
Jam sudah menunjukkan jam 1 siang, telah menjelang sepasang maklum Adam yang sudah ditakdirkan masih bergelut dalam selimut, rupanya cacing yang berdemo di dalam perut tak mampu mereka tahan.
Aku mohon jangan menghilang seperti buih lagi, aku mohon tetap di sisiku, tunggu sebentar lagi, kau akan ku jadikan permaisuri ku hingga dunia tau bahkan seorang Alexis ini millik Tree dan Tree hanya milik Alexis seorang. Tak lama kemudian nyonya XU akan tersemat di belakang namamu itu janjiku sayang. Kata Alexis dalam hati.
Mata indah wanita itu terbuka, seketika ia terbelalak ketika sedari tadi di perhatikan oleh pria yang memiliki wajah sama persis dengan putranya, Kenapa aku baru sadar ya, El ku itu mirip dengan pria ini. Batin Tree.
“Bangun, aku sudah memasak untuk kita," bisik Alexis mencium kening Tree berkali-kali. Hingga wanita itu risih dengan bulu bulu janggut milik Alexis yang mulai tumbuh.
“Tuan,” panggilan itu langusung tertelan karena Alexis menyambar bibir Tree.
“Panggil aku Deddy, Honey!" bisik Alexis, seketika wajah Tree memerah bak kepiting rebus.
“Tap,” bibir wanita itu di bungkam lagi oleh Capitan bibir Alexis.
“Call Me?" tanya Alexis di depan wajah wanita
“Deddy," jawab Tree ...
“Cupp... printer," lagi-lagi ciuman hadiah untuk Tree.
“Ayo kita makan aku takut malah di bawah yang minta makan, Honey," kata Alexis dengan mata berkabut gairah.
Tree gugup ketika bagian bawah tubuh Alexis sudah on wanita itu bergerak gelisah, Alexis dengan santai bangun lalu keluar kamar tanpa menggunakan apapun.
“Ahhhh...," pekik Tree.
“Jangan menjerit jika aku gak melakukan apapun kepadamu Hon, nantik habis makan baru menjerit lagi," Alexis membawa sebuah nampan ke dalam kamar. Sepertinya pria itu sehabis masak mandi lalu masuk ke dalam selimut Tree bergabung dengan wanitanya.
“Ayo makan," ajak Alexis menarik selimut lalu mengangkat tubuh telan Jang Tree ke arah sofa.
“Tu eh salah... Bisa aku menggunakan baju dulu, aku gak nyaman berpenampilan seperti ini," kata Tree mulai risih dengan dirinya sendiri.
“Gak usah, toh nanti juga di robek atau di lempar," jawab Alexis menyuapi wanitanya. Mereka makan sepiring berdua.
......
.....
.....
__ADS_1
Kriyek... Pintu kamar pasutri itu terbuka, “Astaga!” cicit Mama Yumna, untung mulut wanita paruh baya itu di bekap oleh sang suami.
Bagaimana tidak syok ibu Alexis itu, melihat pasangan suami istri tengah bobok saling berpelukan dengan Tree berada di atas tubuh putranya. Wanita paruh baya itu yakin di bawah selimut mereka tak menggunakan baju apapun.
Mama Yumna melangkah mendekati ranjang, lalu mengguncang pelan lengan Tree, wanita itu langsung terbangun.
Melihat Mama Yumna seketika wajahnya pucat, hampir ia berteriak..
Suttt... Kode Mama Yumna. Dengan wajah kaku serta malu hingga tujuh turunan Tree bergeser, dengan tak berperasaan nya, mama Yumna menari selimut menggulung tubuh menantunya itu. Membiarkan sang putra kedinginan tidur terlentang bahkan karang hitamnya terlihat jelas.
Wajah Tree memerah melihat itu. Apakah aku akan di hina setelah ini? Tanya Tree dalam hati. Tangan wanita itu gemetar karena terciduk menaiki ranjang bosnya.
Apakah aku akan mendapatkan bulian lebih besar seperti dulu lagi, hari ini aku memang salah. Tuhan kenapa aku menyesal setelah melakukan pergulatan dengan tuan Alexis. Batin Tree gelisah.
