
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
...----------------...
“Bagaimana keadaan di dalam sana?" Tanya Tree ketika Alexis sudah di luar.
“Putra kita akan segera sadar,” Alexis memeluk tubuh sang istri.
“Benarkah?” tanya Tree.
“Kau percaya padaku?" Tanya Alexis. Tanpa menunggu waktu wanita itu mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Lusa kita akan melakukan operasi, karena El sudah baik-baik saja dan di tangani oleh mereka, maukah kau berkencan dengan ku sehari saja?" Setidaknya aku membawa kenangan bersama mu jika aku tak mampu bertahan kali ini. Sambung Alexis dalam hati.
“Oh, tapi aku yang akan menentukan kencan kita,” kata Tree dengan air mata yang tak mampu di bendung.
“Dan aku ingin semua orang tau kau adalah istriku pada saat kencan kita,” kata Alexis.
“Pergilah, karena besok kau tak boleh melakukan apa-apa karena waktunya kau istirahat," kata papa Abraham.
“Titip Em ya pa," kata Alexis sopan.
“Pergilah boy, nikmati kebersamaan kalian, di saat kalian berkencan jangan lupa bahagia dan jangan pikirkan anak-anak, kami disini selalu ada untuk mereka,” kata Papa Abraham mengusap sayang rambut putranya yang dewasa dan tentunya tampan itu.
....
....
Jam menunjukkan jam 6 pagi, sepasang suami istri itu terbangun tidurnya, hal yang pertama mereka lihat adalah wajah bantal keduanya.
Setelah meminum air yang berisikan obat tidur dari Star semalam keduanya tertidur lelap. Sahabat Alexis itu benar-benar memperhatikan hal terkecil sahabatnya, ia tau meski mereka telah menyuruh pasangan itu tidur akan tetapi kemungkinan besar mereka tak akan bisa tidur memikirkan putra mereka.
“Selamat pagi honey,” sapa Alexis.
“Pagi. Ayo kita harus bersiap," ajak Tree, suami istri itu mandi saling bergantian.
....
....
“Kita akan kemana sayang?" Tanya Alexis, saat ini ia menggunakan baju santai, kakinya yang biasa menggunakan sepatu kali ini Alexis menggunakan sendal.
__ADS_1
Celana jeans seperempat dengan kaus putih melekat di tubuh pria itu, tak lupa sebuah tas kompek sudah di kenakan oleh pria itu, tangannya telah melingkar gelang mahal melengkapi gaya santai pria itu.
“Ale, dari mana kau tau caranya menata rambut seperti ini?” Tree begitu terpukau, rambut panjangnya di ikat oleh sang suami, bahkan di ujung rambutnya di ikat menggunakan pita.
“Aku sering memperhatikan rambut Samata,” maaf sayang aku bohong, jika aku katakan sering bermain kuncir-kunciran dengan mantan ku mungkin kau langsung mendepak ku dari kamar kita. Kata Alexis dalam hati.
Saat ini Tree menggunakan celana kodok dan kaos warna putih, dengan rambut yang di tata oleh suaminya wanita itu menjelma menjadi gadis 18 tahunan karena tubuhnya yang mungil.
“Yuk,” Tree nenarik tas rajutnya lalu menyambar tangan sang suami.
Ceklek... Pintu kamar mereka di buka
“Selamat pagi sayang,” sapa Mama Yuma.
“Pagi Ma?” sapa pasangan suami itu serempak.
“Ada apa ini?” tanya Alexis.
“Bawalah nak, buat pengganjal di perjalanan entar,” Mama Yumna itu memberikan sebuah paper bag ke tangan menantunya.
“Apa ini?” Tree membuka ternyata ada puding coklat roti bakar dan dua botol susu cair.
Tree terkekeh wanita itu merasa seperti anak balita yang ingin pergi sekolah, “Sana pergi, ini sudah jam 7 lewat," kata Mama Yumna.
“Terimakasih Ma,” Alexis mencium kening sang ibu, “Mama harus membangunkan Em dulu,” setelah itu Mama Yumna bergegas meninggalkan pasangan itu, tanpa mereka sadari air mata Mama Yumna menetes. Wanita itu menyesal ia selalu memandang buruk anaknya playboy padahal ia tak tau jika sang anak memiliki kesusahan.
“Pak nanti kita turun di halte bisa ya," kata Tree. Wanita itu membuka bekal dari sang mertua, menyuapkan sepotong roti bakar pada sang suami.
Mereka sarapan di mobil dengan hikmat penuh cinta dan saling memberi satu sama lain.
“Kiri-kiri pak,” panggil Tree, Alexis hanya diam melihat tingkah sang istri, pria itu tak lepas menggenggam tangan Tree.
“Ayo," Tree menarik sang suami masuk ke dalam bis umum. Untuk pertama kalinya Alexis mengendarai tranportasi umum.
“Turun di pasar sempol pak," teriak Tree.
“Ok neng," jawab si kernet.
“Aduh ganteng banget mbak pacarnya,” kata seorang ibu-ibu hamil di seberang tempat mereka duduk.
“Mbak bisakah saya mintak masnya ngelus perut saya, anak saya cowok, mudah-mudan seganteng masnya," pinta wanita hamil besar.
“Boleh?" Tanya Tree Alexis mengangguk, “Hey bayi. Kau kan masih suci kan, aku mohon doanya ya putraku saat ini melawan maut semoga ia cepat sehat dan kembali ke sisi kita, dan aku doakan kau menjadi anak yang sehari dan membanggakan orang tuamu,” kata Alexis mengelus perut wanita hamil tua itu.
“Terimakasih tuan,” kata wanita itu, “Semoga putra kalian cepat sehat," kata wanita itu tulus.
__ADS_1
“Terimakasih kembali, Bu," kata Alexis ramah.
“Kiri-kiri pak," Teriak Tree.
“Ayok Papa,” kata wanita itu, “Istriku manis sekali,” kata Alexis.
“Terimakasih atas pujiannya. Papa Ale manis juga,” Tree mencium pipi sang suami, setelah itu berlari memasuki sebuah toko baju.
“Sayang apa kau mau membeli baju disini," kata Alexis.
“Coba sini," Tree mengambil sebuah rambut palsu seperti rambut badut warna warni di kepala manekin, “Sayang malu,” kata Alexis.
“Pak minjem bentar ya, saya lagi ngidam pengen liat suami saya pakek ginian bentar," kata Tree pada pedagang, “Ok neng.”
Alexis mengambil rambut lain lalu memangsa kan di kepala sang istri, “Ayo chhhisss," Ceklek... mereka mengambil sebuah Selvi.
Setelah puas mereka berkeliling tanpa membeli seperti permintaan si nyonya XU Itu.
“Beb mau cilok," kata Tree, Alexis mengambil dompetnya membelikan apa yang istrinya minta, mereka jajanan sesuka hati, setelah capek berkeliling di pasar mereka mencari makan siang setelah itu Alexis membawa sang istri menaiki odong odong mengantarnya ke perusahaan sekedar mau pamer istri cantiknya.
....
....
Sedangkan di vila ...
Greeppp... Sebuah pelukan memeluk Mama Yumna, “Sepertinya anak-anak kita itu selalu kompak saling melindungi satu sama lain Kakak ipar, bukannya setiap anak yang salah harus di hukum?” tanya Mommy Qiana.
“Oh ia, dari raut tak terkejut mereka sepertinya mereka sudah tau apa yang menimpa Alexis ya adik ipar!” kata Mama Yumna.
kira-kira apa ya hukuman untuk para pewaris?
^^^To Be Continued ^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
__ADS_1
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini