Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Cobaan Hidup Tree


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



Uhhhh... Rintih Tree, wanita merasakan sapuan lidah di lehernya.


Wanita itu ingin membuka matanya akan tetapi rasanya begitu berat hingga seperti ada lem merekat di mata wanita itu “Siapa yang ingin berbuat kurang ajar kepadaku? Baru memejamkan mata sudah ada yang mau macam-macam” umpat tanya wanita itu.


Meski ia menjerit akan tetapi telinganya tak mendengar apapun, ia ingin berteriak lebih kencang akan tetapi bibinya tak bisa berteriak sebab sebuah rasa min serta bercampur tembakau tengah memberikan servis di bibirnya yang seksi.


Lembut, memabukkan, dan rasa itu sangat mengundang gairah besar di hati wanita itu.


Sentuhan ini? Kenapa aku mengingatkan padanya?


Apakah ia sudah datang menagih hutangnya padaku? dengan cara injeksi sekali lagi. Oh tidak tidak....


Aku harus mengusirnya dari rumah ku, aku tak mau kedua anakku itu melihat kelakuan ku dengan si gigolo ini....


Ahhhh... Rintih Tree ketika pria itu menyapu lehernya menyesap leher itu begitu keras...


Ahhh....


Ahhhh...


“Ambing aing Em, sepertinya Mama kemasukan jin ini, liat bibirnya mangap-mangap macem ikang yeye tempo hari itu," kata si El.


Em langsung mengambil satu gayung air lalu menyiram sang mama, “Ahhhh, bocor sudah ... bocor," Tree langsung terduduk, bajunya basah bahkan bantalnya pun ikut basah.


“Sukuylah," El mengelus dadanya.


“Ma, sebut siapa kami?" kata Em seperti orang memerintah.


Sedangkan si ibu tengah menahan kesal karena apa yang ia rasakan tadi sungguh nyata dan pasti ke dua anaknya ini ketakutan.


“Kenapa Em El? Kalian menyiram Mama, apa kalian tidak takut kualat?" kata Tree memandang wajah anaknya satu persatu.


Sepasang anak kembar itu sudah siap dengan seragamnya, Tree melihat jam, matanya membola ketika jam sudah di angka 7.


“Maafkan kami Ma, kami kira mama kerasukan jin sebab Mama tadi macem ikan yang Om Sat bawa dari Empang kapan hari, mangap-mangap seperti tak bisa bernafas." kata Em.


“Beney Ma, tadi Mama bersuala seperti orang kecetit, uhhh... uhhh gitu," kata El menimpali si kakak, tangan ke dua anak itu saling senggol dan saling oper gayung.

__ADS_1


Blussss, Wajah Tree memerah. Malu hingga ingin mencuci wajahnya menggunakan kembang 7 rupa.


“Eh sayang, kau ingin pergi ke sekolah?" tanya Tree mengalihkan perhatian kedua anaknya.


“Ia, Ma,” jawab El.


“Kemarin kau sakit loh, mimisan hingga pingsan, bagaimana jika kau libur dulu untuk periksa kesehatan," tawar Tree khawatir.


“Tidak utah Ma, aku cehat cekali pagi ini, sepeltinya, Om Sat sudah menunggu di depan,” kata El.


Wanita itu turun dari kasurnya mengganti bajunya lalu keluar dari kamar mengantar kedua buah hatinya yang siap pergi sekolah Paut.


“Bli Sat, titip ya,” kata Tree. Dua anak itu langsung masuk ke dalam mobil.


“Nona, lihat ini,” Iluh memberikan buku penjualan.


Wanita itu menghela nafasnya ketika melihat buku tersebut, “Entah sampai kapan kita bertahan Gek, ini sudah 4 tahun pandemi tak kunjung surut, bahkan para bule sudah di pulangkan, berapa kedai telah di tutup, bahkan bunga-bunga semakin layu tiada orang yang datang membeli, jika bukan Mommy dan Deddy menggajih kalian mungkin toko ini sudah tutup dua tahun yang lalu,” kata Tree apa adanya.


Semua wajih memanggil nona terhadap wanita itu karena status nya sebagai putri orang terkaya di negara I. Wanita itu tak menyangka Indonesia dilanda kekeringan karena adanya Corona, bahkan kedua anak tree baru 3 bulan sekolah.


