Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Hamil


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



Keteplak... Keteplak... bunyi dua pasangan sandal jepit milik Deddy dan Mommy angkat Tree itu mengundang perhatian warga, akan tetapi ketika mereka melihat siapa yang tengah bercoplay ria, semua orang menundukkan kepalanya tidak berani.


Apakah WUXU Internasional bangkrut hari ini. Begitu kira kira kata hati semua orang.


Sedangkan sepasang suami istri itu tak memperdulikan isi hati orang yang ada di pikiran mereka saat ini adalah Bali, bagaimana pun mereka harus sampai di pulau itu secepat mungkin, bahkan saat ini mereka hanya membawa ponsel pergi dari rumah.


Hosss... Hosss... Hosss... nafas keduanya pun gemuruh, “Sayang sepertinya aku butuh olah raga lagi nih,” ucap Deddy Taksa ketika mereka sudah berada di kabin Jet yang siap terbang ke Bali.


“Deddy, Mommy," panggil Alexis kepada kedua orang itu.


“Lex, kau mau manggung dimana, nak?” tanya Deddy Taksa, begitu ia melihat Alexis seperti seorang biduan dangdut. Beruntung wajah pria itu amatlah tampan sehingga apapun cocok jika melekat di tubuh pria tersebut.


“Oh ini adalah stylish terbaru aku, Deddy begitu tergesa-gesa menyusul ku ketempat ini, apakah ada hal urgent, Ded? tanya Alexis.


“Tidak sayang, kami ingin berlibur ke pulau Dewata,” kata Mommy Qiana dengan suara lembutnya.


“Ded, kenapa kau memakai daster Mommy?” tanya Star.


“Apanya, S-T-A-R?” tanya Deddy Taksa sambil melihat penampilannya, Deddy begitu kaget melihat baju yang ia pakai, begitupun Mommy Qiana.


“Ayo Mom, ke kamar kita,” Ajak Deddy menarik istrinya dari tempat itu..


Pipi ketiga bujang hanya menggembung tidak ada satupun dari mereka tertawa, karena tak berani🤫.


Yappp... Saat ini sepasang suami istri yang selalu fenomal itu tengah merasakan malu hingga ke ubun-ubun,


Beruntung mereka memilik bandara pribadi WU internasional sebab Mommy Qiana, Deddy Taksa tadi berlari tergesa-gesa menuju pesawat yang siap lending satu menit lagi dengan ke adaan yang bertukar fashion.


Semua pekerjaan bertanya-tanya. Kenapa hari ini begitu aneh, tadi mereka di gegerkan dengan penampilan Alexis yang menggunakan baju gradasi, bagian sisi kiri jasnya berwarna pink dan sisi kanannya berwarna biru, begitupun celana pria itu, kaki celaan yang membalut kaki kirinya berwarna pink dan kaki sebelahnya berwarna biru.


Penampilan Alexis begitu aneh hari ini. Sebab pria yang menyukai warga hitam atau abu-abu itu tiba-tiba memakai baju norak. Semakin bertambah aneh lagi ketika melihat pasangan Tersohot yang menggunakan baju tertukar.


Deddy Taksa menggunakan daster Mommy Qiana sedangkan Mommy Qiana menggunakan celana training Deddy Taksa sedangkan atasnya pun menggunakan kaos si Deddy.

__ADS_1


Flashback ON.


“Ih, Deddy, kenapa sih Deddy rusuh banget jadi suami, inget umur Ded, sudah tua kita!” protes Mommy Qiana.


Bagiamana tidak protes, pada saat Mommy masih senang-senangnya bicara dengan Tree, bapak dari empat anak itu mencongkel gorden pintu terowongan Kasablanka milik ibu negara. Untung si ibu negara saat ini sudah jinak jika tidak bogem mentah wanita itu bersarang di pipi sang suami.


Mau tidak mau wanita itu mematikan ponselnya.


“Olahraga pagi sepertinya enak nih Mom,” rayu Deddy Taksa, tangan memanjat tubuh sang istri yang masih montok meski usia tak lagi muda. Wajah semua istri itu di rawat dengan baik sehingga raga tak di makan usia.


