Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Jangan tinggalkan Tree Kek..


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



“Apa kata anda?” tanya Kakek sambil memegang dadanya.


“Oh, kau belum tau ya pak Desmond. Bahwa ...," Ucapan Nyonya Mentari langsung di potong oleh Tree yang baru turun dari mobil, “Silahkan, kalian pergi dari rumah saya! Dan jangan pernah datang ke rumah saya karena saya telah putus dengan putra anda!” Tree memandang nyalang tamu tak di undang yang membuat keributan di teras rumahnya.


“Oh bagus kalog begitu, berarti kau sadar diri menjadi wanita mandul!” kata Mentari ibu Aston.


“Ap... Ap... Apa!” Wajah Kakek memucat, sedangkan Tree begitu geram terhadap ibu Aston situ.


“Cucu yang kau elu-elukan ini tak lain dan tak bukan hanya seonggok sampah para kaum wanita. WANITA MANDUL!!!” Tekan si nyonya Mentari.


Gedebukkk.... Tubuh Kakek Desmond tumbang.


“Kakek... Kakek...” jerit Tree, Samarta dan Flexi sekaligus, kedua teman Tree itu langsung mengejar sang sahabat setelah keluar dari mobil.


“Kenapa Tree?” Samarta mendekati sahabat nya.


“Ayo kita bawa ke mobil, kita harus segera ke rumah sakit sekarang!" Ajak Flexi.


Ke tiga remaja itu menggotong kakek Desmond dengan susah payah, sedang kedua wanita jahat itu diam mematung melihat kejadian yang tak terduga.


“Ayo kita masuk!" Ajak Samarta....


“Aku mohon Ta, berikan kakek pertolongan pertama. Aku mau bicara sama mereka sebentar saja, dua menit saja!” kata Tree membalikkan tubuhnya.


Plakkk... Satu tamparan Tree layangkan ke pipi wanita paruh baya yang hatinya penuh racun.


“Sialan kau, kuman!” ibu Aston mengangkat tangannya tinggi-tinggi siap membalas apa yang Tree lakukan ke padanya.


Grepp... Tangan itu di tangkap oleh tangan kecil Tree...


“Aw.. Lepaskan... Lepaskan!” rintih Nyonya Mentari. Wanita itu tidak menyangka bahwa gadis kecil itu memiliki kekuatan besar.


“Heh gadis kecil, lepasin Tante Mentari!" Esia siap menjadi pahlawan. Tree langsung menarik ke dua tangan gadis itu lalu mendorongnya hingga jatuh terduduk di atas pangkuannya Nyonya Mentari yang tengah memegang pergelangan tangannya yang sangat sakit.


Brak.... Tree menendang kursi roda itu sangat kuat, sehingga si kursi mundur ke belakang, “Tolong... Tolong... Tree ampun Tree... Ampun...” teriak dua wanita itu yang merasakan guncang karena roda menuruni beberapa undakan tinggi di teras rumah gadis cantik itu.

__ADS_1


Gedebukkk.... Dua wanita itu terjungkal di bawah saling menimpa, beruntung kepala mereka tak terbentur batu sebab halaman rumah Tree di penuhi rumput hijau nan empuk.


Jantung ke dua wanita itu berdetak kencang ketika Tree mendekat dengan mata memerah amat menakutkan. Gadis itu berjongkok di hadapan ke dua wanita ulat tersebut.


“Satu hal yang paling aku sesali di hidupku yaitu mencintai putramu. Aku memang wanita mandul tapi aku tak akan mengemis di bawah kaki mu untuk kau jadikan menantu!” kata Tree menekan punggung Esia sehingga ibu Aston itu kegencet.


“Mana mulut kalian yang menghina ku tadi? Akan ku robek saat ini juga. Anda tidak budek kan nyonya! Dengarkan ini baik-baik, aku Trea Desmond yang kau hina ini dan kau perlakukan sebagai sampah akan memastikan bahwa putramu menderita setelah aku mencampakkannya." Ancam Tree sebelum meninggalkan kedua orang itu.


....


....


“Kek, Tree mohon jangan tinggalkan Tree, Tree akan hidup sama siapa jika Kakek pergi meninggalkan ku!” kata Tree memegang tangan keriput sang Kakek.


Gadis itu akhirnya menumpahkan semua air matanya hingga sesugukan. Sungguh gadis itu sangat takut akan perpisahan.


“Tree...,” panggil Kakek lirih.


“Syukurlah, Kakek sudah sadar!” kata Tree penuh kelegaan.