Semakin lama aku tidak enak dengan bunda dan Deddy, uang peninggalan Kakek masih utuh, beliau sangat baik kepada ku hingga aku sungkan meminta bantuan kepada beliau. Batin Tree.


“Semua bunga rusak nona, karena ada Virus tanaman serta virus ternak melanda, hanya tinggal bunga mawar saja. Saya turut sedih," kata Iluh, gadis itu kasian terhadap sang bos, semenjak para bule di pulangkan, pengunjung pantai sekarang di batasi yang jelas usaha banyak yang gulung tikar.


Tililit... Tililit... bunyi ponsel Tree.


“Pagi sayang, bagiamana keadaan kalian?” tanya Mommy Qiana.


“Kami baik Mom, Mommy apa kabar?" tanya Tree.


“Baik sayang, kami rindu, si kembar sudah berangkat sekolah?" tanya Mommy Qiana.


“Sudah Mom,” jawab Tree, wanita itu pandai menutupi masalahnya sehingga Mommy serta Deddy nya tak menghawatirkan keadaannya.


“Mommy akan menjenguk kalian lusa, mommy tutup dulu ya sayang,” kata Mommy Qiana.


“Ia, Mon sampai jumpa,” kata Tree.


“Iluh, bantu aku membeli bunga baru agar Mommy...,”


Ucapan Tree langsung terganggu dengan bunyi ponselnya yang berdering kembali.


Tililit... Tilit... Tilit...


“Sekolah si kembar?" kata wanita itu,

__ADS_1


“Halo buk," jawab Tree.


“Selamat pagi buk, maaf mengganggu,” kata kepala sekolah si kembar.


“Pagi buk kepala sekolah, ada apa ya, apa si kembar berbuat ulah lagi?" tanya Tree beruntun,


Baru di antar sekolah bahkan yang mengantar belum pulang eh malah dia di telpon oleh pihak sekaloh, sungguh bayi sudah berbuat macam-macam. Dasar bayi bayi ajaib. Batin Tree mengomel.


“Tidak buk saya mau mengabarkan bahwa saat ini Xelano di larikan ke rumah sakit, tadi ketika sampai di sekolah baby XL tak sadarkan diri buk,”


“Apah?!" teriak Three syok, dunia wanita itu runtuh seketika.


Wanita itu syok hingga tak tubuh wanita hampir terhuyung. Jika tak di pegang oleh Iluh mungkin wanita itu terduduk di lantai.


....


....


Wanita itu mengambil sebuah helm, lalu meninggalkan Iluh tanpa berkata lagi, Tree menaiki motor, dengan wajah cemas Tree memacu motor matic merek Breeeatt itu membelah jalanan.


“Nona saya ikut," panggil Hepi.


“Ayo,” ajak Tree.


Tak peduli dengan macet wanita itu mengendarai di trotoar hingga menyalip motor satu dan satu nya lagi.


Tinnn... Tinnn... Bunyi klakson tak di hiraukan oleh wanita itu. Wanita itu sampai lupa bahwa ia tak sendiri mengendarai motor tersebut.


Cekittt.... Buyi motor parkir di halaman rumah sakit yang di berikan guru tersebut.


Dua wanita itu berjalan tergesa-gesa mencari ruang UGD.


“Mama," panggil Em.


“Untung anda cepat datang buk, baby Em sudah di bawa ke bangsal VIP dan kami disini menanti anda karena dokter ingin bicara dengan anda orang tua pasien.” kata kepala sekolah.


“Terimakasih buk, maaf ngerepotin,” ucap Tree.


“Sama-sama buk, semoga Xelano sehat kembali ya, saya permisi dulu,” kata buk kepala sekolah.


“Silahkan, Bli Sat, ajak Em dulu ya, Mbok Hepi ke ruangan El, aku mau ke Dokter dulu,” kata Tree.


“Sama , om Sat dulu ya,” si gadis kecil langsung menganggukkan kepalanya.


Ada apa ini Tuhan? batin Tree.

__ADS_1


^^^To Be Continued^^^


__ADS_2