Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Ada Apa Dengan El?


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘


...****************...


“Kau wanita pertama yang mampu memasuki ruangan ku yang kosong,” kata Alexis. Aku belum mampu mengatakan rahasia ku karena aku takut kau menjauhiku menganggap semua ucapan cintaku berasal dari obsesi ku atas tubuh mu. Memang awalnya aku menganggap kau hanyalah sebuah opsesi ku, sayang. Akan tetapi semenjak aku bertapa selama 5 tahun aku merasakan apa itu kerinduan. Dari Lubuh hati yang yang paling dalam menetapkan kau adalah rumah ku, rumah untuk berteduh, rumah untuk menyandarkan si Jon dan rumah untuk menghabiskan masa tua ku ini. Kata Alexis dalam hati.


“Terimakasih sudah menolong ku kala itu Ale, selepas kenyataannya kau adalah ayah si kembar tapi kau menolong ku sesuai peri kemanusiaan. Aku tak tau jika seandainya anakku berpulang ke pangkuan tuhan, apa yang ahrus aku lakukan! Aku tak mampu hidup hingga saat ini. Si kembar bagi ku tumbuhan hijau di bumiku yang gersang, aku tak pernah menyalahkan mu atas hadirnya si kembar, karena mereka adalah pelita hatiku,” kata Tree.


Jika saat ini aku tak punya si kembar mungkin raga dan batin ku masih insecure karena aku bukan wanita sempurna, di usia ku masih muda aku datang ke rumah sakit satu ke rumah sakit lain hanya untuk memastikan kesuburan ku. Kau juga ambil adil dalam ke ajaib ini Alexis dan aku tak pernah membenci mu meski sedikit kecewa bapak si kembar playboy, semenjak aku siap menerima mu aku juga sudah siap jika ada wanita lain yang sama dengan ku yang membawa bibit mu yang topcer itu. Dan aku disini bertahan dengan tujuan hamil lagi anak mu. Jika dulu kau mampu membuahi ku di tanah ku yang gersang aku yakin kali ini akan berasil lagi. kata Tree dalam hati.


Suami istri itu belum terbuka 100% seakan ada tembok besar memisah antara keduanya hingga nyai yang menjadi dalang di cerita ini ingin memegang palu untuk menghancurkan tembok pemisah itu, cuma sayang palunya di Bawak bapak nukang.


“Ternyata takdir tak bisa di beli ya sayang," kata Alexis mulai anu.


“Kenapa?” tanya Tree bingung.


“Jika bisa aku beli. Akan aku beli takdir itu karena aku ingin kembali ke waktu itu, mengunci segala pintu kamar ku agar kau ada di samping ku sampai pagi, aku yakin setelah malam itu kita akan jauh lebih bahagia dengan pernikahan yang manis pula." kata Alexis, pipi Tree memerah.


“Jika itu terjadi kau belum bisa menerima ku karena sifatmu yang playboy aku belum tentu bahagia denganmu. Begitupun dengan ku, hati ku sakit dan trauma dengan orang kaya yang ada aku pasti menolak hidup dengan mu,” karena di hati ku sosok Aston terkunci di dalam sana. sambung Tree dalam hati.


Takdir memang kejam, akan tetapi sebuah takdir itu memberikan yang terbaik untuk umatnya, jika mereka di satukan dari awal bukan cinta yang terlihat melainkan obsesi dan sebuah keterkekangan yang tak mungkin akan menyakiti diri dua kubu masing-masing, tuhan mempertemukan mereka di kala mereka sama-sama siap, maka jangan pernah salahkan takdir karena takdir memberikan yang terbaik sesuai apa yang kita tanam. Ingin lebih baik maka bersiap-siaplah menjadi manusia yang lebih baik lagi.


“Terimakasih telah kembali, entah apa ini juga takdir memberikan musim semi pada kita, yang jelas, aku merasakan begitu bahagia hingga menyeruak di segenap jiwa dan raga ini. Aku mencintaimu sayang,” kata Alexis jujur.


“Ale, kita di pertemukan mungkin sudah waktunya kita menyelamatkan buah hati kita,” kata Tree.


“Maksudmu?” tanya Alexis bingung.


“El, Ale di sa,”


Klontang... Sesuatu jatuh dari kamar pasangan suami istri sehingga Papa dan Mama itu kaget, Tree langsung berlari masuk ke dalam kamar begitupun Alexis.


“Elllllll...," Jerit Tree ketika putranya itu kejang, darah keluar dari hidung, mulut dan telinga bocah itu. Mungkin tangan anak kecil itu sempat menyenggol sebuah gelas yang berisikan air disisi tempat tidur.

