Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Sisi lain Aston 2


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



KEMBALI KE SAAT ASTON MASUK KEDALAM RUMAH.


Greeppp... Tiba-tiba Aston menarik rambut Esia lalu menyeret wanita itu.


“Aston, apa yang kau lakukan nak? Esia sedang hamil,” teriak Nyonya Mentari panik.


“Karena Bunda selalu menyebutkan kehamilan wanita ini, maka detik ini juga, aku akan melenyapkan bayi yang bersarang di rahim wanita ini!” kata Aston dengan mata memerah...


“Aston, aku mohon jangan bunuh aku!” kata Esia ketakutan. Mata gadis itu sudah basah. Rasa takut menyeruak hingga ke tulang punggung.


“Nak bunda mohon, nyebut nak, nyebut, anak orang pasti mati jika kau lempar dari sini dalam keadaan mengandung!” kata Nyonya Mentari.


“Bukanya kalian tak pernah sayang nyawa ketika bermain-main dengan ku?” kata Aston dingin.


“Sekarang kau ketakutan kan? Bukannya kemarin kau begitu berani melangkah ke garis yang tak seharusnya kau langkahi!” kata Aston murka.


“Maafkan aku Aston, lepaskan aku, aku ingin hidup,” kata Esia yang menangis ketakutan.


“Calon istriku menangis karena Kakeknya meninggal karena kalian. Sekarang Tree pergi dari hidupku, maka jangan salah aku akan membuat bayi itu pergi dari hidup ini, karena aku tak mau anakku di lahirkan sebagi alat dari wanita yang memiliki tujuan tidak baik!”


“Tidak Aston, jika kau melepaskan ku, aku akan pergi jauh darimu, aku mohon Aston!” Mohon Esia, wanita itu tidak tau bahwa sosok Aston ini mampu KTCI (Kekerasan Terhadap Calon Istri). Wanita itu merasakan rambutnya hampir terlepas, saking kuatnya Aston menarik rambut Esia kaki Wanita itu tak menyentuh lantai. Aston menarik wanita itu seperti memegang kelinci.


“Tidakkkk...,” jerit nyonya Mentari.

__ADS_1


Bruukkkk. . . . Tubuh Esia tidak di jatuhkan ke lantai dua, tapi pria itu membenturkan kepala wanita itu ke dinding berulang-ulang kali.


Ibu Aston menganga. Tubuhnya lemas seketika melihat darah segar keluar dari kepala Esia gadis itu pingsan.


“Olaf...," teriak Aston.


Anak buah Aston itu masuk ke dalam rumah, “ Ia Tuan?" tanya Olaf.


“Bawa gadis ini ke markas, keluarkan bayinya dengan paksa. Jadikan ia orang gila lalu kirim dia dengan ibunya ke negara yang sedang berperang!” perintah Aston.


“As, ASnya bunda, kamu kenapa nak? Sadar nak, itu anakmu, impian bunda sebelum mati,” kata Nyonya Mentari membujuk putranya dengan penyakit andalannya.


“Apakah ketika maka meninggalkan Aston yang telah menikah dan memiliki anak dari orang yang tak Aston cintai akan bahagia?”


“Aston,” panggil Nyonya Mentari menyentuh tangan putranya.


“Tidak bunda, jangan sentuh aku!” Aston menjauh, pria itu berdiri di tepi tangga dengan wajah mulia berembunkan air mata.


“Kenapa, Bun?” tanya Aston semakin melangkah mundur.


“Gadis itu tidak cocok dengan mu Aston, dia orang biasa dan usianya tak pantas dengan mu,” jelas Nyonya Mentari.


“Sedari dulu aku tak pernah egois Bun, aku selalu nurut sama bunda, karena aku berharap apa yang aku inginkan bunda kabulkan,”


“Aston, gadis begitu banyak yang sederajat dengan mu, lupakan gadis itu. Bunda mengizinkan kau menikahi siapapun tetapi bukan wanita itu!” kata Nyonya Mentari dengan sifat egois.


Hahahaha.... Aston tertawa dengan air matanya mengalir...


“Jika aku mampu berpaling darinya, sudah ku lakukan dari dulu. Bunda, jika sehari aku tak melihatnya dadaku sakit. Kekasihku begitu sempurna jika di bandingkan dengan ku di maniak **** ini,”


“Kenapa begitu sakit untuk mencintai. Bunda memisahkan ku dengannya karena kekurangannya bukan?”

__ADS_1


“..., Lihat Bun, lihat putramu ini iblis dan ia adalah bidadari. Kenapa takdir itu sekejam itu untuk ku? dengarkan lah bunda, seandainya Tree tak ku dapatkan, jangan harap bunda memiliki cucu dari putramu ini karena mulia detik itu aku akan menutup kesuburan ku!” Aston membalikkan badannya lalu meninggalkan wanita yang tengah diam dengan mulut mengaga.


“Aston ... Aston ... Aston ...,” panggil Nyonya hanya sia-sia, karena pria itu berjalan cepat meninggalkan rumah.


Seketika kutukan yang Tree ucapkan terngiang di telinga wanita itu.


Aku Trea Desmond yang kau hina ini dan kau perlakukan sebagai sampah akan memastikan bahwa putramu menderita setelah aku mencampakkannya.


“Tidakkk....,” Teriak Nyonya Mentari.


Aku Trea Desmond yang kau hina ini dan kau perlakukan sebagai sampah akan memastikan bahwa putramu menderita setelah aku mencampakkannya.


Ibu Aston itu mengetik pesan kepada seseorang,


CARI KEBERADAAN TREA DESMOND. JIKA KAU MENEMUKANNYA, BUNUH DIA SEKARANG JUGA.


“Juuuukkkkkiii...,” Teriak Nyonya Mentari.


“Ia nyonya?” jawab si Juki supir wanita itu.


“Cepat kau carikan dukun!” perintah Nyonya Mentari.


“Siapa yang mau melahirkan Nyonya? Hingga mencari dukun beranak?" tanya si Juki.


“Sialan, Cari dukun agar Aston meluapkan wanita itu!” teriak Nyonya Mentari.


Sampai matipun aku tak akan mengizinkan mu menjadi menantuku gadis sampah!.. Batin Nyonya Mentari bersumpah serapah.


Astaga si demit mencari dukun pemirsa, rekomendasi dong dukun tersakiti di dunia pernovelan. Batin si Juki.


^^^To Be Continued^^^

__ADS_1


__ADS_2