Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Kami anak Haram?


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘


...----------------...


...----------------...


Aston begitu kaget hingga tubuhnya mundur dan tak lagi berusaha memeluk Tree.


“Apa maksudnya ini Sayang? Apakah kau telah menikah? Siapa pria yang berani menikahi mu?” tanya Aston begitu syok serta kemarahan mulai tersulut.


Pria itu beranggapan Tree menikahi duda memiliki dua anak. Hati pria itu berdarah. Gadis yang ia cintai dimiliki pria lain adalah mimpi terburuk baginya.


Tak sedikit pun Aston beranggapan Tree istri Alexis sebab jika Tree menikah dengan seorang pria kaya penampilannya tak akan seperti ini.


Ini tidak boleh terjadi. Tree hanya boleh menjadi milikku. Apapun alasannya, tidak ... tidak tidak Tree milikku seorang akan ku lenyapkan siapapun yang berani memiliki kekasihku. Batin Aston bergemuruh.


“Anak haram mana yang kau pungut sehingga membuatmu yang rusak ini menyebut mu ibu. Padahal dari takdirmu kau tak pantas di panggil ibu,”


“Putra putriku bukan anak haram, Meski kami miskin kami hidup cukup tanpa mengemis dari kamu,”


Meski mereka terlahir dari kesalahan ku yang tak menahan diri dari godaan nikmat, biarkan dunia mengatakan anak haram dia bukanlah anak haram. Karena aku melahirkan mereka dengan penuh cinta kasih dan tiada rasa sesal di hati. kata Tree yang hanya mampu ia bisikkan dalam hati.


“Memang ya, level hidup manusia itu pasti di kumpulkan dengan kodratnya. Seperti kamu rakyat sampah di kumpulkan dengan sampah juga,” cemoohan Nyonya Mentari.


“Bunda!” bentak Aston mulai tak sabar.

__ADS_1


“Diam kau Aston. Buka matamu lebar-lebar. Dia ini tak pantas untuk mu, semua yang menempel di tubuh wanita ini sungguh menjijikkan, pembantu kita aja jauh berkelas dari dia. Jika kau memiliki Wanita sekelas dia, martabat kita akan tercoreng para pembantu tak akan pernah menghormati kita yang ada kita di injak-injak dan di hina hingga ke tujuh turunan,” hina nyonya Mentari.


“Anaknya pasti anak haram itu. Dia pungut di tong sampah!” tambah nyonya Mentari tanpa perasaan.


Brakkkk... satu tendangan langsung melayang ke udara. hanya sekejap mata ibu Aston itu telah terkapar di lantai dengan lehernya di cengkram oleh wanita itu.


Mulut ibu Aston itu menganga serta matanya melotot. Sedangkan Aston yang menjadi putranya tak membela, ia masih tak percaya wanitanya di miliki pria lain. Ini mimpi paling buruk setelah kehilangan Tree tanpa kabar selama 5 tahun lamanya.


“Dengarkan baik-baik. Aku tidak mandul, dua anak itu aku lahirkan sendiri dengan susah payah dengan cintaku yang besar. Jadi jaga mulutmu sebelum kau sumpal menggunakan sandal suwalo yang aku pakai saat ini!” ancam Tree melepaskan cengkraman di leher Nyonya mentari.


Uhuhuk... Uhuhukk...


“As... Aston," panggil nyonya Mentari. Akan tetapi Astonnya terduduk di lantai mendengar pengakuan terakhir gadisnya.


“Itu tidak mungkin karena kau memang mandul ja•lan kecil. Lepaskan aku sekarang juga!” nyonya Mentari meronta di bawah Kungkungan Tree sebab tangannya di tekan oleh kedua tangan Tree begitu kakinya di tekan oleh kaki ibu si kembar itu.


Sekarang ibu Aston itu tidur di bawah kaki Tree.


“Sayang, kau jujurlah padaku. Katakan pria brengsek mana yang kau lahirkan anaknya?” Aston menarik tubuh Tree tanpa membangunkan ibunya yang terkapar seperti cicak mati di lantai.


Meski tak di pukul wanita itu merasakan sakit di leher, kedua tangan dan kakinya.


“Sudah Aston, mari kita pulang buat apa masih mengurusi hidup wanita sialan ini. Paling dia melahirkan anak haram," wanita itu berdiri sambil berkata-kata kejam tiada jera sedikitpun.


“Kami anak Halam?” tangis El pecah.


“El, Em?" ucap Tree langsung membebaskan dirinya dari Aston.


“Apakah beneng kami hanya anak halam, Ma?" tanya El sekali lagi.

__ADS_1


Tadi mereka di bawa oleh Aexis, tapi dengan kecerdikan kedua bocah keturunan orang hebat itu bisa lolos dari sang ayah. Sebab pantang bagi mereka untuk meninggalkan sang Mama sendirian.


“Apakah karena kami anak harap sehingga nenek lampir itu menyakiti, Mama?” tanya Em, kedua bocah itu memanglah tahu kata anak haram sebab tanpa sepengetahuan Tree, mereka sering di ejek anak haram oleh teman-temannya di sekolah karena tak punya ayah.


Seketika tangis Tree pecah merenggut tubuh kecil kedua buah hatinya. Kedua anaknya tak seharusnya


“Bernai kalian menghina anak ku anak Haram!” tekan Alexis sangat mengerikan.


^^^To Be Continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Rekomendasi Novel :


Sambil nunggu Eneng Tree up kepoin karya kawan nyai nih 😘❤️

__ADS_1



__ADS_2