Uhhh... rintih Mommy Qiana ketika si Deddy mencongkel pintu terowongan. Kabut gairah mulai membara di mata si Deddy.


Pria itu menarik daster bermotif Miki mampus milik sang istri, karena kurang leluasa Deddy menggendong mommy Qiana membawanya ke atas ranjang.


Bibir pasangan Tersohot itu menempel, saling membelit hingga saling hajar satu sama lain.


Uhhhhh.... Rintih sang Mommy, tangan wanita itu membuka baju suaminya tak lama kemudian mereka sama-sama polos seperti bayi.


Deddy Taksa tau sang istri tak bisa menolak jika ia sudah melakukan jurus sengat berkedut. Jeri pun sudah di urut manja agar tidak merasakan pegal linu berlebihan setelah bertarung.


“Uuuhhh, sayang masukin,” pinta Mommy Qiana ketika ia sudah on 100%.


Deddy memasuki tubuh sang istri, “Uhhhuuuu,” sepasang suami-istri itu merem melek.


Taanggg... Tulinggg .. Tunggg... bunyi ponsel Mommy Qiana berdering kencang. Benda pipih itu berada di bawah siku kanannya.


Sittt... umpat Deddy Taksa, ia menggeser benda persegi panjang itu agar tak mengganggu.


Taanggg... Tulinggg .. Tunggg...


Taanggg... Tulinggg .. Tunggg...


Sekarang dua ponsel berbunyi bersamaan.


Mommy melihat ponselnya karena penasaran.


“Samarta?" gumam Mommy Qiana, wanita itu mengangkat ponselnya lalu, “Gawat Mon, Perut Tree membesar! Seperti ada ular di dalamnya, dia pingsan,” kata Samarta.


“Ayo cepat bukan pintu mobil," Teriak Flexi di sebrang sana, terdengar jelas oleh pasangan suami itu.


“Kau antarkan Tree dulu sayang, kami akan terbang sekarang juga," kata Mommy Qiana khawatir.

__ADS_1


Sedangkan Deddy juga begitu kaget langsung memasukan Jery ke dalam Bokser lalu ia menelpon pihak maskapai untuk menahan keberangkatan pesawatnya.


“Ayo Ded!" Mommy Qiana menyebar kaos yang teronggok di sampingnya. Pengambil celana training selutut milik suaminya lalu melompat ke bawah.


Deddy begitu syok tanpa sadar menggunakan daster milik sang istri yang teronggok di lantai.


Flashback Off.


Pesawat langsung berangkat ke pulau Dewata.


.....


.....


Sedangkan di rumah sakit Karang Tergadai, tiga orang remaja itu mendapatkan kabar mengejutkan.


“Apakah itu benar dok?" tanya Tree.


“Benar Nona, bayinya sudah berusia 17 Minggu, itu artinya ia sudah berusia 4 bulan,” kata dokter.


“Maaf dok, apakah aku di nyatakan mandul oleh dua rumah sakit, bisa mengandung?" tanya Tree.


“Benar nona, ini adalah keajaiban, kita sebagai manusia hanya bisa memvonis akan tetapi jika yang di atas memberikan rejekinya ke pada anda, kita seorang Dokter hanyalah mampu mengucapkan selamat,” kata Dokter.


“Terimakasih dok, ini kabar yang sangat indah untuk ku, semoga ini bukan mimpi," kata Tree dengan wajah cerah seperti mentari, gadis yang telah menjadi wanita di usia muda itu sebentar lagi akan menyandang status baru yaitu ibu tunggal.


Brakkk... Pintu di buka tiba-tiba.


Yang datang adalah kedua orang tua angkat Tree..


“Sayang, apakah kau baik-baik saja?” tanya Mommy Qiana memeluk putrinya itu.


“Sekali lagi saya ucapkan selamat atas kehamilan nona, saya pamit dulu," dokter itu pergi dari kamar rawat Tree.


“Hamil?” kata Deddy Taksa.


“Mom, aku hamil, tuhan memberikan ku malaikat kecil di dalam perut ku ini," kata Tree riang nan polos.


“Nak, katakan sama Deddy, siapa yang berani beraninya menyentuh putri Deddy?" tanya Deddy Taksa menangis.


^^^To Be Continued ^^^

__ADS_1


__ADS_2