Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Penolakan Tree


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



“Suntik racun saja dia jika memberontak!” perintah Mama Yumna.


“Jangan Ma, aku tak mau di pisahkan dengannya!" Pinta Alexis.


“Cih, dasar buaya, sana kau mencari kehangatan di selang-kangan para ja-lang mu yang lain, untuk yang ini tidak boleh, karena apa boy? Karena kau akan mencari mati ketika menggali untuk proyek lahan tower mu dan kau siap-siap lah di cincang oleh Bibi mu," kata Mama Yumna tanpa menoleh. Setelah itu ibu Alexis itu tak menghiraukan teriakan putranya, ia membawa Tree ke luar dimana helikopter terparkir menunggu mereka.


“Tau tidak boy. Papa mu ini playboy dulu berengsek sampai di nobatkan menjadi playboy cap kapak sama para pembaca akan tetapi ketika papa mencintai ibumu papa langusung tobat dan langsung menikahinya tanpa embel-embel nganu,”


Meski waktu itu ada insiden tongkat Papa mati karena di gebukin ibumu. Sambung Papa dalam hati.


“Maaf pa, tapi aku janji ini yang terkahir. Aku ingin memilikinya selamanya," kata Alexis kelu, ia memang playboy dari dulu, sering mencicipi apem cubit para cewek, bahkan terang bulan dari gerobak satu ke gerobak lain Alexis tau rasanya, bahkan tangannya begitu sering mere mas roti burger dengan wijen raksasa milik wanita.


Tapi itu dulu sebelum malam anu dengan Tree, lima tahun ini bibir dan seluruh anggota tubuhnya seakan mati rasa dengan tubuh wanita cantik nan molek di luar sana, jika gak percaya tanya sama si Jon yang memilih pingsan jika di dekati wanita selain Tree. Terlihat jelas si Jon maunya yang halal halal doang 🤣.


“Buktikan, kami pulang dulu boy,” Papa Abraham pergi meninggalkan putranya yang diam mematung mencerna ucapan sang papa.


Alexis mengira setelah ini ia akan mudah memiliki Tree bahkan ia membawa wanita itu ke pulau pribadinya agar si wanita tak bisa kabur ketika bangun dari tidurnya. Hingga melupakan identitas wanita itu.


....


....


“Ayo kita pulang sayang," papa Abraham memeluk pinggang istirnya yang memeluk Tree.


Mereka mengendarai helikopter meninggalkan tempat yang ternyata sangat indah, Tree terpesona melihat indahnya laut yang mengelilingi Vila tersebut.


“Indah ya sayang?" Tanya Mama Yumna dan di angguki oleh Tree.


“Nanti kau mintalah berbulan madu kesini lagi pada suamimu itu?” kata Papa Abraham dengan senyum hangatnya.

__ADS_1


“Suami?" Tanya Tree bingung.


“Ia sayang, apakah putra Mama tidak layak untuk kau jadikan suami. Kasihan si kembar," kata Mama Yumna lugas.


Mulut Tree mengaga, sejak kapan mereka tau keberadaan si kembar dan tau identitas kedua buah hatinya.


Tidak. Aku harus pergi, dari yang aku lihat mereka juga orang kaya, bagaimana jika mereka mengambil si kembar lalu memberikan ku kompensasi untuk menghilang dari kehidupan anak-anak ku. Batin Tree ketakutan.


Jangan salahkan Tree takut karena ia memiliki trauma berhadapan orang kaya, bahkan ia punya cita-cita tidak memiliki hubungan spesial dengan orang kaya.


Wanita itu tidak tau bahwa dirinya sudah ditakdirkan menjadi orang kaya oleh Nyai Gendeng Permanen. Wajah Tree memucat. Tangannya dingin ketakutan dan ketakutan merasuk hingga ia ingin menjerit.


“Ayo sayang, mereka sudah menunggu," ajak Mama Yumna, karena banyak melamun tadi ia tidak sadar sudah sampai di Vila Mama Yumna yang beda di belakang Vila Mommy Qiana.


“Mommy," gumam wanita itu ketika sang ibu yang ia lihat ketika turun dari helikopter.


“Ah, sayang ku,” Mommy Qiana memeluk tubuh putrinya.


“Maafkan Mommy yang tak bisa melindungi mu nak! Maafkan Mommy,” tangis Mommy Qiana. Ia merasa bersalah karena Tree harus menderita terus kenapa tidak ia jodohkan saja mereka ketika pertama kali datang ke rumah ini, mungkin Takdir tak mempermainkan hidup putrinya.


Oh Dewi, Betapa malang hidup putriku. Batin Mommy Qiana, wanita itu menarik sang putri memasuki Vila sunyi milik Papa Abraham.


....


....


Buk... Tubuh sepasang suami istri itu luruh di lantai, “Adik ipar kami yang salah. Seandainya Alexis aku kebiri mungkin saat ini Tree kita tidak merasakan menderita, ia tak harus mengandung tanpa di dampingi suaminya serta harus mengubur impiannya,"


“Saya mohon Tuan, Nyonya. Disini tidak salah, berkat putra kalian saya yang di pandang sampah tak bisa memiliki anak ini bisa menjadi seorang ibu. Saya tidak pernah menyesali hadirnya buah hati saya, pendidikan dan masa depan bagi saya tak penting yang penting masa tua saya tidak kesepian,” kata Tree membangunkan mertuanya itu.


....


....


“Perkenalkan sayang. Dia adalah Abraham Xander XU kakak kandung Mommy dan wanita itu adalah istrinya Yumna NA," jelas Mommy ketika mereka sudah duduk nyaman di ruang tamu.


“Maafkan suami Alexis ya sayang," Mama Yumna mengumpulkan tangan Tree dalam genggamannya.

__ADS_1


“Suami?" Tanya Tree bingung.


“Ia nak, dulu Papa dan Mommy mu ini berlomba-lomba ingin mengadopsi mu tapi sayang Mommy Qiana yang mendapatkan hak asuh dan tanpa sepengetahuan mu kami menikahkan kalian, mendiang kakek mu menyetujui untuk kebaikan mu akan tetapi ia membuat perjanjian dengan ku, jika pada saat kau mengucapkan ingin menjalin bahtera rumah tangga dengan pria yang kau cintai maka aku harus mengembalikan status lajang mu," kata Deddy.


“Sejak kapan Papa?" Tanya Tree.


“Sepuluh tahun yang lalu nak," kata Papa Abraham.


“Jika ia suamiku berarti buah hatiku bukan anak haram kan Mommy?" Tanya Tree melihat wajah ibunya.


“Tidak sayang, mereka anak sah mu dengan suamimu. Takdir membawamu ke dalam pelukannya berarti kalian sudah berjodoh," kata Mama Yumna dengan mata sudah berlinang air mata.


“Tapi, aku minta maaf Ma, Pa dan Mommy, sepertinya aku tak bisa hidup dengan Alexis," kata Tree mantap.


“Kenapa nak, kasian si kembar," kata Mama Yumna kaget.


“Aku tidak ingin hidup dengan pria yang tak mencintaiku, jika urusan anak anak kita bisa membicarakannya nanti. Alasan saya tidak ingin berada disisinya karena ia memiliki begitu banyak wanita, dan saya tak mau berbagi!” mantap Tree.


Ini yang paling di takutkan Mama Yumna, yaitu kebiasaan playboy putranya. Jika sudah menjadi keputusan Tree entah bagaimana pun kedepannya, tak masalah lah buatnya. Mau bagiamana lagi coba.


Haduh ... rintangan mu besar Boy. Batin Papa Abraham prihatin, ia yang sejenis dengan sang putri tau yang mana mencintai tulus mana yang hanya main-main.


^^^To Be Continued ^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.

__ADS_1


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2