
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
Hari ini Tree gitu berseri-seri karena mendapatkan hoki. Wanita itu semakin bahagia karena kondisi si kecil El membaik, bahkan anak itu bisa berlari seperti biasanya.
Pagi-pagi sekali ia berpamitan kepada Mommy Qiana untuk pindah ke kota H bersama anak-anak serta Samarta.
Awalnya Mommy Qiana tidak setuju akan tetapi ibu dari si kembar itu ngotot ingin ikut adil pencarian bapak si kembar tanpa ia memberi tahu bahwa Tree akan berkerja.
Karena semalam Mommy Qiana juga belum menemukan DNA yang cocok dengan kedua cucunya mau tidak mau wanita itu mengizinkan Tree agar putirnya itu tidak khawatir kepanjangan, dengan catatan Samarta hanya wajib mengurus si kembar dan Hepi menjadi penjaga mereka.
....
....
Hotel WU internasional cabang kota H.
“Sayang, Mama pergi kerja dulu ya," pamit Tree kepada kedua buah hatinya yang tengah bermain di atas ranjang.
Karena acara pindahan wanita itu begitu mendadak, mau tidak mau mereka harus tinggal di hotel untuk sementara.
“Kenapa bunda halus kelja?" tanya El.
“Isssshhhh, El, Mama kan sudah bangkrut, mau tidak mau mama harus kerja. Ma, bisa tidak kita jualan saja, aku mau sama Mama terus," kata Em bijak.
“Mama di lumah aja, biar Eng aja kelja, kan Eng laki-laki," kata El menggenggam tangan sang ibu.
__ADS_1
Ada rasa haru menyengat di jantung wanita singel itu, “El, harus belajar bicara dengan benar agar bisa di terima kerja serta tubuh El harus sehat, kuat dan tinggi. Dan untun Em, nanti kalog Mama sudah punya modal kita akan memulai jualan bunga lagi ya, sekarang Mama mau cari modal dulu," kata Tree mengelus surai rambut kedua buah hatinya.
“Nanti sore kita akan datang ke rumah kita lalu besok kita akan melihat sekolah baru untuk kalian,” hibur Tree agar anak-anaknya tak lagi bersedih.
“Benarkah Ma, aku akan sekolah?” tanya Em masih dengan wajah khawatir serta ada guratan sedih di wajah gadis titisan Tree kecil itu.
“Benar sayang, besok Bunda Samarta juga akan ikut sekolah," kata Samarta.
“Lah, unda mau cekoyah sama kita?" tanya El.
“Bunda akan jadi buk dokter di sekolah kalian besok, yang jelas jika kalian sekolah bunda juga ikut sekolah dong," kata Samarta.
Berhubung sekolah itu milik sang ratu Mafia. Samarta dengan mudah menjadi dokter di sekolah itu, ia berjanji akan stay mengurus si kecil agar keadaan El selalu terpantau.
Mendengar Samarta ikut sekolah wajah sedih yang ada di wajah ke dua bocah kecil itu langsung sirna. Hanya wajah bahagia lepas seperti anak-anak pada umumnya, “Ye ye .. ye... besok sekolah...,”
“Ta, titip ya," kata Tree.
“Serahkan semuanya padaku Tree, nanti sore kita akan pindah ke rumah kita, karena saat ini rumah masih di sterilkan. Bdw, apa benar kau sudah di terima kerja Tree, siapa tau lowongan kerja itu bodong," kata Samarta memastikan.
“Baiklah, apapun yang kau lakukan aku selalu mendukung mu, toh kota ini adalah sekolah kita dulu, kita bernostalgia bukan?” tanya Samarta.
“Terimakasih," Tree memeluk Samarta.
“Jangan bilang terimakasih karena aku mengambil andil atas semua penderita mu selama ini," kata Samarta.
“Suuuutttt... kau membawaku bertemu dengan keajaiban ini Ta, justru aku bahagia karena kau membawaku ke tempat itu sehingga aku memiliki mereka," kata Tree menepuk punggung Samarta.
“Em mau peluk juga,” kata si gadis kecil Em.
“Eng, uga au, eyukk,” susul El.
__ADS_1
“Ayok, kita peluk-pelukan,” kata dua wanita itu.
Dua wanita itu saling memeluk dan akhirnya saling menggelitik dan terjadilah canda tawa, Tree sedikit lega hari ini, karena ia tenang mencari ayah si kembar.
.....
.....
....
Sebuah taksi sampai di sebuah gerbang besar ada sebuah pos scurity di depan rumah yang tak terlihat seperti apa bentuknya, sebab tertutupi oleh pagar yang menjulang.
“Pak benar ini alamatnya?" tanya Tree mematikan.
“Benar nona, coba anda lihat palang itu," tunjuk si scurity.
“Sebentar ya pak, saya mau tanya dulu," kata Tree membuka pintu taksi.
“Baik nona," kata si supir taksi.
“Halo selamat siang Nona," sapa seorang scurity menyapa Tree yang baru baru turun dari taksi tersebut.
Wanita itu sedikit ragu bahwa tujuannya adalah tempat itu, akan tetapi melihat angka 15 di gerbang meyakinkan si gadis untuk bertanya.
Tak lama sebuah mobil Mini Caper berhenti di samping Tree yang berdiri bersama scurity.
“Halo Nona, apakah anda Trea Desmond, pelamar kerja semalam?" tanya wanita itu.
^^^To Be Continued^^^
Rekomendasi Novel keren:
__ADS_1
Sambil nunggu Tree up yuk mampir di karya satu ini...