Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Panggil Aku Sayang


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



Alexis begitu khawatir, tangannya tak pernah melepaskan tangan Tree dari semalam, sesekali pria itu mengecup punggung tangan wanitanya. Semalaman Alexis tak bisa tidur apalagi kabar gembira dari Star bahwa DNA Tree cocok dengan DNA darah perawan yang selama ini mereka jadikan pacuan untuk mengetes para wanita yang datang untuk kontes luka punggung yang ia adakan untuk mencari belahan jiwa pria itu.


Mentari telah tinggi wanita itu tak kunjung sadar, Alexis memandang sedih pada wanita yang tengah tertidur dengan perban di kepalanya. Dalam hati ia menyesali banyak hal.


“Kenapa penyesalan ada di belakang?” tanya Alexis pada dirinya.


“Yailah penyesalan ada di belakang jika di depan ya pendaftaran Martoyo,” kata Nyai Gendeng Permanen.


“Hus, sana pulang nyai, istriku ini sedang sakit jangan merusuh, rawat aja itu si Nurmala, sory kemarin si Upin lupa memasuki batang ke tempat semestinya, malah yang di masukkan oleh si Upin adalah dengkulnya. Untung si Nadine kenapa hilang ingatan, sebab aku getok kepalanya terlalu kencang habis dia tau sih aku impoten. Kalog si Mimi dia macem kerasukan karena si Ipin salah hipnotis, maunya menghipnotis Mimi mengalami Nunu Nunu dengan gaya terdahsyat malah mantranya salah sebut ya jadi seperti itulah nyai. Berbeda pula sama si asri ia mendapatkan pelayanan babi terjebak di lobang sehingga saat ini ia menderita penyakit ayan seperti itu, kalog si via dia kaget di serang dari belakang hingga robek sumurnya hingga tak bisa di kembalikan lagi ke semula,” terang Alexis tanpa bersalah.


“Dasar, semprul kau Alexis. Gara-gara dirimu aku di omeli oleh emak emak di wag. Makanya jangan bertingkah sembarangan," omel Nyai.


“Siapa coba yang bikin aku Impoten. Jika aku gak impoten sudah ku garap mereka satu-persatu tanpa ampun dan tentunya gak ada drama semua itu," komplain Alexis.


“Ya, Alexis. Mama mu ini hanya ingin kau celup sana satu wanita gak ada Harem karena anak-anak nyai harus jadi pria setia,” kata nyai.


“Enggih nyai. Matur Suksma (terimakasih),” jawab Alexis.


....


....


Pasti kau ketakutan kan semalam? Sehingga kepalamu membentur kran hingga patah, maafkan aku. Bangunlah, mulai saat ini aku akan menjagamu, menerima mu apa adanya termasuk menerima kedua anak mu meski aku benci ayah kandungnya. Batin Alexis memandang tubuh rapuh Tree yang tak kunjung sadar.


“Alexis!" panggil Fren.


“Jangan masuk! Tunggu aku di luar,” perintah Alexis.


“Aku akan pergi dulu ke luar. Kau tak boleh pergi kemana pun tanpa seijin ku sayang,” Alexi mencium kening Tree lalu menyelimuti tubuh wanita itu agar semakin hangat.


....


....


“Kau sudah mendapatkan apa yang ku minta?” tanya Alexis.


“Sudah bos, kau pasti tercengang jika membaca ini. Setelah ini habis kau di gebuki olehnya," kata Fren memberikan data milik Tree selama 5 tahun ini lengkap dengan kisah hidup wanita itu, bersama siapa saja wanita itu berhubungan.


“Siapkan data-data ku, aku ingin 5 menit lagi namaku dan nama Tree terdaftar di catatan sipil sebagai suami istri,” perintah Alexis.

__ADS_1


“Baik Tuan," jawab Free sebelum meninggalkan pria itu.


Alexis membaca semua tentang wanitanya...


....


....


Alexis POV...


Takdir kita begitu unik sayang, aku mencari mu sampai keplosok setelah malam itu nyatanya kau berada di depan mataku.


Kau berdiri di depan ku tepat di kuburan kakek mu, tapi bodohnya aku tak mengenali mu. Bisakah aku mengulang waktu itu, agar aku memeluk tubuh mu tanpa adanya kerinduan yang mendalam ini?.


