
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
Sebuah toko bunga yang memiliki berbagai jenis macam bunga, dari bunga potong hingga bunga hidup yang tertanam di dalam pot-pot yang tersedia di tempat itu. Toko itu begitu luas, di belakang toko, di samping kanan dan kiri toko terbentang luas taman yang di tubuhi warna warni bunga yang sengaja di rawat oleh si pemilik.
Interior penataan ruangan serta desain toko bunga ini begitu indah, sehingga memanjakan mata pelanggan ketika berkunjung di tempat itu.
Siapa sangka di pinggir pantai BATU BOLONG ada sebuah toko bunga yang begitu indah, sehingga para bule atau warga lokal ketika menikmati pantai akan mampir ke toko tersebut, ada yang menikmati pemandangan bunga-bunga cantik yang tertanam indah di tempat itu, sebab toko bunga tersebut menyediakan tempat duduk geratis bagi para wisata, sehingga lambat laun ada pedagang berdagang di sekitar toko bunga tersebut.
“Selamat pagi,” sapa seorang pemuda tampan memasuki toko bunga tersebut.
“Pagi,” seroang wanita pribumi keluar dari dalam membawa satu pot bunga.
“Bolehkah saya bertemu dengan pemilik toko ini?” pinta pria itu.
“Maaf ada apa tuan, nona Tree saat ini tengah berjalan santai di pantai,” kata gadis itu.
“Begini nona, saya ingin memesan bunga serta karangan buka yang di dekorasi indah untuk pembukaan resort kami,” kata pria itu.
“Saya mendapatkan alamat ini dari rekan bisnis saya yang memakai jasa kalian dalam menghias lobi hotelnya," kata pria itu.
“Kira-kira kapan acara itu tuan?" tanya gadis itu.
“Satu Minggu lagi,” kata pria itu.
“Sebentar dulu, saya hubungi nona untuk memastikan beliau bisa atau tidaknya merangkai bunga anda soalnya beliau tengah mengandung 8 bulan setengah,” kata gadis kecil tersebut.
“Baiklah,"
....
....
....
“Kalian lagi apa sih, kenapa tidak bisa diam?" kata Tree sambil mengelus perutnya yang sangat besar, gadis itu begitu bahagia karena mengandung bayi kembar.
Wanita itu merasakan terpaan angin pagi dari pantai yang indah, rambutnya tertiup angin yang sepoi-sepoi. Kaki telanjang nya merasakan empuknya pasir pantai Kuta Utara itu.
__ADS_1
“Jika mama tidak capek, bunda akan berjalan kaki sampai di pantai Pererenan, disana patungnya indah, meski di bawah begitu banyak karang tertata rapi, sebuah keindahan bukan sayang ku? Mama jadi tidak sabar kau lahir ke dunia, menggenggam tangan kalian melintasi pasir yang tak akan melukai lutut kecil kalian.”
Tree semakin sering mengajak kedua bayinya bicara, ia menanam ikatan dengan buah hatinya sedini mungkin.
Wajah Tree semakin mempesona dalam kehamilan ini, sehingga siapa saja yang berpapasan dengan wanita itu akan terpesona akan tetapi jika melihat ke arah perut, mereka meyakini jika wanita itu bukanlah wanita lajang.
Hari-hari Tree lalui dengan kuliah online serta menyibukkan dirinya di toko bunga miliknya, urusan masak sudah ada Hepi dan urusan taman ada dua pekerja lainnya.
“Hai anak-anak Mama, kalian itu menggemaskan, tak pernah menyusahkan Mama. Tidak pernah meminta hal-hal aneh, sehingga Mama sering lupa jika saat ini hamil," kata Tree sambil merasakan pergerakan anaknya yang sudah susah bergerak.
Wanita itu hanya sering susah tidur dan nyeri punggung selebihnya ia begitu aktif bahkan, setelah di perbolehkan pulang dari rumah sakit gadis itu tetap ingin tinggal di pulau ini.
