Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Hukuman Untuk Para Pewaris.


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘


...----------------...


Seketika, Ken, Sean, Star, Fren & Fenia (saudara kembar Fren), Leon (adik Ken), Colin (Putra Kanzia), Dina dan Dini (mereka adalah kakak Star) dan tak lupa Samarta . Sepuluh pewaris itu merinding, bak anak kecil di hukum berdiri di pojokan. Semua pewaris di jemput di berapa belahan dunia tempat mereka memulai hidup selama ini, mau yang terlibat dengan masalah ini atau tidak sekalipun.


“Awwwww! Mom," Ken menjerit karena sang ibu menjewernya.


“Mama tak habis pikir pada kalian semua ini terutama kau Ken kau paling tua disini, dan kau sudah menjadi bapak anak 4 masih gak ngaca, hukuman mu adalah tinggal di luar sendiri Aya akan tinggal di Vila 3 bulan lamanya. Tidak boleh mencuri ketemuan!” kata Mommy Qiana memukul bokong putranya.


“Dan untuk mu Start! Kau kami percayakan merawat Alexis malah berani-beraninya kau menyembunyikan keadaannya dari kami. Hukuman mu menikah dengan putri sahabat papamu yang kemarin kita bahas,” Kata Mama Divya.


“Yak, Ma, aku tak mau menikah dengan bocah preman togel!” tolak Star, “Jika menolak maka siap siap kamu mama jadikan Dokter Imponten!” sambung Mama Divya.


“Hehhhh, Fren kau tau salah mu apa nak?” tanya seorang wanita lemah lembut namun menusuk, “Umma,” panggil Fren, “Tidak boy, kau salah. Apa hukuman yang pantas kau terima?” tanya Rana saudara kembar Mommy Qiana itu.


“Bagaimana kita kawin kan saja bujang lapuk ini sayang," celetuk Rafael bapak si Fren, “Saran yang bagus suami ku,” kata ibu Fren itu.


Wajah Samarta pucat, tangannya mencengkram ujung dress yang ia kenakan, “Sepertinya putri dari tetangga besannya Mama mertua masih ada yang nganggur,” kata Umma Rana.


“Stop......!” Fren teriak, “Heh kau teriak nak, ada apa?” tanya Rana, hampir dadanya melompat gara-gara putranya berteriak, “Jangan jodohkan aku, karena aku sudah menikah," kata Fren seketika ...

__ADS_1


Gedebuk... Ibu dari Fren itu pingsan. Papa Fren itu langsung membawa sang istri ke sofa untuk di sadarkan.


“Astaga kalian pembuat ulah nomer 1, dari ekspresi kalian semua sepertinya ini bukanlah sekedar bualan," kata Mama Yumna.


Mereka memeriksa ke adaan Rana yang tak sadarkan diri, “Fren!” panggil sang ibu.


“Umma, jangan seperti itu. Maafkan saya," kata Fren memegang tangan sang ibu.


“Nak, katakan wanita mana yang kau nodai atau kau buntingi, kenapa kau menikah sembunyi-sembunyi seperti itu, apakah kau tak menganggap kami lagi," tangis ibu Fren.


“Istriku ada disini,” kata Fren.


“Siapa? Yang mana orangnya. Semua disini sodara mu, apakah dia anak pembantu kita atau malah kau Menikahi si Sahroni makanya kau nikah sembunyi-sembunyi," brondong sang ibu.


“Bukan Umma, aku Menikahi salah satu sodara ku. Aku mencintainya, dari aku mengenal cinta aku hanya mencintainya, di mata ku hanya ada dia seorang dan maaf jika aku mengambil jalan salah menikahinya tanpa sepengetahuan kalian, yakinlah aku hanya ingin mengikatnya agar menjadi milikku seorang,” kata Fren, seketika ibu Rana melihat sosok Rafael yang mencintainya sekali seumur hidup di diri putranya.


“Jangan bilang kau menjadi suami kedua dari salah satu sodara mu Fren makanya kau menyembunyikan pernikahan mu," tuduh Divya.


“Bukan, istriku hanya milikku," kata Fren seketika semua tetua memandang Samarta seorang, sungguh Samarta benci menjadi perhatian, “Samarta? Sudah berapa bulan nak?" Tanya Mama Diva mendekati sang putri.


“Bulan apa ma?” tanya Samarta.


“Kau kan yang di nikahi oleh Fren? Sudah telat berapa bulan?" Tanya Diva perhatian, Samarta kaget, ia mengira akan di pukul atau di marahi menikah sembunyi dengan Fren nyatanya sang Mama tak menghakiminya.


“Aku tidak hamil ma, aku hanya menikah karena nakal main ke club malam kakak. Kenapa Mama tidak marah?" Tanya Samarta.

__ADS_1


“Buat apa marah nak, kau menikahi pria yang tepat, Mama lega putri Mama menikahi pria yang benar-benar kami kenali mama tak perlu nangis meraung-raung berpisah dengan putri Mama ini. Dan jangan lupa jika kau sudah menikah maka Mommy Qiana sudah tau terlebih dahulu sebelum kalian mengakui kepada kami," kata Diva bijak, wanita itu memandang mommy Qiana yang anteng damai bersahaja.


“Oh menantu ku,” Rana langsung memeluk Samarta sayang, Samarta gadis yang baik dan putranya itu tak salah memilih istri.


“Sudah kah derama Keluarganya, aku harus ke warung bakso ku, nantik pelanggan lari ketika pedagangnya gak ada," kata Leon.


“Astaga Leon! Kau mengambil pekerjaan berapa?” tanya Mommy Qiana. Kali ini Mommy Qiana yang selalu damai pun beraksi.


“Hanya tiga kok Mom, dagang Bakso, tembel ban, Driver online,” kata Leon santai.


Mommy Qiana mengusap wajahnya, “Kau tidak boleh pergi. Seperti dulu, jika ada yang berbuat masalah maka kalian harus siap di hukum tanpa terkecuali, hukuman kalian adalah Pergi ke PPB sekarang juga. Menjadi relawan disana tanpa terkecuali.” kata Mommy Qiana tanpa di ganggu gugat.


^^^To Be Continued ^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥

__ADS_1


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2