Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Telpon Mommy Qiana


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



Meninggalkan keadaan El yang malang semakain buruk...


Di lain tempat seorang pria tengah termenung di kursi belakang mobilnya. Tangannya menggenggam sebuah kartu yang di berikan oleh anak kecil tadi.


Kenapa aku masih memikirkan bocah tadi, bukanya dia sudah di bawa oleh bapaknya. Bagus dong sekarang ia punya bapak. Tapi kenapa aku ingin membunuh bapaknya lalu ku ambil anak itu ... Aduhhh Alexis... Batin Alexis frustasi.


Ayolah Alexis jangan mengada-ada. Kenapa otakmu sudah mulai edan, lupakan anak kecil tadi. Batin Alexis semakin gusar.


Tadi ketika Alexis mengguncang tubuh El ada seorang pria yang mengambil tubuh bocah itu, dan mengaku kepada Alexis bahwa ia adalah ayah si bocah.


Siapa lagi kalog bukan si Flexi si juragan unta mewarisi semua unta-unta bapaknya yang tengah pindah ke Mesir agar lebih dekat sama para unta.


Pasti bocah itu korban broken home. Maka itu ia ingin ayah baru. Emaknya janda karena adanya anak pasti punya bapak nah dia datang ke sini mengunjungi bapak kandungnya. Batin Alexis tetap berasumsi.


Sittttt .... umpat Alexis ia menendang kuris kosong didepannya...


“Sialan bener kau Lex, kau mengangetkan ku yang tengah istirahat ini. Untung jantungku kuat, jika tidak bisa mati penasaran aku. Sebab sudah empat tahun lamanya aku puasa makan apemnya para janda. Mana janda-janda ku pada nikah lagi, sepertinya aku perlu pergi ke kecamatan nih," kata Star frustrasi.

__ADS_1


Seperti yang Alexis katakan 4 tahun yang lalu, jika Fren dan Star belum menemukan wanitanya ia wajib tidak mencari pasangan atau berhubungan ranjang. Itu semua sudah menjadi peraturan yang Alexis tetapkan.


Fren mengingkat perasaan dengan cara mengikuti si bos ke Bali, sedangkan Star menjadi direktur rumah sakit cabang WU internasional yang di beri nama Rumah sakit karang kredit.


Empat tahun hidup di Bali membuat mereka mencintai pulau Dewata itu maka dari itu tiga sekawan itu memulai membangun kerajaan bisnis mereka disana.


“Kau mau apa ke kecamatan, Star?" tanya Fren serius.


“Bukan. Aku mau melakukan sensus," tukas Star.


“Mau bagi-bagi sembako kamu bro?" tanya Fren heran dengan tingkah ajaib sahabatnya itu.


“Mau mendata spesies janda dan istri orang yang perlu belain, Fren. Kepala atas dan bawahku cenat cenut tak karuan," kata Star santai.


Plak... satu pukulan tempat di lengan star. Pelakunya adalah Fren.


Pria itu memasukan kartu di tangannya ke dalam jas. Lalu merogoh ponselnya di saku celana sebelah kiri.


Pria itu dengan malas melihat siapa yang tengah menelpon. Tiba-tiba matanya terbelalak ketika melihat layar ponselnya tertulis Mommy Qiana cealing...


Entah kenapa tubuh Alexis langusung menegang tak karuan.


Kenapa perasaan ku tidak enak ya? Batin Alexis, akan tetapi pria itu langsung mengangkat panggilan tersebut. Siapa sih yang berani mengabaikan telpon sang ibu ratu.


“Halo, Mom," jawab Alexis.

__ADS_1


“Kau sudah nyampek Lex?” tanya Mommy Qiana di sebrang sana.


“Ia, Mom,” jawab Alexis.


Semua orang tau jika Mommy Qiana ingin mengetahui dimana anak-anak nya berada maka hanya hitungan menit ia langsung mengetahui keberadaan anak anaknya.


“Kumpulkan semua gigolo yang berkerja di club malam mu semua tanpa terkecuali, terutama yang bertugas 5 tahun silam.” kata Mommy Qiana to the poin.


“Gigolo di club ku banyak yang pensiun Mom, ada yang karena sudah tak laku, ada yang pensiun karena punya tambatan hati ada juga yang sudah mati, apa mereka juga akan di bawa ke hadapan Mommy?" tanya Alexis.


“Semua Bawak Alexis, jika yang mati bawak semua keluarganya," kata Mommy Qiana.


“Lah, mayoritas gigolo ku gelandangan Mom, bagiamana ini?" tanya Alexis.


Astaga apa Mommy ingin berpalinglah dari Deddy sehingga beliau mau memilah senjata pamungkas para gigolo ku untuk ia pelihara? Aku tak akan biarkan ini terjadi, aku takut Deddy ngamuk lalu membakar habis club kesayangan ku itu. Batin Alexis.


“Mommy tida mau tau, Mommy mau mereka ada di markas besar kita satu jam lagi, jika tidak kalianlah yang aku kebiri,” ancam Mommy Qiana.


“Ba... baik Mom," jawab Alexis gagap. Alexis melihat ke samping yang tiba-tiba senyap tiada satupun celoteh tengil dari pria matang yang belum punya istri itu.


“Kalian tau harus apa kan?” tanya Alexis lalu di angguki kepala oleh dua pria itu.


Ada apa ini Tuhan... Kenapa perasaanku gak enak ya??? Batin Alexis.


^^^To Be Continued ^^^

__ADS_1


Sambil nunggu Eneng Tree up yuk mampir di karya kawan nyai yang satu ini ❤️...



__ADS_2