Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Baby Emi 3 & Baby XL


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



Kriek... pintu ruang ICU bayi di buka, Alexis menggunakan baju steril memasuki ruangan tersebut dimana seorang dokter tengah menolong seorang bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 1 kilo 700 one dari masa-masa kritisnya.


“Dia kenapa dok?" tanya Alexis.


“Bayinya tak menangis bibirnya semakin membiru Tuan," kata Dokter.


“Apa yang harus saya lakukan?" tanya Alexis.


“Bisakah anda merangsang sang bayi, kita coba skin to skin," kata Dokter, Alexis langsung membuka bajunya dan menerima tubuh kurus rentan yang tengah menggunakan oksigen serta alat deteksi jantung di dadanya tubuh nya hanya di balut sebuah Pampers.


“Coba kau lihat keadaan bayi ini Star," Alexis dengan tangan gemetar menggendong bayi mungil tersebut.


“Anu tuan,” ucapan dokter langsung bungkam ketika sebuah kartu sakti milik Star di tunjukkan, bahwa pria itu dokter jenius di negara I.


Entah mengapa Alexis merasakan sedih melihat tubuh kecil, lembut serta tangan keriput si bayi. Dokter menyingkir membiarkan tubuh sang bayi merasakan hangatnya tubuh sang ayah.


“Hai boy...”


“Hari ini aku mengalami banyak kejadian aneh, aku tidak menyangka manusia di dalam rahim si ibu itu lembek seperti baju lipat, apakah kau hidup di dalam kandungan ibumu seperti ikan buntal? Ketika di dalam kau menggelembung jika di luar kau kempes?” Alexis membelai rambut lebat si bayi yang mulai dingin.


Star mengambil sebuah selang kecil lalu memasukkan selang itu dalam mulut si bayi, langkah selanjutnya Dokter muda itu menyedot cairan yang ada di dalam mulut si bayi.


Uhukkk... Uhuukkk... Tiba-tiba bayi itu batu lalu... tangis nyaring terdengar dari bayi tersebut.


Oeekk... Oekkk...


“Dia hampir keracunan air ketuban Lex," kata Star.


“Kau anak yang kuat kan?” tanya Alexis pada bayi mungil itu.


“Kau harus menjadi anak yang kuat untuk melindungi kakak perempuan dan ibumu yang butuh perlindungan,”


Oekkk.... Oekkk... Oekkk...


“Aku dengar dari ibumu, kalian sudah tak memiliki ayah. Maka dari itu kau harus berjuang dan semangat untuk mereka yang mencintai mu,” kata Alexis memberikan kecupan manis di kening si bayi yang mulai terdiam dari tangisnya, bahkan Alexis menyelimuti tubuh bayi mungil itu.

__ADS_1


Pria itu merasakan jantungnya berpacu. Rasa ingin memiliki anak itu begitu kokoh.


“Mungkin ini pertama dan terakhir kali aku menyentuh tubuh mungil seorang manusia kecil seperti mu, karena aku tak mampu untuk memiliki bayi seperti mu,”


“Dengarkan aku boy, mungkin ini akan menjadi rahasia kita selamanya, aku begitu menyukai mu, aku memiliki rahasia besar sebab diriku ini adalah pria impoten, aku penuh kekurangan dan menderita aku harap hanya aku manusia menderita, jangan kamu.”


“Ibumu singel parent, coba kau bayangkan, jika kau tak baik-baik saja ia akan sedih sepanjang hidupnya... kau tidak mau kan boy, ibumu sedih,”


Oek... Oek... Oek... Bayi itu menangis kencang lagi.


“Uluhh... uluh, kenapa kau menangis ketika aku bilang kita akan berpisah, jika kita berjodoh pasti berjumpa lagi, siapa tau kau datang lalu memintaku mengangkat mu sebagai putraku. hahahaha... Bisa bisa aku di gebukin sama ibumu," kata Alexis menepuk-nepuk pelan bokong si dedek.


Dokter yang menyangka Alexis adalah suami pasien tak mampu mendukung tangisnya ketika mendengar pengakuan pria itu.


“Bagus boy, bagus... bagus, kau anak pintar,” Alexis mencium pipi buat si bayi.


“Bro," Star pun juga ikut menetaskan air mata. Star mengelus punggung sahabatnya.


“Bro, matanya sama persis dengan milikmu," ujar Star melihat bayi itu membuka matanya.


“Ada ada saja kau bro, jangan macam-macam deh," kata Alexis.


“Warna mata Keluarga mu kan istimewa bro, jangan-jangan wanita itu ibu tiri mu,” kata Star ceplas-ceplos.


“Aww," Star langsung membekap mulutnya sendiri.


“Jangan macam-macam, di dunia penuh misteri dan siapa tau di luar sana warna mata seperti ini bukan hanya keluarga ku yang punya melainkan ada keluarga lain yang memiliki warna mata yang sama, bahkan wajah manusia aja banyak yang mirip," kata Alexis mencium pipi pria kecil yang tengah memandang nya padahal semua orang tahu bayi baru lahir belum bisa melihat.


Tangan kecil itu melambai-lambai hingga menyentuh dagu berbulu milik ayahnya itu.


Karena si bayi sudah bisa menangis dan langsung tenang dalam gendongan Alexis pria itu memberikan si bayi ke tangan sang Dokter.


“Terimakasih tuan, maafkan kami yang mengira anda adalah ayah bayi ini,” dokter dan suster membungkukkan kepalanya.


“Tidak apa-apa," Alexis melangkah ke arah tempat bayi satunya, dimana si bayi tengah tertidur lelap.


“Hey, gadis kecil, kau cantik sekali seperti ibumu," tangan Alexis mengetuk pipi si cantik, tiba-tiba bayi itu bergerak menggenggam jari kelingking pria itu. Entah si kecil tengah bermimpi. Sebuah senyum manis terukir di bibir si cantik.


“Sepertinya si cantik ingin mengucapkan terimakasih kepada anda karena anda telah menolong mereka,” kata Dokter, mereka tersenyum bersama.


Alexis membuka kalungnya, mengambil sepasang cincin yang selama ini ia pakai.


Cincin itu pemberian nenek QI sebelum wafat dulu, si nenek memberikan kepadanya agar ia memberikan kepada calon istrinya kelak.

__ADS_1


Karena keadaannya yang seperti ini, Alexis sudah bertekad tidak menikah, pria itu mengalungkan kalungnya di leher si bayi cantik.


“Bilang kepada ibu bayi ini, aku memberikan hadiah pertemuan dan perpisahan untuk nya, dan maaf saya tak sempat berjumpa dengan beliau, karena malam ini juga saya harus pulang,” kata Alexis meninggalkan sepasang bayi kembar yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya.


....


....


....


Setelah dua jam pencarian akhirnya rombongan Hepi sampai di rumah sakit dan mencari keberadaan nona mereka.


Begitupun rombongan Mommy Qiana yang terbang ke bali untuk melihat kelahiran si kembar.


Di bangsal tempat Tree saat ini tengah ramai, “Selamat sayang kau sudah menjadi ibu, mereka begitu lucu," kata Mommy Qiana.


Terimakasih Tuhan ungkap Tree dalam hati.


Ketika wanita itu sadar ia mendapatkan kabar baik yaitu kedua buah hatinya sehat dan tak kurang satupun, bahkan tadi si bungsu keluar dari masa kritisnya.


“Mom, apakah kalian melihat dua pria tampan di luar?" tanya Tree, tree tak melihat wajah Alexis penuh karena masker menutupi setengah wajah pria itu.


“Pria mana sayang?" tanya Mommy Qiana.


“Pria yang menolong ku dan si kembar,” kata Tree melihat ke sekeliling tempat.


“Tidak sayang, mungkin mereka pergi dari sini setelah mengantarkan mu ke rumah sakit,” kata Deddy Taksa.


Sedikit Tree merasakan kecewa, akan tetap, ketika pintu di buka dan kedua suster membawa bayinya ke dalam kamar, sebab Deddy Taksa meminta inkubator di ruangan putrinya.


“Oh, cucu opa” Deddy Taksa mengelus pipi gembul bayi cantik.


“Siapa nama bayi cantik ini sayang?" tanya Deddy Taksa.


Tree memandang bayi cantiknya, “Emilia Tree dan untu adek XLano Axiata.”


“Kenapa tidak sama huruf depannya sayang?" tanya Mommy Qiana.


“Tidak mom, karena mereka adalah keajaiban seperti sinyal ponsel tak terlihat tapi nyata dan menghubungkan dari jaringan satu ke jaringan yang lain.”


“Selamat datang Baby Emi Tree dan Babyi XLano," sapa Deddy Taksa.


^^^To Be Continued ^^^

__ADS_1


__ADS_2