__ADS_1


Alexis, lebih dulu melompat mengambil anaknya itu, “Sayang. Putraku sayang kau kenapa nak, jangan bikin Papa panik,” Alexis membawa Tubuh kejang putranya ke lantai bawah di mana sahabat nya berada.


Tok... Tok... Alexis mengetuk pintu kamar Star, “Papa, Eng sakit. Eng tidak kuat, titip akak ya sama Mama, papa halus janji tidak pelgi ke lubang buaya lagi, uhukkkk," darah dari mulut El muncarat.


“Sayang, dengarin papa! El harus sembuh. Berikan kesempatan buat papa mu ini menunjukkan baktinya sebagi papa nak! Papa ingin hidup dengan mu kita baru bertemu, kau kenapa nak, papa mohon bertahanlah!" Alexis tak mampu membendung air matanya.


Brak... Pintu kamar Star roboh di tendang Alexis. Pria yang yang sudah tidur itu begitu kaget pintu kamarnya roboh.


“Kenapa ini Ale?” Satar siap menyemprot dengan amarah sahabat nya Alexis, akan tetapi ketika ia melihat El yang kejang seketika ia berlari menghampiri sang sahabat.


....


....


“ Kenapa ini kakak ipar?" Tanya Fren kebutuhan pasangan itu baru mau masuk ke kamar, mendengar keributan di kamar Star mereka mengira Star hampir di culik seorang Tante girang.


“Kak, titip Em ya! Em sayang Mama mau lihat adek dulu ya," kata Tree yang membawa gadis kecil ke bawah, gadis itu terbangun karena keributan ke dua orang tuanya.


“Huhuhu... huhuhu... El berdarah Ma," Em masih menangis tapi ia tetap berpindah ke gendongan Fren.


“Kita akan berusaha El sehat ya sayang. Em kakak yang kuat gak papa ya sama om Fren dulu," kata Tre memberikan pengertian.


“El kejang lagi Ta, aku mohon tolong anak ku!" Pinta Tree dengan linang air mata, seketika tangis Tree pecah.


“Apah! El,” Samarta masuk ke dalam kamar sepupunya, ia juga syok melihat El yang sudah tak sadarkan diri, “Kak kita harus membawa El sekarang keadaannya kritis," kata Samarta.


Star memang melihat anak sahabatnya itu berbeda wajahnya sedikit pucat, tak menunggu waktu lagi Satar membuka sebuah ruangan Kusus mengobati di kapal itu, untung kapal itu memiliki alat lengkap bak di ruang UGD rumah sakit.


“Kalian di luar dulu, biar aku sama Samarta menangani El,” kata Star serius.


“Tunggu disini ya," kata Tree.


“Sayang kau seperti tidak terlalu kaget dengan kondisi putra kita?” Alexis menarik wajah Tree, pria itu melihat air mata sang istri bercucuran.


“Aku kembali karena ini Ale," kata Tree.


“Apa maksud mu sayang?" Tanya Alexis sedikit bingung.

__ADS_1


“El kita sakit,” kata Tree menangis tergugu, jika kemarin ia kuat maka saat ini ia menjadi seorang istri yang lemah.


Ceklek... Pintu di buka Star keluar dari ruangan El.


“Kalian ada di sini?” tanya Star ketika melihat suami istri itu tengah lesehan di lantai saling memeluk.


“Ale," panggil Star yang ke dua kalinya akhirat mampu menyadarkan keberadaan nya pada Alexis.


“Star! Bagaimana ke adanya El kami?” tanya Alexis mendekati Star tergesa-gesa begitupun Tree, ia sangat ingin mendengar ke adaan El.


“Keadaan El lebih parah, karena kanker darahnya berkembang pesat kita harus segera mengoperasinya!” jelas Star.


“Apah! Kangker Darah?” Seketika tubuh Alexis bak jeli, dunianya seakan berputar dan perlahan tubuh Alexis tak mampu ia topang lagi.


Tuhan kenapa cobaan hidup ku engkau berikan begitu berat? Apa karena aku pria berengsek sehingga hidup anakku menderita.


Apakah pria kotor ini tak boleh bertobat? Apakah engkau akan mengambil malaikat hidup ku di saat aku baru tau keberadaannya.


Akankah pria cacat ini tak pantas bahagia?


Pagi pagi sudah mewek😭😭😭😭


Doakan dedek El ya😭😭😭


^^^To Be Continued ^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥

__ADS_1


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2