
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
“Apa ini?” tanya Alexis ketika melihat sekantong makanan kucing di bawa oleh asistennya ke dalam kamarnya.
“Ini makanan kucing alias nasinya kucing bos,” terang Fren dengan nafas tersendat-sendat akibat menjadi kuli panggul makanan kucing seberat 50 kg itu.
“Kenapa kau membeli makan kucing?” tanya Alexis memicingkan matanya.
“Ini sesuai dengan permintaan mu, tuan,” kata Flexi tak habis pikir dengan tuan nya itu.
“Kau menyuruhku memakan makanan kucing ini, heh? Huhuhuhu... tega bener punya sahabat yang memperlakukan kawan seperti kucing," kata Alexis sambil menangis sesugukan di ujung ranjang. Entah ke apa suasana hati Alexis melow.
“Lah nasi kucing itu kau yang akan memakannya?” tanya Star mendekati sahabatnya perlahan.
Sepasang sahabat Alexis itu tak menyangka Alexis bisa menangis gara-gara nasi kucing.
Seketika Alexis mengangguk seperti anak kecil.
Astaga si Axis kenapa tuhan? Apakah nasi kucing yang di maksud Alexis ini adalah nasi yang di aduk dengan kepala ikan yang sudah di hancurkan. Batin Fren.
Apakah yang mengirim santet kepada Alexis menggunakan media kucing? Sehingga si Alexis berperilaku seperti kucing? Batin si Star juga bertanya-tanya.
“Kenapa kalina bengong? Fren sana kau ke cleaning servis, suruh dia membelikan ku nasi kucing. Mereka pasti tau,” perintah Alexis tak sabaran.
“Jangan lupa, kau bilang sama mereka tambahin sambal setan," tambah Alexis.
Fixs, si Alexis ini tengah kesurupan, sampek ke sambel setan segala, Batin Star yang mulai parno.
Tok... Tok... Pintu ruangan Alexis di ketuk dari luar.
Fren membuka pintu, seorang cleaning servis membawa sebaskom buah-buahan yang tadi Fren beli. Saat si buah sudah steril siap di konsumsi.
“Tunggu dulu disini," kata Fren mengambil buahnya lalu masuk ke kamar si bos.
“Ini buahnya Lex!" kata Fren meletakkan buah di depan Alexis.
“Thank, bro," ucap Alexis yang mulutnya tengah mengunyah kulit jeruk, tak lupa masker menempel di hidung pria itu.
“Baiklah, aku mau memberikan uang kepada cleaning servis dulu sambil mau ngasik makanan kucing ini,” Fren mengambil uang di dalam dompetnya sebanyak 1 juta lalu membawa makanan kucing itu ke luar kamar.
“Ini uangnya, belikan tuan nasi kucing," perintah Fren setelah meletakkan makanan kucing.
__ADS_1
“Maaf tuan, uangnya kebanyakan, satu lembar ini begitu banyak kembaliannya,” kata si cleaning servis ragu-ragu.
“Memangnya berapa harga nasi kucing?” tanya Fren dengan mata memicing.
“Lim... lima ribu perporsi jika ada tambahan sambal setan 7 ribu tuan muda,” kata si cleaning servis, keringat di dahi cleaning servis itu bercucuran seperti habis memakan sambel setan semangkok.
“Hah, semurah itu?” tanya Fren tak percaya.
“Ia tuan muda,” jawab si cleaning servis.
Fren memijat keningnya yang tiba-tiba terserang migran, “Pokok nya kau harus membeli nasi kucing VIP yang harganya 1 juta, harus steril dan aman di konsumsi manusia. Ini ongkos untuk kamu 1 juta," Fren menambahkan uangnya.
“Oh jangan lupa kau bawa saja itu makanan kucing, sedekahkan makanan kucing ini ke seluruh kucing jalanan yang kau jumpai, agar arwah kucing tidak merasuki manusia,” kata Flexi asal.
“Baik tuan muda,” Setelah itu si cleaning servis langusung pergi meninggalkan sang bos.
“Dari harganya saja bisa terlihat jika nasi kucing ini hanya berlauk pauk kepala ikan, seperti makanan kucing pada umumnya,” gumam Fren memasuki kamar Alexis.
