
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
Bukkkk... Tubuh Aston jatuh di lantai ruang tamu rumah pria itu.
“Aston!” teriak Nyonya Mentari.
“Juki ... Juki....,” panggil nyonya Mentari mengguncang tubuh sang putra.
“Ia nyonya? Astaga tuan Muda,” Juki langsung mengangkat Aston.
“Cepat kau bersihkan tubuh Aston, aku mau ia bersih jadi bau alkohol!" perintah Nyonya Mentari.
“Baik Nyonya,” Wanita itu menyusul sang putra ke dalam kamar.
Saat ini Aston telah bersih, tubuh pria itu di baringkan di atas tempat tidur.
“Tre ... sayang, dimana kamu sekarang? Semua orang tak menemukan mu, kau hilang bak di telan bumi!” tangis Aston dalam mabuknya.
Huhuhuhu...
“Bahkan Samarta tak mau memberi tahuku dimana kamu saat ini,” rintih Aston.
Hari ini adalah hari ketiga ia mencari Tree, ia sampai memohon kepada Samarta, tapi gadis itu tak bisa ia ancam karena latar belakang gadis itu tak mampu ia singgung.
__ADS_1
Aston telah berkeliling dari rumah ke rumah seperti pengemis hanya untuk meminta rekaman CCTV tetangga Tree. Akan tetapi Tree seakan lenyap dari muka bumi ini karena tak satupun CCTV depan rumah tetangga Tree tidak menangkap tubuh Tree yang entah pergi ke arah mana.
“Aston, sadar nak... Kenapa hanya seorang gadis hama itu kau sampai seperti ini? Tak pantas bagi kita orang kaya gila karena gadis kampungan yang tak selevel dengan kita,” kata Nyonya Mentari duduk di samping putranya.
Aston yang tengah meracau dan mengigau... Banyak hal, semua itu hanya tentang Tree dan tentang Tree saja, hingga telinga wanita paruh baya itu sakit dan muak.
“Bunda...,” panggil Aston lirih.
“Ia As?" tanya Mentari yang tengah mengelus Surai rambut Aston.
“Kenapa mencintai itu sakit, Bun? Apa bunda ketika di tinggal ayah juga merasakan sakit? Dada ku sakit seakan ingin meledak bahkan terbesit di benak ku untuk membunuh mu karena rasa kecewa ini!” ujar Aston.
Glekkk... Wanita paruh baya itu menelan air luarnya..
Sepertinya gadis miskin itu lenyap bahkan para pelaku yang ku suruh pergi jauh sudah tak ada kabar. Batin Nyonya Mentari.
”Tree sayang ... kemana aku harus mencari mu? kenapa kau pergi seperti buih, tidakkah kau kasian kepadaku yang selalu mengharapkan hadirmu di sisiku...”
“Sayang pulanglah, katakan kepada ku dimana kau berada, semua orang bungkam atas keberadaan mu. Begitu pun Kakek, sudah tiga hari aku datang ke kuburan nya, menanyakan mu padanya tapi ia juga diam tak mengatakan apa-apapun, semua orang pasti membenci ku...,”
“Tree... sayang!” begitulah racauan seorang Aston.
“Aston sadar, As ... Kau sudah gila sekarang!” omel Nyonya Mentari.
“Tidurlah, bunda mau pergi dulu!” Wanita itu keluar dari kamar putranya setelah menutup tubuh pria itu dengan selimut yang tebal.
Plak... Punggung wanita itu di tepuk...
“Astaga!” kaget Nyonya Mentari.
__ADS_1
“Jukkiiiiiii....,” Teriak Nyonya Mentari dengan mata murka.
“Maaf, Nya, saya sudah memanggil anda dari tadi akan tetapi dari tadi anda tak menyahut,” kata Juki.
“Ada apa?” tanya nyonya Mentari.
“Sudah dapet dukungan nya nyonya, namanya Mbah Germo bin Ndeso, beliau meminta satu gedebong pisang tingginya harus 2 meter , Paku payung 2 kg, tanah kuburan Mbah Erot 5 kilo, celana janda bolong 10 biji sama kemenyan 5 kilo, gentong 3 buah," kata si Juki.
“Banyak amet, berapa tarif perjamnya?” tanya Nyonya Mentari.
“Katanya harus pilih pakek silahkan di lihat nyonya pilih saja,” si Juki menyodorkan brosur yang ia ambil di pasar tadi.
“Sayang tidak ada yang permanen, tapi gak papa lah, kepepet ini. Apakah ini manjur, Juk?” tanya nyonya Mentari.
“Aman nyonya, tadi saya sudah datang ke lokasi maka dari itu saya tahu persyaratannya,” kata si Juki.
“Carikan persyaratan nya, aku orang konglomerat mau pilih tarif yang paling mahal, malu aku jika milih harga yang murahan!” kata Nyonya Mentari dengan nada arogan.
“Baik Nyonya!” jawab si Juki langusung meninggalkan tempat itu.
....
....
Sedangkan saat ini kabar negara I di gegerkan dengan pemberitaan di TV internasional negara I. Berita ini bukan tajuk perselingkuhan atau kabar dari sang dewi artis melainkan pengumuman konyol dari seorang pewaris tahta keluarga XU.
Pria itu membuat pengumuman bahwa ia tengah mencari seorang wanita yang memiliki luka di punggung, barang siapa yang memiliki luka di punggung maka tuan muda XU ingin berjumpa dengan orang tersebut, bahkan ada kabar burung barang siapa yang di pilih oleh sang tuan muda akan di jadikan nyonya Muda XU.
__ADS_1
^^^To Be Continued^^^