Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Persahabatan Bagai Kepompong


__ADS_3

Sedangkan di sebuah Vila di pinggir pantai tiga orang remaja tengah tertawa ria.


“Sialan kalian berpesta semalam tidak mengajak ku!" omel Flexi.


“Ya mau bagaimana lagi, orang kejadian kemarin gak terencana. Bdw banyak Tante di sana Beb!” kata Samarta memanas-manasi si Flexi.


“Ih kalian ini jahat bener sama aku deh, padahal aku juga ingin boking Tante semok, soalnya sudah empet liat bodi es lilin istri pertama ku, jika lihat body mu yang aduhai ini aku masih sayang nyawa, Ta!” kata si Flexi.


“Kenapa seperti itu?" tanya Tree.


“Baru liat satu detik sudah di cincang aku sama bodyguard si Samarta, aku sebagi calon pelindung Tante kesepian akan segera punah jika mengintip di Sumarta!” kata Flexi.


Hahahahaha.... Hahahaha... Tawa ketiganya terdengar ramai di sebelah kolam renang di vila itu.


“Bdw. Thank you, ya Beb, sudah belikan baju!” kata si Samarta.


“Ok, beruntung aku ketemu sama Tante Nutrie Sari, jadinya dia yang pilihkan baju kalian ini. Jika tidak masuk angin luar dan dalam!” kata si Flexi membanggakan kehebatannya mengenal satu ekor Tante.


“Eh, sekarang aku mau serius nih Fle. Jika tiba-tiba aku di tagih membayar biaya om gigolo itu aku boleh meminjam satu ekor untamu untuk ku jual Fle. Kau tenang saja nanti aku akan membayar untamu ketika aku mendapatkan pekerjaan,” kata Tree hati-hati, gadis itu masih memikirkan utangnya pada si gigolo.


“Apapun akan Abang Flexi lakukan untuk Istri tercinta, bahkan si Mira lestari akan ku jual untuk membantu mu sayang ku!” kata Flexi dramatis.


“Siapa itu Mira lestari?" tanya Samarta bingung.


“Unta kesayangan bapak!” kata Flexi.


“Habis itu kau akan di kutuk Menjadi unta sama bapak mu!" sambung Tree.


Hahahaha... Hahahaha...


“Tenang, sayang, ada aku juga, aku banyak kok punya ATM berjalan, contohnya kakak sepupuku yang profesinya dokter kaya, ada si kak Fren juga bisa aku porotin. Uang dari kedua orang itu pasti lunas utang mu, dan kau bisa membayar ku kapan-kapan jika kau masih ingat jika tidak ya bayar pakek doa, semoga dua orang itu cepet kawin!” kata Samarta membanggakan kedua pria yang selalu menuruti apa yang ia pinta.


Greeep... Tree memeluk kedua Sahabatnya seketika.

__ADS_1


“Terimakasih, sudah menjadi sahabat ku, aku tak tau jika tak ada kalian di sisiku!" ungkap Tree tulus.


“Bentar dulu Tree aku penasaran, kau bilang tarif gigolo semalam mahal apa barang nya bercabang dua?” tanya Samarta penasaran.


“Mana ada bercabang, barangnya cuma satu lah, beb, astaga aku jadi traveloka sama jangka!” kata Tree yang otaknya masih bernostalgia dengan si Jon.


“Kalian ini ributin Otong. Heh selir jika ingin tau perwujudan barang sakti itu sini Abang Flexi tunjukkan si Juki.” kata Flexi kumat penyakitnya.


“Kagak usah, kau tunjukkan saja itu pada si tante Nutrie Sari mu!” kata si Samarta.


Begitulah persahabatan ketiga remaja itu, mereka saling mengetahui baik jeleknya satu sama lain. Bahkan bisul di pantat si Flexi pun kedua orang gadis itu tahu.


“Flexi!" panggil panggil ke dua gadis tersebut.


“Kami lapar!” kata kedua gadis itu serempak.


“Hais, disini sebenarnya yang cewek siapa? Yang cowok siapa. Asli aku ini macam sahabat rasa babu!” Gerutu Flexi, tak urung ia beranjak ke dapur.