Apakah takdir begitu menghukum ku karena menyentuhmu tanpa sebuah ikatan? Jika itu benar aku ingin memohon kepada takdir untuk menyatukan kami dan jangan pisahkan kami.


Diriku bodoh selama ini padahal kau berada di sekeliling hidup ku. Aku malu sama si Jon yang tau siapa pawangnya sehingga ia menyiksa ku semalam ini.


Ia hanya mau kamu Tree. Si Jon tetap menjadi pejantan setia yang selalu merindukan mu.


Alexis POV end.


....


....


Alexis menyimpan kertas-kertas itu kembali kedalam map lalu masuk kedalam kamar.


Tree langusung menoleh ke sumber suara si bos, “Tuan, kenapa anda masih, disini?" tanya Tree gugup.


“Aku selalu disini Tree, ada disisi mu,” Alexis mengambil sebuah nampan yang berisikan bubur ayam yang masih panas lalu meletakkan di nakas di samping Tree berada.


Kriiiiyeeekkk...


Alexis menarik kursi. Diletakkan kursi itu di samping ranjang Tree. Pria itu mengaduk-aduk bubur tersebut agar cepat dingin,“Ayo makan lah, kau pasti laparkan?” kata Alexis menyodorkan sesendok bubur di depan mulut Tree.


“Tuan, ini dimana?” tanya Tree, wanita itu tadi mau menyelinap keluar akan tetapi kamar itu bukan kamar di klub malam tadi malam.


Bahkan dari tempatnya duduk ia bisa melihat laut yang terbentang luas. Serta suara deburan ombak terdengar jelas di telinga wanita itu.


“Ayo makan," Alexis meminta dengan nadanya yang arogan.


“Tuan,”


“Berhenti memanggilku tuan mu, karena mulai semalam aku bukanlah Tuan mu!” kata Alexis datar hingga mencupit ginjal Tree.


“Makan!" Alexis memaksa Tree membuka mulutnya dan mau tak mau Tree memakan apa yang Alexis berikan.

__ADS_1


Tanpa sepatah katapun wanita itu menerima suapan hingga tandas. Alexis memberikan segelas air minum lalu di terima baik oleh Tree.


“Wanita yang pintar,” puji Alexis mengelus surai rambut Tree yang berantakan.


“Terimakasih Tuan telah menerima permintaan saya untuk berhenti dari pekerjaan saya. Saya akan tetap memanggil anda tuan meski saya tak lagi bekerja dengan anda-”


“Saya pamit pulang setelah ini, Tuan,” lanjut wanita itu.


“Dengarkan ini baik-baik... Berhenti memanggilku tuan. Panggil aku Sayang,” kata Alexis.


“Hah!” Tree tercengang.


“Tuan, apakah anda habis makan sampah? Karena saya tak lagi memberikan masakan racun saya? Katakan kepada saya siapa orang yang membuat anda seperti ini,” tanya Tree syok sekaligus khawatir.


Bagiamana tidak. Pria termenyebalkan sepanjang hidup Tree ini tiba-tiba memintanya memanggil sayang.


Tree turun dari ranjang lalu mengecek dahi bayi gorilanya itu. Merasakan tangan lembut wanitanya, seketika kepala atas dan bawah Alexis tak bisa mensinkronkan dirinya.


“Tidak, aku sehat-sehat saja!” kata Aexis santai. Daebak.... pria ini sungguh tak memiliki ekspresi padahal ia tengah berusaha mengambil hati seorang wanita. Padahal wajahnya memerah bak kepiting rebus karena dalam keadaan tegang atas bawah.


Nyai saja ingin menggetok kepala Alexis yang persis kanebo kering.


“Apakah kau sudah sehat?” tanya Alexis.


“Saya sudah sehat, Tuan,” jawab Tree biasa saja, wanita itu mengira Alexis belum mengenali dirinya.


Glek,, Alexis menelan tenggorokan kering ketika hasratnya tak mampu ia tahan, bayangkan bertapa selama 5 tahun tanpa menyentuh seorang wanita manapun,“Boleh tidak, nyicil setoran sebelum nikah gak, Beb.”


^^^To Be Continued ^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Rekomendasi Novel :

__ADS_1


Sambil nunggu Eneng Tree up kepoin karya kawan nyai nih 😘❤️



__ADS_2