Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Dinasti Playboy Turun Temurun


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



“Dari pada kita memikirkan untuk merebus putra kita atau menukar tambah anak nakal itu, lebih baik kita berkunjung dulu ke sekolah para cucu, jujur aku penasaran dengan wujud anak Alexis, Beb,"Papa Abraham membujuk sang istri.


“Sebentar dulu,aku ingin bicara kepada kalian," cegat Deddy Taksa.


“Bicara saja adik ipar," kata Mama Yumna.


“Kita tidak boleh mengatakan pernikahan mereka, karena aku ingin melihat seberapa berusahanya putra kalian untuk mendapatkan putri kita, jika Alexis tak memiliki kualitas sebagai suami dan ayah yang terbaik, aku yang akan membuat pernikahan mereka kandas tanpa pamit kepada kalian, seperti kalian yang tiba-tiba memberikan surat nikah maka kami pun bisa memberikan surat cerai satu hingga 24 kali dalam 1 jam,” Ancam Deddy Taksa.


“Itu pasti adik ipar, aku yang akan memisahkan mereka jika Tree tak mau hidup di sisi Alexis atau Alexis membuat keterlaluan terhadap Tree kita,” Tegas Mama Yumna.


Ko'id kali ini kau Nak! Maafkan Deddy tak bisa menyelamatkan hidupmu untuk kali ini. Batin Papa Abraham, sesama buaya darat harus saling melindungi bukan nah seperti itulah papa Abraham melindungi putra nakalnya.


“Tidak usah jemput si kembar ke sekolahnya. Besok kan hari weekend, jadi hari ini anak-anak di bawah pulang oleh Samarta," kata Mommy Qiana.


“Benarkah?" Tanya Mama Yumna dengan mata berbinar.


Mommy Qiana melihat jam di tangannya, “Hem, mereka sudah ada di bawah 5 menit yang lalu.”


“Asik, ayok adik ipar," Mama Yumna menarik lengan Mommy Qiana.


“Para wanita begitu antusias terhadap para bayi kecil. Aku semakin merindukan 4K,” kata Deddy Taksa.


“Four K sudah besar Taksa, suruh si Leon cepat menikah," kata Papa Abraham.


“Semenjak Menghilangkannya Leora, Leon menjadi pria tak bisa di atur serta di tuntut pula. Terkadang aku melihat ia menjadi tukang sapu jalanan, terkadang menjadi tukang ojek hingga sekarang menjadi supir di keluarga Zu,” curhat Deddy Taksa.


Beruntung usaha Keluarga, Ken bisa menjadi tulang punggung yang nomer satu membantu sang ayah. Deddy Taksa begitu sedih atas apa yang menimpa anak-anaknya, dari Leora kembali ke takdirnya yang tuhan berikan kepadanya serta Leon yang hidup bebas di luar sana karena kesedihannya yang mendalam atas menghilangnya sang kembaran.


“Biarlah, bro. Anak-anak semakin dewasa, kita orang tua hanya bisa memantau mereka dari jarak jauh,” hibur Papa Abraham.


....


....


“Necan!” pekik Em langsung berlari mendekati Mommy Qiana yang baru keluar dari lift.


“Oh, Em ku sayang,” Mommy Qiana siap memeluk tubuh mungil Em.


Em diam, memandang Mama Yumna, “Oh, sayang. Ini Nenek Yumna, ayo kenalan dulu saya Neyum,” suruh Mommy Qiana.


“Halo, Neyum. Salam kenal dari Emilia Tree,” gadis kecil itu menunduk dengan anggun layaknya seorang bangsawan.

__ADS_1


Mata Mama Yumna berembun, wanita paruh baya itu mengangkat tubuh gadis kecil itu, “Halo sayang, kau manis sekali sama persis dengan ibumu waktu kecil,” puji Mama Yumna mencium pipi bulan Em bergantian.


“Beb, aku juga ingin melihatnya,” Papa Abraham berlari mendekati sang adik serta istirnya.


Em langsung memeluk leher Mama Yumna ketika melihat wajah asing papa Abraham, “Jangan takut sayang, dia kakek mu, ayo salam sama Kakek," pinta Mama Yumna.


Em memandang wajah Mommy Qiana dan Deddy Taksa, mendapatkan anggukan kepala, gadis itu akhirnya mau di gendong oleh Papa Abraham.


“Wah, cucu Kakek, sudah besar ya," Papa Abraham mencium pipi gembul oleh Papa Abraham, pria paruh baya itu mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh.


