhnya seperti kempes lalu tertiup seketika.


“Sudah sayang ayok kita mandikan para bayi kita. Biar El papa yang mandikan dan Em Mama yang mandikan ya,” kata Alexis menukar posisi.


Alexis membuka baju El, seketika matanya memandang sebuah kalung yang berbandul sebuah cincin, tangan Alexis bergetar menyentuh cincin itu “


‘XU.Ale’ seketika Alexis menangis memeluk tubuh El kecil.


^^^To Be Continued ^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini

__ADS_1


__ADS_2