“Eh, Tree gimana rasanya?" tanya Samarta.


“Itu loh," Samarta merayakan jarinya.


“Entah, Nano-nano rasanya, kau coba aja sama suamimu nanti sayang ku. Jangan ikut jejak ku, demi menjauh dari rasa sakit aku tak akan menikah.” ujar Tree mantap.


“Jangan seperti itu sayangku, siapa tau ada om duda tampan dengan anak selusin yang siap menerima mu apa adanya.”


“Tenang Tree sayang, aku yang akan menikahi mu nanti jika stok janda terlah habis. Tenang aku gak bakal minta anak, kita cukup punya ribuan anak unta saja, aku jamin tidak akan ada ibu mertua yang memarahi mu jika menikah dengan ku," kata Flexi tiba-tiba muncul membawa tiga mangkuk mie instan.


“Boleh nih tawaran si Flexi, Tree," Kata Samarta.


“Aku nikah sama goyangan Jumat Kliwon ini? Oh Now... Yang ada kita tidak jadi suami istri Ta, karena baik bobroknya kita saling tahu," Tree hanya menggelengkan kepalanya.


“Silahkan makan para istriku, kakanda kalian ini telah menghidangkan makanan paling spesial. Adapun menu spesial kita hari ini yaitu, satu mangkuk keramik Indomie kari spesial, satu piring seng Mie goreng selera rakyat, dan terakhir satu mangkuk plastik Mie soto yang selalu sedap karena bungkusnya namanya mie sedap. Ada bonus dua telur ceplok, potongan mentimun serta irisan tomat untuk kalian member lama rasa baru di restoran yang mulai Flexi yang selalu di depan!” terang Flexi pada setiap makanan yang ada di mangkuk, seperti pelayan restoran.

__ADS_1


“Is apaan yang spesial coba!" gerutu Tree sedangkan si Samarta telah mencomot satu piring mie goreng selera rakyat kesukaannya.


“Spesial kok beb, bayangkan saat ini kita tengah makan spaghetti carbonara, bedanya ini yang spesial seperti nama bungkusnya....Yahhh Tree kenapa kau makan jatah ku!” teriak Flexi.


“Kau makan saja mie soto milikku, entah mengapa aku ingin memakan kari spesial mu ini, ternyata enak juga!” kata Tree memakan mie kesukaan sahabatnya itu.


Begitulah mereka, meski anak dari orang berada tapi suka hidup merakyat, dan ini bukan pertama kali mereka makan Mie...


Hari ini mereka menonton bersama, tidur di tempat yang sama. Berenang di pantai hingga lelah hingga malam menjemput.


....


...


Sedangkan di tempat lain seorang wanita paruh baya duduk di kursi roda di dorong oleh wanita cantik.


“Sayang, apa benar ini rumah si gadis kuman itu?” tanya Mentari Ibu Aston.


“Benar Tante ini adalah rumah Tree...” kata Esia.


“Ihh, menjijikkan, hanya rakyat jelata seperti ini si Aston mati-matian mau nikahin gadis kuman itu. Ayo kita masuk , Tante tak bisa bernafas lama-lama di tempat ini!” kata Mentari sombong.


Teeettt... Teeetttt... Bunyi bel di rumah Tree.


Seorang wanita paruh baya yang membuka pintunya.


“Apa ini rumah Tree...,” tanya Esia dengan keanggunan yang hakiki.


“Ia, nona silahkan masuk dulu, nona Tree tengah berlibur dengan temannya, saya panggilkan Tuan Desmond dulu!” kata pembantu itu.


“Siapa Bon?" tanya pria tua menggunakan tongkat.


“Oh anda kakek kakek gadis kuman itu, saya datang ke sini mau memperingati anda sebagai Kakek harus mengajarkan cucu anda agar tidak menjadi seorang pelakor!” kata ibu Aston.

__ADS_1


“Ap... Apa!” Kakek Tree memegang dadanya sakit. Wajah Kakek Dasmon pucat pasi.


^^^To Be Continued ^^^


__ADS_2