Seperti permintaan Tree, calon ibu itu membuka toko bunga dan membuka jasa menghias dan merangkai bunga di sebuah acara tertentu. Dari bakat seninya gadis itu merintis bisnisnya selama hampir 5 bulan ini.
Tilit... Tilit... Bunyi ponsel Tree berdering..
“Ia, Gek?” jawab Tree.
“Nona, ada yang memesan karangan bunga serta serta anda di minta mendesain peletakan bunga di pembukaan resort mereka,” lapor anak buahnya.
“Kapan itu?" tanya Tree.
“Seminggu lagi,” kata gadis di sebrang sana.
“Tapi nona,”
“Ambil aja gek, toh HPL ku masih dua Minggu lagi, itupun bisa maju dan bisa lewat, kita tidak boleh mengecewakan pelanggan sebab kita masih baru dalam bisnis ini," kata Tree.
“Baiklah, Nona,” jawab Gadis kecil yang memiliki nama Iluh Sutarmini.
Setelah membuka toko, calon ibu muda itu merekrut dua pekerja yang baru lulus SMA, satunya lagi seorang pria sebagai kurir bernama Wayan Satrio.
Calon ibu itu memutuskan pulang.
Sedangkan di toko bunga...
“Baik, tuan silahkan anda pilih modelnya, jika boleh tau, pesanan ini atas nama. siapa?” tanya Iluh ramah.
“Atas nama Fren. Ini kartu nama saya,” Fren memberikan kartu namanya.
.....
.....
__ADS_1
.....
“Bli Sat, sudah siap semua?" tanya Tree, hari ini ia akan menghiasi resort yang ada di kawasan Legian Kuta.
Cukup jauh sih, cuma demi cuan yang banyak mereka berangkat pagi buta. Saat ini mereka berempat.
Kenapa mereka berjalan pagi sebab demi hasil maksimal mereka merangkai bunga di tempat, sebab mereka harus menyesuaikan dengan desain interior yang sudah di pasang.
Setelah menempuh perjalanan 1 jam setengah akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
“Mari Nona," papah Hepi pembantu sekaligus bodyguard Tree yang di berikan oleh kedua orang tuanya. Mommy dan Deddy dua minggu sekali mengunjungi putri serta calon cucunya.
Kenapa dadaku berdetak semakin kencang ya? tanya batin Tree.
Bayinya terasa gelisah ketika wanita itu menginjakkan kaki kedalam resort. Akan tetapi dengan Tree menghiraukan apa yang ia rasakan. Wanita itu berkerja dengan cekatan hingga sore hari menjelang.
“Akhirnya selesai juga,” kata Tree Ketika memeriksa kesempurnaan pekerjaannya.
“Aduhhh kenapa aku kebelet ingin buang air besar ya?" rintih wanita itu.
“Kalian tunggu aku di belakang dulu ya, perut ini mulies, sebentar lagi para tamu akan datang, kita akan pulang,” kata Tree.
“Apa butuh di antar, Nona?” tawar Heppy dan di angguki oleh yang lain.
“Tidak usah, toh kamar mandi gak usah naek ke lantai dua, ini masih sehat,” kata wanita itu.
Tanpa membawa tas hanya berbekal sekotak tisu basah Tree berjalan mencari kamar mandi.
“Aww....," Rintih wanita itu ketika merasakan sesuatu seperti sobek di bawah sana.
“Astaga apa aku ngompol?” tanya Tree pada dirinya, wanita itu susah menunduk padahal toilet ada di depan mata.
Sedangkan pada saat yang sama seorang pria keluar dari toilet sambil menelpon.
“Fren buka saja acarnya dulu, sungguh pinggangku sakit, rasanya seperti hampir patah," kata pria itu.
Pria itu mendengar rintihan Tree di pintu kamar mandi.
“Nona, ada Kenapa?” tanya Alexis.
“Tolong tuan, saya sepertinya mau melahirkan,” Kata Tree duduk di lantai, wanita itu belum mengangkat wajahnya.
^^^To Be Continued^^^
__ADS_1