
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
Sinar keemasan milik sang surya telah menapaki keberadaan nya untuk menerangi sang bumi. Pertanda pagi telah siap untuk menjemput sang siang. Membangunkan seluruh insan di bumi agar melakukan aktifitas yang baru.
Berjuta-juta sambutan berbeda dari para Manusia di bumi untuk sang pagi. Ada yang bahagia karena memulai hari baru. Ada yang menyangkan malam cepat berlalu. Ada pula yang merasakan jenuh karena berbulan-bulan mengerjakan satu jenis pekerjaan.
Begitu pula dengan seorang pria yang tengah tidur telungkup menikmati sisa-sisa rasa yang semalam ia rasakan.
Kriyeekk... Pintu di bukan oleh seorang pria berkacamata dengan rambut sedikit awut-ewutan.
“Dia masih tidur rupanya!” gumam Star melangkah ke arah jendela kamar.
Sreeettt... Pria itu mendorong gorden agar kamar Alexis mendapatkan sinar matahari pagi.
Sit... Umpat Alexis ketika merasakan silau dari sang surya.
“Star, kenapa kau masuk ke kamarku seenak jidat mu itu?” omel Alexis tak suka memandang sahabatnya itu. Pria itu tak mau satu manusia pun melihat tubuh telan jang wanitanya.
“Seperti biasa lah, Lex. Untuk mengecek kondisi mu. Sory ketika kau sadar, aku tak langsung datang, sebab Tante ku itu lagi memberikan aku Servis nikmat!” kata Satar penuh penyesalan.
“Sitt... Cepat keluar dari kamar, kau tak lihat jika di ranjang ini aku itu tak sendiri?!” maki Alexis, pria itu ingin sekali memakan sahabatnya bulat-bulat detik ini juga.
“Astaga! Kau mimpi basah Bro?” tanya Start hati-hati.
Apa karena si Alexis ngebet banget mau nancepin si Jon ke kolam lele wanita, sehingga saat ini ia berhalusinasi? Atau ini efek obat ajeb-ajeb good Jrottt yang over dosis?. Batin Star bertanya-tanya.
“Cepat pergi dari sini. Aku tidak mau wanita ku bangun melihat kau di dalam kamar kami!" usir Alexis.
“Wanita mana Lex?" tanya Star makin bingung dengan sahabat nya itu.
“Kau tak me...," ucapan Alexis langsung tertelan ketika melihat sisi ranjang nya tidak ada siapa-siapa.
“Mana wanita nya, Bro?” Star mengulang pertanyannya.
__ADS_1
Alexis yang tak menggunakan apapun langsung turun dari ranjang, membiarkan tower meleyot nya gondal gandul.
“Astaga!” Star langsung ngambil Bokser Alexis yang tergeletak di lantai tak jauh dari ia berdiri. Pria itu melempar Bokser tempat di wajah Alexis.
Alexis mengenakan Bokser tersebut lalu mencari wanita yang menjadi tamu ranjang nya tadi malam, “Honey... Manis... Sayang ku, kau dimana?” panggil Alexis berjongkok di kolong tempat tidur.
Pria itu seperti orang linglung mencari di bawah kolong meja, kolong almari hingga ke dalam lemari.
“Lihat Star, ini baju wanita. Pertanda tadi malam aku benar-benar menghabiskan malam dengan seorang wanita!” kata Alexis memperlihatkan baju dalaman serta mini dress milik wanita ke arah Star.
Star mendekat, lalu menarik selimut Alexis hingga jatuh ke bawah. Terlihat percikan darah mengering di ranjang sahabatnya.
“Bro, kau mendapat dari mana gadis semalam?" tanya Star.
“Si Fren yang ngambil di bawah. Emangnya kenapa?" tanya Alexis bingung.
“Apakah semalam si Jon sukses melakukan aksinya?" tanya Star lagi.
“Bukan hanya sukses, ia menjadi samurai tangguh semalam, buktinya wanita itu sampai berdarah melayani si Jon!" kata Alexis bangga.
“Dasar bos Gendeng. Wanita itu tak akan berdarah meski di gempur menggunakan senjata besar berkali-kali. Wanita itu berdarah sekali dalam seumur hidup hanya di malam pertamanya saja. Dari penelitian ku, darah ini adalah darah perawan!” kata Star menempelkan sebuah alat kecil di sana.
“Benar, selamat bro!" Star memukul lengan Alexis yang gembira tiada tara. Senyum merekah tak mampu ia ungkapkan dengan kata-kata.
Sedangkan Star saat ini mencari jejak manusia di kamar mandi dan sekitarnya akan tetapi hasilnya nihil.
“Pakai dulu baju, mu! Ayo kita bicara di luar setelah ini, aku panggil si Fren dulu," kata star keluar dari kamar.
....
Dengan hati masih berbunga-bunga Alexis keluar dari kamar mandi. Bibirnya tak henti menyenandungkan lagu romantis. Pria itu yakin gadisnya sudah pulang macem wanita-wanita yang menjadi tamu ranjangnya selama ini.
Dan pria itu percaya dengan kekuasaannya, sebab wanita yang Fren bawa adalah wanita pilihan yang sudah di ketahui identitasnya sebelum berada di atas ranjang nya.
Dengan baju santai Alexis melenggang keluar kamar...
Klotak... Pria itu menyenggol sesuai di atas meja nakas di dekat pintu. Beberapa lembar uang serta selembar surat jatuh kelantai. Alexis mengambil semuanya lalu buru-buru keluar dari kamar.
Di depan telah duduk Fren dan Star yang mulai bersitegang, “Ada apa ini?” tanya Alexis.
__ADS_1
“Ini si Fren, Lex. Dia ku tugaskan menjagamu malah lalai. Tanyakan saja,” kata Star.
“Katakan Fren!” perintah Alexis.
Pria itu membuka surat yang membuatnya penasaran.
“Maafkan aku Bro, semalam karena menemukan si Samarta mabuk di bawah membuat ku melupakan mu. Sory Lex, gara-gara aku kau harus mencari wanita sendiri di bawah!” kata si Fren.
“Tunggu dulu, bukannya kamu yang mencarikan aku wanita semalam?” kata Alexis mengalihkan perhatiannya ke arah si Fren.
“Tidak, semalam aku ke bawah menemukan Samarta, ketika merendamnya di dalam kamar mandi aku turun mencari wanita untuk mu. Semalam aku membawa wanita kesini, akan tetapi aku mendengar Desahann di kamar ini, aku membawa keluar wanita yang ku bawa. Ku kira kau sudah mencari wanita mu sendiri.”
“Brengsek... Wanita itu datang ke kamar ku dalam keadaan mabuk berat, siapa yang mengantarkan gadis itu ke lantai ini! Aku kira kau yang mengantarkan ke kamar ku... Berengsek...” teriak Alexis langsung melayangkan tinjunya.
Bruukkkk....
“Periksa kamera seluruh club ini!” Star menelpon keamanan.
...Karena rasanya sakit, maaf aku hanya memberikan bintang tiga untuk pelayanan OM gigolo. Karena terburu-buru saya membayar pelayanan anda di sini saja ya Om. Soalnya saya tidak punya aplikasi Dana....
...Pertanda pelanggan mu....
Pecahan 50 RB terjejer rapi sebanyak 20 lembar.
Tilit.... Tilit... Tilit... I Love you...
Bunyi ringtone HP Star...
“Maaf tuan, bukan nya anda sudah tau bahwa dari kemarin pagi keamanan kita sedang eror sistem! Maka dari itu semua sisi bangunan ini di jaga ketat!" lapor anak buah mereka.
Kriyeekk... Tangan Alexis menggumpal...
“Dari surat itu, seperti nya gadis itu tersesat bro, tidak ada alarm kehilangan. Gadis itu tak mengambil apapun di tempat ini!” kata Fren menyimpulkan.
Sebuah ultimatum mengerikan di lontarkan oleh Alexis, “Aku tidak mau tau, pokoknya aku mau gadis itu. Jika tidak kau Star tidak ada jatah Tante untuk mu dan kau Fren di larang berhubungan dengan Samarta!”
Apakah Alexis menemukan Mpok Tree apa sebaliknya ya??
Ada yang nunggu karya ini up gak nih🤭.
__ADS_1
^^^To Be Continued^^^