“Maafkan Kakek jika selama ini belum membahagiakan mu. Kau harus bahagia setelah ini sayang, kau ingat bukan dengan pepatah ini, berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian. Setelah ini kau akan memiliki nasib lebih baik," bisik Kakek, pria tua itu mencium kening sang cucu.


“Kakek bicara apa sih, istirahat dulu kek, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit!” kata Tree. Di depan Samarta menelpon keluarganya, sedangkan si Flexi sedang konsentrasi mengemudi dengan cepat.


Selang berapa menit, tiba-tiba Kakek Tree pingsan kembali, “Kakek, Kakek, sadar Kek, Ada Tree disini, Kek buka mata mu!” air mata Tree semakin banjir.


“Maaf Tree, jalannya macet,” kata Flexi.


“Itu Fle, ada Klinik!" Kata Samarta melihat klinik bersalin di kiri mobil.


“Tapi itu Khusus orang bunting Ta,” kata si Flexi.


“Kakek butuh pertolongan pertama, para medis di keluarga ku akan menjemput beliau di tempat ini," kata Samarta.


“Baiklah!”


Cekittt... roda mobil berdecit, dan karena ia memutar haluan tiba-tiba tanpa sengaja mobil mereka menabrak gerbang klinik bersalin itu.


Gembranggggg....


“Astaga!” semua orang yang berada di klinik itu keluar.


“Sory ya, sekalian, kita memanggil para medis tanpa memanggil kedalam.” kata Felix tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


Ketiga remaja itu keluar dari mobil, “Maaf buk, saya akan mengganti gerbang anda yang baru, tolong Kakek teman saya!" Kata Flexi.


Para medis langsung mengambil brangkar dan mengeluarkan Kakek Desmond dari mobil. Mereka melarikan tubuh tua renta itu ke ruang UGD.


“Flexi, Samarta, aku mohon bangunkan aku dari mimpi buruk ini. Aku tak sanggup Ta, Fel....,” kata Tree berdiri di depan ruang UGD.


“Yang sabar ya Tree, Kakek pasti baik-baik saja kok. Bukannya ia selama ini sehat bahkan kemarin masih bisa bercanda dengan mu di telpon!" kata Samarta menenangkan sahabatnya.


“Eh cengeng! Kau ingin beradu tangisan sama si Tree?” Samarta memukul lengan Flexi yang juga ikut menangis.


“Sialan, kalian tidak lihat dahi ku macem telur busuk dan kau main injak kaki ku ini .... Huhuhu!” tangis Flexi semakin menjadi.


“Eh maaf ya,” kata Samarta melepaskan injakan kakinya, gadis itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Di dalam UGD.


Tubuh Kakek Desmond di tangani dua orang dokter dan dua orang suster, “Dok pasien ini salah satu keluarga WU, kita telah di kabari beliau memiliki serangan jantung akut. Kudis, kurap serta encok berlebihan,” lapor dokter muda pada dokter senior.


“Astaga, kita ini dokter bersalin kenapa harus terjerat dengan keluarga nomer 1 di negara kita ini. Jadi gemetar kaki ini,” gerutu dokter kepala klinik bersalin itu.


“Dok, coba lihat ini!" Kata dokter muda memberikan pergelangan Kakek.


Si dokter langsung memegang pergelangan tangan pasiennya, “Ya tuhan, apa ini akhir dari lisensi dokter kami?” keringan sebesar biji jagung bercucuran.


Tak hanya dokter, ke tiga orang yang menemaninya juga ketakutan hampir pingsan.


“Jaa ... Jam 17.40 waktu negara I bagian barat. Klinik Kelinci percobaan menyatakan tuan Desmond Karamo telah tutup usia di usia 83 tahun,” kata si Dokter setelah itu mereka menutup kepala kakek.


Pihak Dokter belum sempat menangani tubuh kakek Desmond sebab si Kakek telah tutup usia setelah berbicara dengan Tree di mobil.


....


....


Krieek....


“Dok bagaimana keadaan Kakek saya?” tanya Tree langsung menanyakan keadaan sang Kakek.


Si dokter menggelengkan kepalanya, “ Maaf dek, Kakek ini telah meninggal!” kata dokter memberikan tahu Tree.


Seketika tubuh Tree berguncang hingga ambruk tak sadarkan diri.


Selamat jalan Kakek Desmond 😭, ikut sedih ya sama masih Eneng Tree kita 😭

__ADS_1


Jahat banget sih ....🤧


^^^To Be Continued ^^^


__ADS_2