
Dihomon baca bab sebelumnya, maaf babnya eror KK🙏
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
“Please, Call Me, Mom!,” bisik Mommy Qiana.
“Dan pria tua yang tak mau di bilang tua ini, panggillah dia, Deddy, sayang!” kata Mommy Qiana menyentuh lengan sang suami.
“Boneka Teddy bear untuk putri bungsu, Deddy” Deddy Taksa memberikan boneka besar seukuran tubuh Tree.
Gadis itu masih menganga melihat kedua orang asing yang mengaku orang tua angkatnya kemarin. Tree tak menyangka pasangan suami istri itu ada di dalam pesawat yang sama dengannya.
Mau tak mau Tree menerima boneka tersebut, “Boleh Deddy dan Mommy duduk dengan mu princess?” tanya Deddy Taksa.
Tree menganggukkan kepalanya sebagai persetujuan. Toh ia hanya menumpang di dalam pesawat itu.
Jika ia tak mengizinkan, siapa tau dua orang asing di depannya menendang tubuh Tree keluar.
....
....
Situasi apa ini? Batin Tree ketika ia duduk di apit oleh pasangan suami istri itu. Rasa canggung sangat terasa di benak sang gadis.
“Kau masih canggung kan dengan kita sayang, sini Mommy akan tunjukkan betapa akrabnya kita dulu!” Mommy Qiana menarik tubuh Tree agar mendekat.
__ADS_1
“Benarkah?" tanya Tree sedikit antusias.
“Benar, sudah dari dulu kami menyukai mu gadis kecil!” kata Deddy Taksa mengelus surai rambut Tree.
Mommy Qiana membuka galeri ponselnya lalu memperlihatkan beberapa gambar dan Video masa kecil Tree. Tree awalnya syok ketika mendapatkan papa mama angkat.
Akan tetapi gadis itu telah melihat surat-surat serta ia telah memiliki tambahan marga WU. Sungguh gadis itu tak menyangka dan masih belum menerima keadaan ini.
“Mom, pria hitam burik ini siapa?” tanya Tree menunjuk sebuah foto kotor seorang anak kecil yang tak menggunakan sehelai benang satupun. Terlihat jelas anak kecil itu habis terkena lumpur.
“Oh, ini Axis keponakan Mommy serta sepupumu. Jangan bilang buluk sayang, dulu kau menangis minta di nikahi oleh bocah ini," kekeh Mommy Qiana.
“Benarkah? Aku tak percaya, mungkin dulu mata ku juling sehingga naksir sama anak burik ini," celetuk Tree tanpa sadar.
“Hati-hati loh sayang, nanti jodoh tau rasa kamu!” kata Deddy Taksa mengacak rambut Tree, sungguh dua orang itu begitu hangat.
Amin-amit cabang bayi! Batin Tree, Mommy Qiana hanya terkekeh dalam hati.
Perlahan kecanggungan Tree perlahan memudar, gadis yang tak memiliki kasih sayang orang tuanya itu menikmati dekapan ibu angkatnya. Hingga gadis itu tertidur pulas.
....
....
NGOOOONNGGG.....
Bunyi kenalpot mobil Marcin ludes membelah jalanan. Sang pengemudi tak menghiraukan apapun, padahal ia saat ini tengah melwan arus. Telinganya seakan tuli ketika ratusan klakson memekik di jalanan.
Pria yang memiliki lebam di pelipisnya tengah menahan amarah. Tangannya mencengkram erat setir pengemudi. pria itu masih ingat kejadian berapa menit yang lalu di halaman rumah Tree kekasihnya.
Flashback ON:
__ADS_1
Bukkk...
“Jika bukan menjalin kasih dengan mu mungkinkah saat ini Tree hidup bahagia dengan Kakek!” kata Flexi tak memberikan kesempatan untuk Aston melawannya.
“Apa yang kau maksud bajingan kecil!" umpat Aston tak terima di pukul oleh anak kecil yang masih bau popok.
Aston menangkap tangan Flexi. Karena kekuatan Aston begitu besar sehingga dengan mudah ia mengembalikan posisi.
Jika tidak butuh jawaban dari bocah di depannya, mungkin Aston sudah menembak mati bocah lancang tersebut.
“Kau lihat aja baik-baik, k-e-p-a-r-a-t! Dalam ponselmu sekarang, karena aku telah mengirim sesuatu saat ini juga,” Flexi memperlihatkan ponselnya sekilas.
“Aku tau dua iblis itu telah menyogok semua anak buah mu tapi cerita ini bukan cerita di channel ikan terbang, yang mana pemeran utamanya di tindas oleh mertua tanpa sepengetahuan sang suami. Kejadian penindasan itu di ketahui di akhir kisah oleh si pemeran antagonisnya!" Flexi sengaja menyalin video dari CCTV mobilnya lalu mengirim salinan kepada Aston.
Tentunya setelah memberikan pelajaran kepada pria itu. Flexi itu menepuk bahu Aston keras lalu meninggalkan pria itu dengan beribu ke pertanyaan di benaknya.
Aston begitu penasaran dengan isi rekaman tersebut, buru-buru ia memasuki mobilnya karena Hpnya berada di dalam mobil.
Pria itu melihat adegan kemarin dengan mata memanas dan sangat mengerikan. Dengan amarah ia menancap gas mobilnya untuk menemui orang-orang yang harus bertanggung jawab atas penderitaan sang gadis.
Flashback Off.
Tak lama kemudian mobil telah sampai di sebuah rumah mewah, Aston tanpa ba-bi-bu langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah...
“Sayang kau sudah pulang!” sapa ibu pria itu.
“Hai Aston!” sapa Esia.
Greeppp... Tiba-tiba Aston menarik rambut Esia lalu menyeret wanita itu.
“Aston, apa yang kau lakukan nak? Esia sedang hamil,” teriak Nyonya Mentari panik.
__ADS_1
“Karena Bunda selalu menyebutkan kehamilan wanita ini, maka detik ini juga, aku akan melenyapkan bayi yang bersarang di rahim wanita ini!” kata Aston dengan mata memerah...
^^^To Be Continued ^^^