
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
“Apakah aku bisa memulai kisah ini dengan mu?" Tanya Tree pada layar CCTV di kamarnya, ia melihat Alexis yang berusaha masuk ke dalam rumah.
“Kau ingin masuk kesini, seakan kau cinta aku tuan," kata Tree bangun meninggalkan CCTV itu, ibu dua anak itu melepaskan bajunya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
“Astaga, ia sungguh buas," Tree bergidik ngeri ketika melihat pantulan tubuhnya yang memiliki jejak merah keunguan hampir di seluruh bagian leher, dada, perut hingga di paha atasnya, dia hanya melihat penampakan depan saja entah di belakang Tree pun tak tau. Ia sungguh bersyukur tadi Mama Yumna memberikan dress Krah tinggi. Jika tidak ia akan di berondong pertanyaan macam-macam oleh dua wartawan kecil super kepo.
“Sepertinya aku butuh berendam ini,” Tree mengisi air di hangat di bak mandi sambil mencampurkan sabun serta aroma terapi. Setelah di rasa cukup ia merendam tubuhnya dengan air hangat tersebut, “Awww... Sakit, aku yakin si bibir bawah ku sudah dower karena sedari tadi ia berusaha berjalan seperti biasanya padahal di bawah kondisinya tak mau mengatup alias mangap macem burung lapar bahkan Tree merasakan angin mudah keluar masuk.
Tok... Tok... Tok, “Sayang kau ada di dalam kamar mandi?” panggil Mama Yumna mengetuk pintu kamar mandi.
“Ia Ma, Tree lagi berendam," kata wanita itu.
“Boleh Mama masuk, mama yakin kau butuh ini," kata wanita.
“I, ia ma, boleh" Tree yang tengah di tutupi busa hanya terlihat kepala dan tangannya ingin bangun akan tetapi wanita itu tak sanggup keluar dari bak mandi.
“Masih sakit ya," Mama Yumna mengelus rambut Tree.
“Maksud ma?" Tanya Tree bingung.
“Itu," tunjuk Mama Yumna, seketika wajah Tree memerah.
“Sudah, jangan malu karena Alexis itu foto fotocopy an Papa Abraham pasti si Jon juga sama besarnya sama milik bapaknya. Mungkin si Jon lebih besar, Mama aja Sampek sekarang masih mangap-mangap ngadepin tuh papa Abraham apa lagi kau yang kecil ini ngadepin si bocah semprul itu untung kau tak pingsan sayang," kata Mama Yumna gamblang tanpa filter.
Wanita paruh baya itu menuangkan sebuah cairan wangi hingga membuat Tree merasakan refleks. Mama Yumna mengatur suhu air hangat agar tak pernah dingin meski Tree berendam seharian. Sedangkan Tree tak mampu mengungkapkan kata-kata yang ada saat ini wajahnya memerah karena malu bahkan otaknya mulai bertraveloka ria memikirkan bentuk si Jon mintak yang meminta ia manjakan bahkan tadi siang si Jon masih sempat mengajak karaoke hingga berapa kali ronde.
__ADS_1
“Mama sudah meninggalkan sebotol minyak kelapa untuk si anu, besok pagi kita akan membawa mu ke salon itu nak, biar dia rapet lagi,” kata wanita itu sebelum pergi, karena Mommy Qiana ingin berbicara tentang kesehatan El dengan ibu mertua Tree itu.
Meninggalkan Tree yang tengah berendam di luar sana Alexis belum menyerah untuk masuk ke kawasan vila.
Tililit... Tilit... Bunyi ponsel Alexis berdering...
“Katakan!” jawab Alexis datar.
“Bos kamu dimana? Kami Keliling vila tadi tapi satu batang manusia pun kami tak menemukan manusia.” kata Fren di sebrang sana.
“Kalina kemana aja ba-ji-ngan?" Tekan Alexis, pria itu menceritakan apa yang terjadi padanya tadi sore.
“Sekarang tahan dulu marah-marahnya bos, ini urgen bos, ini tentang kakak ipar," kata Fren di seberang sana.
“Tunggu di tempat mu! Awas kau melangkah sedikit pun maka akan ku tembak tuh tytid!" Ancam Alexis dingin.
“Sialan, emangnya aku ada dimana?" Tanya Fren.
“Makanya tanya dulu bos, kami menunggu mu di kantor bos," kata Fren.
“Hem," jawab Alexis lalu mematikan panggilan itu.
Lalu Alexis memasuki mobilnya dan melaju dengan kecepatan di atas rata-rata. Jika sudah menyangkut sang pujaan hati Alexis akan mengutamakan wanita yang mengisi hatinya 5 tahun yang lalu itu.
....
....
Klotak... Klatok... Bunyi sepatu Alexi, pria itu tak peduli gelapnya kantor karena ini sudah jam 8 malam.
Brak... Pintu ruangan ia dorong, membuat dua orang pria tampan didalam ruangan itu kaget.
“Katakan!" Kata pria itu.
__ADS_1
“Bos, anda harus melihat ini," Fren memberikan sebuah berkas yang membuat pria itu berjingkrak kesenangan, bahkan jika ia tak menahan dirinya mungkin saat ini satu ciuman Alexis bersarang pipi Fren.
“Kau juga harus melihat ini bos," Star menyodorkan berkas lain ke hadapan Alexis, seketika wajah pria itu diam mematung, air matanya menetes tanpa bisa di bendung.
“Apakah anda akan kesana sekarang?" Tanya Fren.
“Tidak, aku ingin kita melakukan rapat saudara kita saat ini juga," kata Alexis mengambil sebuah foto dimana Tree tengah tersenyum bersama kedua anaknya,"
“Tolong kalian renovasi rumah agar ramah anak-anak," perintah Alexis tanpa melihat anak buahnya itu.
“Baiklah," dua orang itu pergi.
“Hay sayang ku, baru berapa jam aku sudah merindukan mu, apakah kau merindukanku juga atau sebaliknya kau merindukan My little Jon,”
Astaga Papa Alexis sudah merindu, menurut kalian Mama Tree rindu papa gak ya🤭🤭🤭
^^^To Be Continued ^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
__ADS_1