“Aww... Geli ... Geli," tawa Em karena bulu ****** Papa Abraham yang kasar, pria paruh baya itu tak henti-hentinya mencium cucunya.


Sialan kau Alexis, akan Papa beri pelajaran kamu abis ini, enak-enak buat lalu menelantarkan. Batin Papa Abraham jengekel pada sang putra.


“Em, sayang. Dimana adikmu El?" tanya Mama Yumna mengelus Surai rambut Em.


“El lagi di marahin Tante Samarta di kursi depan, Necan," kata Em.


“Kenapa El bisa di marahin sama tante mu nak?" Tanya Mommy Qiana.


“El nakalin cewek-cewek, Necan trus kepergok tante, Samarta," jelas Em.


Semua orang dewasa saling memandang, mereka berjalan mencari keberadaan kembaran si gadis bijak tersebut.


....


....


“Ayo, El. Masuk, Necan pasti sudah menunggu mu di dalam," ajak Samarta mulai gemas.


“Eng Atut di alah sama Netan,ante," kata pria kecil itu.


“Makanya jika tidak mau di marah itu jangan menjadi anak naka, siapa suruh kau berbuat ulah," omel Samarta.


“Cuma ium satu kali aja tok! Ante tak liat tadi si Tai aja gak malah di tium Eng yang ganteng ini, malah ia eneng eng ium," kata El tak mau di salahkan.


“El, kalog masih kecil itu tidak boleh main cium-ciuman. Nanti kualat tau rasa kamu," kata Samarta yang memergoki si El nyium Tari temannya pas tadi mau naik ke mobil.


“Alah ante, Eng kan anteng. Cekayi-cekayi godain wewek kan tak apa toh, nolmal," kata El yang mulai mengerucutkan bibirnya.


“Pa!” panggil Mama Yumna yang mulai panas kepalanya mendengar celoteh El kecil yang persis Alexis kecil dulu.


“Ia, Ma," jawab Papa Abraham.


Kenak lagi ... Kenak lagi gue... Batin Papa Abraham.


Mama Yumna memandang suaminya dengan mata melotot, seakan mata itu berkata, “Tidak Kakek, anak hingga ke cucu semua pada playboy. Kenapa di turunkan sih, Pa!”


Keringat di pantat papa Abraham bercucuran hingga kolornya basah.

__ADS_1


“Hey, El sayang,” Mama Yumna langsung mengangkat tubuh El gemas.


“Onya ini ciapa ya?" tanya El.


“Dia nenek mu El,” jawab Mommy Qiana.


“Benalkah?” tanya bocah tersebut.


“Benar, kenapa kau di matahari oleh tantemu sayang ku?” tanya Mama Yumna.


“Oh itu ne, Eng tadi say goodbye sama kawang Eng aja kok,” elak El.


“Oh, El banyak punya teman?" tanya Mama Yumna membawa cucunya masuk ke dalam rumah untuk di ganti bajunya.


“Banyak Nene," kata El antusias, yang tadinya gak mau masuk masuk juga itu anak.


“Panggil Oma aja sayang,” suruh Mama Yumna.


“Kalena Oma tantik, eng akan panggil Omacan,” kata El.


“El jika liat cewek selalu muji csnrik, Oma," adu Em yang di dudukan di atas ranjang.


“Emua wewek itu cantik loh, Em kalog wowok ganteng!” celoteh El membuat bibir Samarta serta Mama Yumna yang tengah membuka baju kedua anak super aktif itu, tersenyum.


“El, dari mana kau mendapatkan kalung cincin ini?" tanya Mama Yumna memegang kalung cincin di leher cucunya.


“Ata, Mama ini dayi malaikat penoyong, kami Oma," jawab El.


“Kalung itu pemberian orang yang membatu Tree melahirkan 5 tahun Ma, karena tak sempat bilang terima kasik Tree membelikan kalung kepada si kembar dan menjadikan pemberian pria penolong itu bandulnya," cerita Samarta berlanjut sambil memandikan si.


Aku yakin ini milik Alexis. Tuhan, Takdir apa ini? Kau pertemukan mereka dalam ketidak sengajaan hingga si kembar lahir di saksikan ayahnya. Batin Mama Yumna, air mata wanita itu mengalir deras dan tak mampu di bendung ketika melihat ukiran di cincin tersebut.


“Oma kenapa nangis. Serigala mana yang menggigit, Oma?”


^^^To Be Continued ^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.

__ADS_1


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2