
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
“Apaan itu, tuan?" tanya Tree bingung.
Greep Alexis memeluk pinggang Tree lalu menarik wanita itu hingga duduk di atas pangkuannya.
“Tolong, stop panggil aku tuan. Karena aku bukan tuan mu! Panggil aku Sayang,” pinta Alexis mengandung kata perintah. Pria itu mendekatkan wajah mereka.
Alexis mengecup bibir atas dan bibir bawah Tree. Karena tiada respon ia mengigit gemas kelopak bibir Tree sehingga sang empunya kue terang bulan membukakan akses luas dalam untuk si lebah penghisap sarinya.
Sialan si Aston itu. Mengajari cara berciuman tidak tau, masak muridnya tetap bodoh meski sudah sering mengikuti kelas praktek. Baiklah aku master of the kissing ini yang sudah sering terjun di bidang cium mencium ini akan mengajari murid lama rasa baru. celetuk Alexis dalam hati.
Karena Alexis adalah pemain handal dalam tarik tambang lidah serta menjadi lebah penghisap yang tidak bisa di ragukan lagi hanya yang kurang dari dirinya adalah tak memiliki sertifikat karena tidak ada agensi yang mau memberikan sertifikat peranuan. Tree yang amatiran pun serasa terhipnotis hingga ia lupa akan prinsipnya yang tak mau terjerat dalam pesona pria di depannya.
Semenjak bibir mereka menyatu, sebuah tekat terlahir dalam diri Tree. Wanita itu tak peduli dengan ke plinplanan batinnya. Asal mendapatkan benih si pria ini bagiamana pun jalannya ia akan tempuh bahkan terjal sekalipun ia akan lakukan. Rupanya demi sang anak wanita itu mampu memejamkan matanya untuk memberikan tubuhnya sekali lagi kepada pria asing yang mulai menggerayangi tubuhnya.
Setelah ini ia akan pergi dari negara ini dan tak kembali lagi. Membawa anak-anak nya untuk memulai hidup baru dengan bantuan sang Mommy yang hebat.
Alexis telah on melepaskan satu persatu kancing piama di tubuh wanita itu. Hidungnya yang mancung mencium aroma tubuh wanitanya, hidungnya yang mancung bersentuhan dengan kulit bahu Tree yang terekspos.
Sungguh apa yang di lakukan oleh Alexis membuat wanita tersebut menggelinjang tak karuan. Hingga melupakan daratan.
“Uhhhh," rintih Tree. Rintisan Tree mengobarkan semangat perang serta kemerdekaan bagi Alexis. Pria itu menyapu leher mencetak satu persatu bercak-bercak merah di leher serta bahu wanita yang mulus. Ciuaman itu perlahan turun ke tulang selangka.
Cetak... Kaca mata kuda Tree terlepas sehingga terlihat jelas di kembar buah manggis Milik Tree yang ranum.
Karena kesusahan pria itu mengangkat tubuh Tree ke atas ranjang. Mata mereka saling memandang untuk sesaat, “Terima kasih sudah pulang,” kata Alexis ambigu, pria itu mencium kening Tree sekitar satu menit lamanya tanpa bergedak.
Deg... Deg... Deg... jantung Tree berdetak kencang.
Kedua tangan wanita itu terkepal karena gugup serta mencoba menahan detak jantungnya yang kian bergemuruh.
Yakinlah jika kau milik pria manapun akan ku rebut kau dengan iklas suamimu. Karena aku yakin kita ditakdirkan sejalan. Bisik Alexis dalam hati.
Tangan Alexis meloloskan baju Tree hingga semua barang pribadi wanita itu terpampang nyata di depan mata pria itu hanya tinggal gorden bawahnya saja. Reflek Tree menutupi buah manggisnya yang sangat bulat nan ranum itu, meski ukurannya tak sebesar milik para bule atau wanita yang sering Alexis gerape-gerape selama ini.
__ADS_1
“Jangan di tutup mereka indah,” bisik Alexis sambil melemparkan kaousnya ke sembarang arah. Ia begitu gerah hingga peluh metes padahal belum apa-apa.
Tangan pria itu menyingkirkan tangan Tree kesamping lalu ia menyatukan bibir mereka dengan tangan mengelus tubuh Tree hingga sang empu meliuk-liuk seperti cacing kepanasan.
Alexis menarik lutut Tree hingga menekuk serta mengangkang di bawah tubuhnya yang atletis.
Ciuman panas pria itu begitu menggebu-gebu ketika berada di buah manggis Milik Tree. Saat ini wanita itu seperti keracunan karena kejang-kejang merasakan kepiawaian master of kissing playboy cap abal-abal itu di atas tubuhnya.
“Oh, tuan... Jangan disana,” pekik Tree ketika tangan pria itu menyentuh lahan kosong yang di tumbuhi rumput-rumput halus tempat tower pencari sinyal Abang Alexis yang seharusnya tertanam nyaman di tempat tersebut telah siap di Airi serta di tanami tower kapan pun saja.
“Plis panggil aku sayang ketika kita sedang anu,” pinta Alexis ..
Blusss.... Pipi Tree memerah ia memalingkan wajahnya yang sudah panas macem di setrika.
Kriyek... kain pelindung lapangan hijau di sobek dari pinggir dan entah kapan Alexis juga telah telan Jang bulat siap melakukan proyek pembangunan lubang tower tersebut. Agar sinyal kartu Tree dan Alexis bisa bersatu meski tidak dalam satu jaringan, maka disini Alexis berkerja keras agar mereka sejalan.
“I am Coming, Honey,” bisik Alexis.
Alexis memposisikan dirinya siap meluncur...
Tok... Tok... Tok... Pintu kamar itu di ketuk dari luar🤣...
Tok... Tok... Tok...
Tok... Tok... Tok...
Tok... Tok... Tok...
Wajah Tree memerah ketika melihat Bokser pria itu mengacung sekaan Pancoran di tutup kelambu.
....
....
Ceklek...
“Kenapa?” tanya Alexis dingin.
“Wow!” Star takjub melihat si Jon dari dari balik penjaranya.
“Jangan lihat!” tekan Alexis melindungi si Jon dengan tangannya.
__ADS_1
“Katakan sedang apa kalian kesini. Jika itu tidak penting maka siap-siap ku pecahkan kepala kalian saat ini juga," kata Alexis dingin.
“Sialan kau Lex, aku hanya ingin memeriksa Tree, dari yang aku lihat seperti nya kau tengah bermain-main dengan dedek emes ku itu,” kata Star.
“Kau panggil apa kakak ipar ku itu, Star?” tanya Alexis dingin, wajahnya menggelap.
“Maaf-maaf. Kau tak boleh menggempur wanita sakit Lex, kau lupa aku menjahit kepala wanita itu dengan 10 jahitan, jika kau menggempur dia nantik luka lagi,” pesan star.
“Yang lupa itu kepala bukan lahan tower, aku ini sudah lama bertapa, menyicil setoran tipis-tipis mah bebas. Kau ingin melawan ku Star?" tanya Alexis dingin.
“Ya, ti-tidak lah,”
“Kau ada apa kesini?” tanya Alexis kepada Fren.
“Maaf tuan, saya tak bisa mendaftarkan pernikahan anda sebab Nona muda sudah terdaftar menikah di catatan sipil,” lapor Fren.
“Apahhhh!” teriak Alexis.
Siapa yang berani-beraninya mengambil surat nikah dengan calon istriku! Batin Alexis geram.
^^^To Be Continued ^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
Rekomendasi Novel :
Sambil nunggu Eneng Tree up kepoin karya kawan nyai nih 😘❤️
__ADS_1