
“Mama-mama!" Teriak seorang bocah berlari menggunakan seragam SD, “El jangan lari-lari," teriak seorang gadis kecil mengejar kembarannya.
“Kalian ini selalu berlari, jika jatuh luka loh nak," kata Tree dengan tubuhnya yang tambun karena saat ini wanita itu tengah mengandung 7 bulan.
Nahhh... Hayyooo kira kira siapa bapaknya ya🤣...
Greeppp... Sebuah tangan kokoh memeluk pinggang melar Tree, mengusap perut sang istri yang buncit dengan gemas.
“Biarkan sayang, anak-anak sudah besar, aku khawatir setiap kau berjalan cepat sambil membawa si bungsu kemana-mana, aku takut kandungan mu lompat," kata pria itu.
“Ini hanya isinya 1 Ale, dulu perutku besar banget, jangan berlebihan deh," kata Tree gemas karena tingkah posesif si bapak yang sebentar lagi punya anak bayi.
Nah kok papa Alexis masih hidup ya😂.
Wanita itu melihat keposifan Alexis hingga di tahap anu, membuatnya gemas. Ingatan tentang hampir kehilangan 3 tahun yang lalu begitu jelas diingatan Tree. Suaminya sempat dinyatakan meninggal beruntung malaikat pelindungnya selalu ada melindungi mereka.
Flashback ON
“Aku belum mengizinkan mu meninggalkan kami Alexis. Karena kamu punya tanggung jawab menjaga Qiana kami," kata seorang wanita yang masuk ke dalam ruang operasi, wanita itu menyaksikan operasi di ruangan khususnya.
“Mom-mommy,” kata Star.
Mommy Qiana menyuntikan sebuah cairan coklat ke tubuh Alexis, seketika detak jantung Alexis tak beraturan, bahkan darah kental keluar dari hidung mulut dan telinga pria itu.
__ADS_1
Bukkk... Bukkk... Mommy Qiana memukul dada Alexis, “Ini adalah potongan terakhir pohon kehidupan ku, kau yang aku pilih untuk hidup lagi, maka jangan sia-sia pohon ku yang berharga."
Buk... Buk... Buk... Mommy Qiana terus memukul dada Alexis sambil menyalurkan Qi-nya pada pria itu, semua orang mundur sedikit menjauh.
Tak lama kemudian detak jantung Alexis kembali, seketika Mama Yumna duduk dilantai. Mommy Qiana menyuntikan cairan yang sama di lengan El.
“Adik ipar,” Mama Yumna memeluk tubuh Mommy Qiana. “Lusa mereka akan sadar, doakan yang terbaik untuk putra kita," Mommy Qiana harus kembali keruangan karena Qinya hampir habis.
Greeppp... Sebuah tangan menggendong Mommy Qiana tanpa persetujuan, dan Mommy memeluk pria itu pria yang menemaninya lebih dari 30 tahun.
Flashback Off.
“Sayang kenapa kau bengong," tanya Alexis.
“Awww... Kau nakal nak," usap Alexis di permukaan sang istri, ia tak menyangka anaknya menendang tangannya pada saat ia memeluk sang istri, dan mengelus perut wanitanya.
“Papa ada apa?" Tanya El, “Adik mu menendang boy dia nakal, coba sini pegang dia," saat ini mereka tengah duduk di ruang keluarga. Bahkan seragam sekolah anak-anak masih melekat di tubuh mereka.
“Wah apa nya ini pa," tunjuk El pada tonjolan yang terlihat di matanya, ia hanya berani mencolek takut adiknya sesak nafas.
“Mungkin lengan atau lututnya nak," kata Tree, “Mana ma, Em pengen pegang adek,” Em pun juga ikut antusias.
“Aku tak menyangka dulu aku mabuk, makan kulit-kulitan kayak setan ternyata ada bayi di dalam perut mu sayang," kata Alexis, semua pun tertawa, Tree masih tak percaya jika yang ngidam pas hamil si kembar adalah suaminya pantesan dia hamil si kembar tak rewel atau sebagainya ternyata oh ternyata 🤣.
__ADS_1
Mereka masih ingat kejadian 4 bulan yang lalu, Tree yang mengeluh menderita busung lapar dan papa Alexis yang cengeng macem cewek baru pubertas membuat semua orang aneh dengan perubahan suami istri itu, karena takut adanya penyakit ganas menggerogoti mereka dan hasilnya sungguh mengejutkan semua keluarga besar, karena ada bayi di dalam perut Tree dan usianya sudah 3 bulan.
“Lagi berapa Minggu ini sayang,” kata Alexis semakin gemas.
“7-8 Minggu lagi papa. Yang rajin kerja, nanti jika sudah lahir Mama kasik deh papa yang urus, kan dulu papa belum pernah urus si kembar, nak kali ini papa yang mama kasik ngurus,” kata Tree membelai rambut suaminya sayang.
Wanita itu sungguh tak menyangka jika berada di suatu keadaan yang setiap harinya hanyalah bahagia dan bahagia padahal selama hidup takdir selalu mengujinya, merasakan jatuh bangun akan takdir, selama ini ia berusaha dan tetap berjalan sambil menikmati apa yang takdir berikan padanya. Ia hanya yakin sesakit apa nasib yang ia jalani akan ada buah manis yang menanti.
Intinya jangan pernah menyerah dalam segala sesuatu, dalam hidup kita selalu di uji, karena selama kita masih hidup masalah akan selalu datang, tergantung bagiamana kita menyikapinya. Karena tidak ada yang instan di dunia ini.
...Tamat....
Terimakasih sudah mengikuti cerita receh nyai yang ala kadarnya ini, banyak tangis dan tawa dalam membuat cerita ini. cerita nya ini memanglah pendek hanya 110 bab. Ada pertemuan ada pula perpisahan, sayonara para kesayangan Nyai, tanpa melihat Viwer yang hanya seujung kuku dan levelnya yang anjlok aku berhasil menyelesaikan karya ini sungguh kebahagiaan tersendiri bagiku🙏.
Bila ada salah kata atau keliru dalam penulisan saya nyai Gendeng Permanen mohon maaf atas segalanya, sayonara pemirsa, jika kita berjodoh pasti berjumpa lagi di rumah anak-anak ku yang masih ongoing tentunya....
oh ia nyai mau ngucapin terimaksih pada empok Nadin yang memberikan support komen begitu banyak di karya ini, untuk keluarga Juju ku, admin GC ku yang keren, Nurmala, Asry, Mimi, Via terimakasih atas support nya selama novel ini di buat. Di karya ini aku menemukan wajah Reader baru yang manis, Ayda yang cantik, Mama muda dan Si ratu julit ku Mak Aan.
Dan ku ucapkan Reader setiaku dari karya pertama hingga terakhir, kak Yuli dan mbak Rin dan para admin GC ku, serta gurp WA ku Juju yang aku cintai.
Yang belum ku sebut halo salam kenal😀🤭🤭 🤭 🤭 ❤️❤️❤️
sebenarnya gemes mau komen komentar kalian tapi susah mau komen gak boleh cepat cepat harus jeda sedangkan nyai otor selalu sok sibuk😭 tapi nyai baca dan senyum senyum sendiri, nyai hafal kok satu stau yang komen. Untuk kak any dan Oppa Ray serta Oppak rendra thank suportnya beb❤️❤️❤️❤️ kalian berjasa membuat penulis remah ini jauh lebih baik.
__ADS_1