“Tapi, mudah mudahan bukan Nasi berlauk kucing,” tambah Fren.
....
....
Sedangkan di dalam kamar.
“Aku mau memeriksa dulu keadaan mu, Axis,” kata star mengeluarkan alat kesehatan miliknya.
“Aman," kata pria itu.
Kedua, mengecek detak jantung dan perut pria itu, “Semuanya aman, bro,” kata Star.
“Thank bro, mungkin tadi aku mual, karena semalam aku tak bisa tidur serta lupa makan malam juga,” jelas Alexis.
“Bisa jadi itu," kata Star, pria itu menyingkirkan peralatannya lalu mengambil pisau, mengupas mangga di samping Alexis yang tertidur.
“Bro, kulitnya jangan di buang, kumpulin. Rasanya enak ini," kata Alexis mengambil kulit mangga itu lalu mengunyahnya.
“Kulit buah itu untuk di buang Lex, kau memakannya, isshhhh... kau aneh banget," Star berdecak lalu mencoba rasa kulit mangga tersebut.
Cuihhh... Star pergi ke kamar mandi, membuang kulit mangga yang pahit di wastafel.
Cuiiiirrrr... Bunyi air dari kran, Star mencuci wajah hingga membasahi kepalanya, padahal ini masih pagi, pria itu ingin berfikir dengan jernih.
Ada apa dengan Alexis? Aku sampai tak percaya dengan perubahan Alexis. Bagiamana pun keadaan Alexis orang luar tak mengetahui ke adanya. Batin Star memandang pantulan dirinya di cermin.
“Lex, seperti nya Indra perasa mu bermasalah, jelas-jelas makanan itu, sampah,” protes Star keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
“Fren, tiba-tiba aku ingin kamar ini berwarna pink, jangan lupa beli Essen figur berbetuk bebek harus bergelantungan di kamar ini, " kaya Alexis sambil mengunyah nasi yang terbungkus daun pisang dengan lahap, tanpa menggunakan sendok.
Fren memutar lehernya ke arah Star. Star yang begitu syok dengan permintaan aneh tuan mudanya berusaha tenang ia langsung menormalkan ekspresi kembali ke semula.
Star menganggukkan kepalanya, “Baiklah, apa yang kau inginkan lagi?" tanya Fren hati-hati, dalam hati Fren pun komat kamit berdoa agar sang bos tak lagi meminta hal aneh.
“Kapan proyek Resort yang ada di Bali akan di mulai?” tanya Alexis.
Sesaat kedua pria itu mengelus dadanya serempak.
“Tiga bulan lagi?" ujar Fren.
“Siapkan semua nya ketika resort itu di mulai, aku akan stay di sama hingga resort selesai di bandung, seperti liburan yang tak sempat aku lakukan bertahun tahun lamanya,” kata Alexis.
“Baiklah bos, apapun untuk mu," kata Fren, kedua pria itu setuju Alexis liburan, siapa tau pria yang mendadak aneh ini butuh Healing.
“Kalian ingin bergabung sarapan dengan ku?” tawar Alexis yang telah menghabiskan setengah makanan porsi besar di depan matanya.
“Oh, tidak, aku mau mencari tukang interior untuk merenovasi kamar ini,” kata Fren pergi dari kamar itu.
“Aku memeriksa laporan kesehatan mu Alexis," kata Star sebelum di tawari oleh si bos.
Star membuka aplikasi Google. Pria itu mengetik, APA TANDA-TANDA ORANG TERJANGKIT SANTET?
Tak menunggu waktu lama, begitu banyak ulasan muncul, Star memencet ulasan yang berada paling atas.
Ciri-ciri orang terkenal santet sebagai berikut:
Mual..
Mencret..
Bertingkah aneh...
Lupa daratan dan lautan..
Muntah darah dan paku...
Mati setelah kejang.
JIKA ANDA BERMINAT MENGHILANGKAN SANTET, SILAHKAN KLIK LINK DI BAWA INI, KUSUS BULAN AGUSTUS DISKON 40%.
Star menekan wab site itu, lalu mengorder online penangkal santet untuk si bos.
Nah ayooo... Kenapa ya Abang Alexis nih🤭🤭
^^^~To be continued.^^^
__ADS_1
Rekomendasi Author: