
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
Tree tercenung ketika melihat pria memiliki punggung naga itu keluar dari kamar mereka, wanita itu memandang tato Alexis dengan perasaan tak karuan. Seakan nyawa wanita itu habis tergadai.
“Sialan, kenapa kau murahan banget ya jadi perempuan, astaga Tree. Apa tadi itu,” wanita itu memunguti bajunya lalu turun dan berlari ke kamar mandi.
Sedangkan di luar kamar, mata Alexis memerah. Apakah pria yang Tree nikahi adalah ayah dari si kembar? Banyak pertanyaan di benak pria itu.
Alexis yakin jika bukanlah Aston sebab dari pertemuannya dengan Aston tempo hari bisa melihat benang merah di antaranya, Aston itu hanyalah mantan Tree wanita yang selalu ia dambakan di dalam mimpinya.
“Aku tak mau tau, kalian harus mencari informasi tentang suami Tree. Jika ia sudah menelantarkan anaknya hingga si kembar mencari bapak lain aku mau kalian lenyapkan saja orang itu atau berikan dia wanita pengganti Tree, aku tidak akan memberikan wanita ku pada siapapun sebab tuhan dengan susah payah mengembalikan ia kepada ku," Alexis bangun lalu meninggalkan kedua anak buahnya.
Ketika ia telah memegang pintu kamar, kepala Alexis menoleh ke belakang,“Jangan ada yang menganggu ku. Aku tak menerima pekerjaan apapun,” kata Alexis sebelum menghilang di telan pintu kamar tersebut.
“Dimana dia?” tanya Alexis ketika tak menemukan Tree di atas tempat tidur.
Kakinya berjalan ke balkon nyatanya Tree tidak ada disana. Pria itu berputar haluan membawa kakinya ke arah kamar mandi ...
Ceklek....
Pintu di buka terlihatlah seorang wanita tengah berendam dalam bak mandi, Alexis melorotkan Boksernya lalu dengan hati-hati memasuki bak mandi.
“Tu, tuan," gagap Tree ketika merasakan ada ombak di dalam bak mandi tersebut.
“Aku mencari mu, ternyata kau di sini,” kata Alexis dengan suara rendahnya. Pria itu dengan lancangnya langsung memeluk tubuh telan jang Tree tanpa permisi.
“Jangan seperti ini," pinta wanita itu.
“Jangan seperti apa?” tanya Alexis, padahal tangannya langusung menangkap buah manggis wanita itu.
Uhhhh ... rintih Tree.
“Aku suka ******* mu wanita-” kata Alexis mencium leher jenjang wanita itu.
__ADS_1
“Aku datang untuk menyelesaikan apa yang tertahan. Bukannya yang tadi belum selesai. Kepala atas dan bawah ku cenat cenut tak karuan," Alexis menarik tubuh Tree hingga wanita mungil itu berada di pangkuan Alexis.
Sungguh Tree merasakan risih sebab Tower si Jon berenang mengetuk-ngetuk pahanya, “Dia belum bisa tidur sayang. Semalaman ia terjaga terus, bobokin dong," pinta Alexis menarik tangan Tree agar bersay halo dengan sahabatnya.
“Tap,” ucapan Tree langsung tertelan oleh cumbuan Alexis, pria yang memiliki hasrat tinggi itu menyengat tubuh Tree agar hasarat wanita itu ikut berkobar.
Uhhhh.... Uhhhh... rintih Tree ketika Alexis buas meraup kenyalnya buah manggis memberikan tanda di wilayah itu hingga penuh, wanita itu menggelinjang tak karuan.
“Sepertinya aku harus lebih bekerja keras agar adonan ini makin berkembang, sayang,” bisik Alexis memandang gemas buah manggis Milik Tree.
Sungguh nih, jika tidak demi El wanita itu pasti telah menggebuki pria ini hingga Kelenger karena telah lancang mencicipi tubuhnya. Hati wanita itu tak bisa baper atas sengatan cassanova tersebut meski dalam hatinya ia merutuki tubuhnya yang tak bisa menolak.
Alexis menyatukan bibir merek, tangan pria itu menuntun si Jon menemukan sangkarnya.
“Aw, sakit,” rintih Tree.
Apakah tidak ada gerbangnya ya? Bukanya sudah di buka 5 tahunan yang lalu, batin Alexis bingung.
Karena ia tidak ingi ritual ke duanya gagal lagi, pria itu mengangkat tubuh Tree, menarik handuk membungkus tubuh wanitanya lalu membawanya ke atas ranjang.
Di ranjang itu Alexis menidurkan tubuh Tree lalu dengan perlahan ia mengusap buliran air dari tubuh mereka secara bergantian.
Tree ingin menarik selimut akan tetapi dengan sigap Alexis membuangnya ke bawah, lalu menindih tubuh Tree agar tak lari dari Kungkungan nya, “Lihat aku," pinta Alexis memandang tubuh polos wanita yang telah bercorak akibat ulahnya.
Sungguh tubuh wanita itu bagaikan magnet yang kuat untuk jiwa dan raga Alexis.
“Sakit,” rintih Tree ketika di bawah sana Alexis memulai proyek pengecoran untuk mendirikan towernya yang gagah, bahkan wanita itu menelan air liurnya ketika melih si Jon yang dulu pernah menitipkan benihnya di dalam perutnya tenaga mencari lubang buayanya.
tak henti-hentinya ia berdoa di dalam hati, semoga sekali bercocok tanam ini langsung membuahkan hasil. Tak peduli di hujat oleh reader karena nuna Nunu tanpa ikatan asal elnya hidup sehat bersamanya, memakan paku pun Tree iklas.
Dalam hati kecil wanita itu juga menginginkan Alexis tau bahwa si kembar adalah benih super pria yang tengah bercocok tanam di atas tubuhnya itu.
Bles... Jon sudah berhasil mengebor lahan, Alexis pun memejamkan matanya, merasakan nikmatnya menyatu dengan wanita yang ia inginkan. Air matanya menggenang di dalam pelupuk matanya.
Rasanya masih sama seperti dulu, ketat dan sempit. Batin Alexis terharu.
Begitu pun mata Tree juga berair, karena sakitnya seperti di robek, “Sakit ya, Sory,” bisik Alexis, tangan pria itu mengusap air mata Tree.
Pria itu menggerakkan tubuhnya maju mundur, meliuk liuk hingga mengobrak abrik pabrik milik Tree. Ruangan yang dingin pun semakin panas.
__ADS_1
Puas gaya atas ia membalik Tree menusuknya dari belakang, dengan gaya dorong-dorongan anak tangga..
60 menit kemudian...
“Tuan,”
“Panggil aku, Deddy honey,” kata Alexis mempercepat laju pengecoranya yang semakin lama menbuat panas membara.
“Deddy, ampun dengkul ku sudah tak kuat,” rintih Tree, wanita itu tak menyangka jika stamina Alexis macem kuda liar kurang sajen..
“Ok, kita main samping. Si Jon belum kenyang, ini" kata Alexis memindahkan posisi tubuh nya ke samping menyerang Tree hingga wanita itu tak sadarkan diri.
Sedangkan Alexis yang tengah kerasukan entah kapan berhenti melakukan nya wanita itu tidak tau.
“Aku sampai honey," kata Alexis menghentakkan pinggulnya hingga si Jon memuntahkan laharnya yang panas.
Cup, Alexis menarik tubuh Tree kedalam pelukannya, “Cupp.... Terimakasih sayang,” Bisik Alexis sebelum mengejar mimpi indah wanitanya.
....
....
Sore menjelang malam, Alexis terbangun dari tidurnya, yang pertama yang ia cari adalah wanitanya, akan tetapi si wanita tak ad di ranjang sebelah. .
“Dimana dia?” tanya Alexis bingung, buru-buru ia turun dari tempat tidur, akankah wanitanya pergi jauh meninggalkan nya lagi???
^^^To Be Continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
__ADS_1
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini