Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Hukuman Dari Alexis


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



Siittttt, umpat Alexis ketika pembantunya itu keluar dari kamarnya...


“Sialan, bikin mood ku jelek banget. Mana penampakan si Jon di lihat oleh orang-orangan sawah itu. Gak misterius jadinya, sitttttt,” Alexis semakin mengumpat tak jelas.


Saat ini pria itu dalam mood jelek, bahkan kepala atas bawahnya ingin meledak tapi ia bingung dimana tempat yang pas untuk meledakkannya.


“Mira!!” panggil Alexis...


“Ia tuan, Mira disini tuan!" suara dari sebuah alat yang menyerupai alat pengharum ruangan terletak di dinding kamar pria itu bersuara.


“Suruh pekerja di rumah ini pulang ke rumah masing-masing sekarang juga, aku mau 5 menit dari sekarang mereka sudah keluar dari rumah ku ini. Dalam seminggu mereka di nonaktifkan," perintah Alexis.


“Baik Tuan," jawab Mira asisten Virtual milik pria itu.


Alexis mengambil ponselnya lalu menelpon anak buahnya yang ada di bawah, “Bodrex, kau belikan baju babu yang tengah obral, berikan baju itu kepada wanita yang masuk bersama Mama tadi,” perintah Alexis, lalu pria itu menutup panggilannya sebelum si anak buah membuka mulutnya.


Dengan wajah datarnya pria itu memasuki kamar mandi...


”Ok, Mama. Aku akan menerima mainan dari Mama ini, jika tidak ku ambil maka Mama akan memberikan yang baru. Kita pastikan siapa di antara kita yang menang” kata Alexis di bawah kucuran air dari shower yang menyala, senyum mengerikan terluka nyata di dari bibir seksi pria itu.


.....


.....


Berbeda dengan Alexis yang sibuk menyusun rencana agar pengasuhnya sengsara.


Saat ini Tree tengah mencari orang-orang yang katanya Mama Yumna tadi ada chief di rumah putranya tersebut.


“Kemana orang-orang tadi? Bukanya sebelum naik ke lantai tas aku melihat paman-paman di bawah sini," gumam Tree celingak-celinguk mencari keberadaan calon teman kerjanya.


“Bukannya aku anak baru haus kenalan dulu ya sama senior? Biar akrab gitu," tanya Tree pada dirinya sendiri.


Wanita itu berjalan menyusuri rumah si bos. Hingga melupakan perintah tuannya tadi yaitu memasak.


Ketika wanita itu berada di samping rumah ia melihat sepuluh orang berlari dari rumah menuju ke luar gerbang seakan ada seekor banteng mengejar mereka.

__ADS_1


“Hey ... hey ... hey ... ada apa ini? Tidak ada gempa atau banteng orang lepas kenapa berlari? Oh ia mending aku ikut lari dan tak usah kembali lagi ketempat ini, toh belum di gajih pula," kata Tree ikut berlari menuju gerbang.


Tinggal selangkah lagi kaki wanita itu sampai di gerbang, pintu itu sudah tertutup, “Maaf Nona anda tidak bisa pergi dari sini, semua orang tadi lagi cuti, sedangkan anda tengah bertugas, Nona," kata pria botak seperti Upin.


Masak ia mau cuti harus berlari-lari? Apa segirang itu ya libur bekerja? Batin Tree merasakan aneh dengan situasi ini.


Tree melihat ke arah dua pria botak, satunya masih memiliki rambut itu, “Apakah aku kerja sendiri pak pak Upin Ipin?” tanya Tree.


“Benar, selama seminggu adalah ujian tes untuk kelayakan anda dalam bekerja. Tuan muda akan mengetes seberapa layaknya anda bekerja kepada beliau,” kata si Upin.


Dasar bos arogan... Teganya dia kepadaku. Sungguh aku ingin menggetok kepalanya dengan batu bata agar hilang ingatan. Siapa tau jika ia gagar otak bisa melupakan bahwa hari ini ia memiliki babu yang cantik jelita ini. Omel Tree dalam hati.


Tree melihat penampakan si Upin Ipin di depannya, melihat ada pistol di pinggang ke dua pria itu membuat Tree tak ingin berkomplain ria lagi.


Bos ku ini punya senjata. Apa dia bandar narkoba atau pemilik pabrik pistol ya? Kok aku jadi seram hingga bulu kudukku berdiri sendiri. Batin Tree penasaran, tak urung wanita itu membawa kakinya kembali ke dalam rumah si bos.


....


....


Sepi, hening, kesan horor di dalam rumah membuat Tree langsung berlari ke dapur.


“Aman-aman, tidak ada demit di rumah kosong ini Tree. Tuhan lindungi aku dari siksaan bayi Kingkong di atas sana,” doa Tree sambil mengelus dadanya.


“Halo Ta?” jawab Tree.


“Bagaimana? Apakah kau sudah sampai di tempat tujuannya mu?” tanya Samarta.


“Sudah Samarta cantik," jawab Tree.


“Syukurlah, aku khawatir Tree. Aku takut lowongan kerja mu itu lowongan kerja bodong alias kerja bohongan,” ungkap Samarta.


“Tidak Ta, tempat kerja ku itu ada. Nyonya yang menggunakan jasa ku baik banget,” kata Tree jujur.


Cuma yang harus ku jaga adalah bayi tua. Apa ini bisa ku anggap pekerjaan bodong ya? lanjut Tree dalam hati.


Wanita itu tak ingin membuat sahabatnya khawatir sehingga tak bercerita tentang tempat kerjanya tersebut,“Tree, Tree... jawab Tree," panggil Samarta.


“Eh, ia Ta, sory aku lagi rindu anak-anak. ML sedang apa?” tanya Tree.


“Saat ini mereka tengah bermain di taman. Aku mengawasinya, tadi dia menanyakan mu,” kata Samarta.


“Oh syukurlah, oh ia Ta, aku mintak tolong titip ML dulu ya. Karena selama seminggu aku disuruh bos untuk stay di rumahnya, setelah seminggu aku akan kerja sesuai perjanjian," kata Tree, wanita itu tak mau sahabatnya ke pikiran.

__ADS_1


“Baiklah, asal kau baik-baik saja, serahkan anak-anak kepadaku,” kata Samarta.


“Nona, ini titipan dari Nyonya,” kata si Upin menyerahkan tas kresek warna merah kepada Tree.


Tree langsung mematikan panggilannya. Lalu melihat apa yang di berikan oleh buk bosnya itu, “Astaga nyonya baik sekali,” Tree melihat beberapa potong daster ibu-ibu serta sandal jepit merek Swalow lengkap baju dalaman untuknya.


Tree saat ini memang menggunakan baju formal serta sepatu high heels, maka dari itu ia tak leluasa untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga.


“Pak Upin aku numpang kamar pembantu, boleh?” pinta Tree.


“Silahkan anda bisa menggunakan kamar itu nona," kata si Upin menunjuk kamar tamu, Tree tanpa ambil pusing langsung memasuki kamar tersebut.


....


....


“Aku harus masak sub. Ngomong-ngomong gimana cara masaknya ya?" tanya Tree kepada dirinya sendiri.


Wanita itu membuka kulkas dua pintu, terdapat begitu banyak bahan tapi wanita itu tidak tau bahan-bahan yang ada di sana.


Kira-kira Eneng Tree masak apa ya pemirsa?


^^^To Be Continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Rekomendasi Novel :


Sambil nunggu Eneng Tree up kepoin karya kawan nyai nih 😘❤️

__ADS_1



__ADS_2