“Sayang, bisakah kau memakai bajumu? Karena di ruangan ini ada dua buya," pinta Mama Yumna lembut sambil memberikan paper bag yang sengaja ia bawa.
Kejadian ini sudah di prediksikan oleh Mama Yumna, karena dari laporan Mommy Qiana, Alexis membawa Tree dalam keadaan mabuk. Sedangkan selama ini hubungan Alexis dan Tree bak kucing dan tikus. Mama Yumna memantau perkembangan hubungan mereka, bahkan para 20 wanita itu setelah mendapatkan undangan dari Alexis, terlebih dahulu di ancam oleh nyonya XU yang begitu mengerikan agar tak membuli Tree.
Tree menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, ia berlari memasuki kamar mandi.
Sedangkan papa Abraham tadi menghadap ke tembok karena di pelototi oleh sang istri, seakan memiliki isyarat... Berani mengintip menantuku maka siap siap keracunan si anu.
....
....
“Rupanya semakin tua kau semakin bodoh anakku," suara bariton mengagetkan Alexis.
“Papa,” Alexis mencari pemilik suara itu.
“Ia, aku papamu. Apakah kau tak rindu papamu ini?” tanya Papa Abraham.
“Sedang apa papa ke sini?" tanya Alexis memandang wajah sang papa yang duduk santai di kamarnya
“Mengunjungi putra papa emangnya gak boleh?" tanya Papa Abraham.
“Cepat pakek celana mu, mata Mama sakit melihatnya!” sambar Mama Yumna.
“Mama!" pekik Alexis.
__ADS_1
Ceklek... Pintu kamar mandi Tree kelar dari sama.
Alexis langsung berjalan mendekati Tree, “Ku kira kau di usir oleh pasangan gendeng itu sayang. Cupp... cupp," Alexis mencium bibir Tree berkali-kali meluapkan tubuh bawahnya yang tak terbungkus.
Klottak... Sesuatu melayang menghantam kepala suami Tree itu.
“Aw, sakit!" rintih Alexis memegang kepalanya yang nyut-nyutan sebab yang menghantam kepala pria itu adalah sepatu hak tinggi milik Mama Yumna.
Tangan Mama Yumna menarik tubuh Tree memisahkan hadis itu dari sang suami, “Sayang, ayo aku antarkan kamu pulang. Mama mau mengenalkan pria tampan yang setia. Jangan mau sama anak Mama yang suka celap celup di goa sembarangan, kau terlalu baik untuk Alexis kami," kata Mama Yumna.
“Apah!" Teriak Alexis syok.
“Kenapa kau berteriak Alexis. Bukanya kau tak pernah tidur dua kali dengan wanita, anak buah kita sudah melapor pada Mama bahwa kau membawa Tree dengan ke adaan mabuk. Mama yakin 1000% jika tidak mabuk tidak mungkin berselera dengan mu yang begajulan ini," kata Mama Yumna langsung menusuk jantung Alexis.
“Sayang, Maafkan Mama. Apakah kau melakukan dengan Alexis karena pria gendeng ini kekasihmu?" tanya Mama Yumna.
Tree hanya menggelengkan kepalanya, karena memang mereka tak melakukan itu semua dengan ikatan apapun. Tree kira akan di pukul oleh wanita itu nyatanya wanita itu memperlakukan nya layaknya putrinya.
“Ya udah, yuk ikut Mama," Mama Yumna menarik tubuh Tree.
“Ma kalian mau apa? Mau membawa wanita ku kemana?" Alexis menarik lengan Tree.
Papa Abraham menarik tubuh putranya, “Masuk!" teriak pria paruh baya itu.
30 bodyguard masuk menarik tubuh Alexis, “Aku hanya di tugaskan menjemput sepupumu ini Lex, karena dia akan di kenalkan menjadi nona WU Minggu depan, serta ada ajang pemilihan calon tunangan untuk sepupunya. Papa harap kau melupakan one night stand mu dengan Tree, kau tahu kan Mommy Qiana mu itu seperti apa. Karena kau tak bisa menjaga sepupumu, maka selama sebulan ini kau di black list oleh Papa untuk datang ke kawasan rumah kita!" Papa Abraham meninggalkan putranya yang berteriak meronta.
^^^To Be Continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
__ADS_1
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini