
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
...----------------...
“Apakah kamu sudah siap Ale?" Tang Star yang tengah memasukkan obat ke dalam suntikan. Alexis hanya mengangguk dan merubah posisinya miring agar semua dokter menyuntikkan obat bius di tulang punggungnya.
Mata pria itu memandang sang putra yang juga menggunakan baju ruang operasi seperti dirinya, “Papa yakin kau akan sehat setelah ini nak," kata pria itu sambil memejamkan matanya ketika merasakan sakit suntikan menancapkan tubuhnya.
Sedangkan di luar Tree tengah duduk di peluk oleh Deddy Taksa, wanita itu begitu sedih karena di dalam sana belahan jiwanya tengah berada di ujung tanduk antara hidup dan mati.
“Sabar ya sayang, kita doakan keduanya selamat," kata Deddy Taksa.
Tuhan selama hidup aku hanya menerima takdir yang kau berikan tanpa pernah mengeluh dan meminta hidup yang lebih baik. Bisakah untuk kali ini aku meminta kedua belahan jiwaku di dalam sana baik-baik saja?
Tree mengingat kencan mereka yang begitu asik layaknya pasangan muda pada umumnya, pria yang menjadi suami itu memeluk tubuhnya sepanjang waktu. Suaminya adalah sosok penyayang, Tree belum mengenali pria itu luar dalam akan tetapi ia yakin sang suami sosok yang terbaik impiannya.
****
Sedangkan di dalam ruangan operasi tubuh Alexis sudah di bius total mereka mulai melakukan opsesi besar itu.
Jauh di bawah alam sadar Aexis pria itu melangkah memasuki gerbang tinggi yang tak sanggup ia lihat ke atas sebab ia bak semut jika berdiri di depan gerbang itu.
“Dimana ini?” tanya pria tampan itu, perlahan ia mendorong pintu itu. Seketika ia tercengang ketika melihat sebuah danau yang luas, pohon-pohon tertanam rapi. Hamparan Rumput-rumput hijau menyejukkan mata.
“Papa!" Panggil seorang anak kecil duduk di tepian danau. Alexis berlari mendekati anak kecil yang sangat ia kenali itu, “Kau sedang apa boy," sapa Alexis.
“Lagi mancing nih, pa," El memperlihatkan pancingan serta umpan yang di wadai ember.
“Sudah dapet ikannya boy?" Tanya Alexis.
“Belum pa, padahal Mama penen mamam itan goleng," kata El dengan suara khasnya yang cedal.
“Sini papa bantu. Barang kali ada betina ikan lewat melihat papa yang mancing siapa tau dia dengan ikhlas memakan umpan kita," kata Alexis.
__ADS_1
“Papa cuka disini?” tanya El.
“Ia boy, disini enak, udaranya segar, segar dan damai," kata Alexis.
“Beng Eng cuka disini, boleh tidak Eng buat lumah di nini pa?" Tanya El.
“Jangan nak, nantik ibumu bingung nyariin kamu. Sepertinya kau harus belajar bicara boy, Em sudah lancar bicara kau belum, apa sebaiknya papa mengerik lidah mu pada hari Jumat ya?" Kata Alexis.
“Janan papa, nantik El tidak emes lagi, kan ada Eng disini yang bikin emes lagi. Nantik leader dan kelualga Juju tidak rindu El lagi, tau tidak celita ini udah ada di ujung. Kok El cedih ya," kata si El mengusap ingusnya yang meler.
“Ia boy, ada pertemuan pasti ada perpisahan, untuk semua Reader keluarga kartu perdana aku ucapakan terimaksih sudah membaca karya kita ini, begitu banyak suka duka hingga membuat cerita ini ingin selalu di peluk oleh si nyai."
“Pa-pa.. ada itan, iat tuh gelak gelak," antusias El, “Mudah-mudahan itu putli duyung ya pa," girang anak anak itu.
“Mana ada nak putri dukung yang ada mah Dugong,” kata Alexis menarik pancingannya.
“Wah, ikan mas," kata Alexis ketika melihat seekor ikan mas sebesar setengah kg.
“Pa, itannya bagus walnana Olen meski mulutnya doweng mangap-mangap sepelti ini,” kata El kegirangan.
“Sana Bawak pulang boy, katanya mau di goreng,” kata Alexis.
“Apapun untuk mu boy, cepat bawa pulang ikan itu. Bilang Mommy mu rawatlah ikan itu agar cepat besar," kaga Alexis.
“Papa tak ikut pulang?” tanya El.
“Tidak boy, papa mau disini mau mancing putri duyung dulu," kata Alexis, “Baiklah, jangan lupa jika udah dapet langsung Bawak pulang, El penatalan bentuknya.
“Ia cepet boy Bawak pulang, nantik ikannya mati, jangan lihat kebelakang ya," suruh Alexis serius.
El... Suara Tree memanggil El...
“Cepat itu Mama sudah memanggil mu boy," dorong Alexis.
“Dada... Papa,”
****
__ADS_1
****
“Syukurlah operasinya lancar,” kata Star, dengan tubuh tegang hingga bergetar.
13 jam mereka melakukan operasi ini. Semua orang bernafas lega, karena operasi berjalan lancar.
Semua orang tengah membasuh tangannya sebelum memindah pasien. Tiba-tiba...
Titititit...Tiiiiiiittttt...... Tiiiiiiittttt...
“Ale, apa-apa ini," Star berlari ke arah Alexis, “Cepat ambilkan pemicu jantung, ” teriak Fren. Star langsung menarik baju biru penutup tubuh depan start, “Bro, jangan macam-macam. Kau harus bertahan ingat kan waktu itu aku bilang akan menikahi istrimu jika ia menjadi janda, aku tak main main bro,”
Star menggosok pemicu jantung lalu, duggg... Tubuh itu terguncang karena guncangan dari pemicu jantung.
Ibu Star menggelengkan kepalanya, “Naikkan,” perintah Star.
Air mata pria itu tak mampu di Bandung, DUUUUGGGG... Titititit... Titititit... Seketika tubuh star lemas.
“Alexis Xander XU, jam 18.30 telah tutup usia ” kata star dengan suaranya yang lemas dan tak sanggup.
****
****
To Be Continued
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
__ADS_1
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini