Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Mau Menikah Sekarang juga (Samsrta Fren)


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘


...****************...


“Tapi kak!” segala protes Samarta langsung hilang karena Fren membawanya ke dalam kamar pribadinya.


“Aku hanya ingin memeluk mu bobok, Ta, tidak lebih,” bisik Fren.


“Baiklah,” sanggup gadis itu, kenapa rasanya jadi canggih ketika statusku menjadi istrinya ya? Padahal dulu apapun yang aku minta dan inginkan ia selalu memperlakukan ku nomer 1. Batin Samarta menerawang.


Gadis itu masih belum percaya bahwa ia menikah dadakan dengan Kakak sepupunya. Tepatnya sahabat kakak sepupunya.


Seandainya ia tidak mabuk dan melakukan sesuatu pada Fren ia mungkin saat ini mereka masih menjadi kakak adik yang manis seperti dulu. Semua terjadi tiba-tiba. Padahal ada sebab ada akibat, semau yang terjadi pasti ada yang merencanakan, Samarta hanya masuk dalam jebakan Betmen misi para tuan muda Gendeng yang kompak sejagad raya siapa lagi trio masketir meski waktu itu si Alexis tak ambil adil karena lagi di buat sekarat oleh Tree.


Flashback On.


“Beb, kau dimana?" Tanya Samarta di telpon.


“sory, Besty, aku di hukum tidak boleh pulang sama bos gendeng ku yang super nyebelin itu," cerita Tree, (Kalian masih ingat Tree yang hampir meracuni Alexis gak? Kan sebelum berangkat wawancara sudah janjian ketemuan di club malam si Alexis).


“Apah, harus seperti itu kah? Ini gak boleh dibiarkan Beb, Ellu harus keluar dari rumah itu sekarang juga,” pekik Samarta tak terima, akan tetapi ketika Tree menceritakan acara masaknya yang hampir merenggut nyawa sang bos seketika wajah Samarta meringis.


“Beb lebih baik kau disana aja lah, biar anak-anak aku yang jaga. Lebih baik ellu gak pulang dari pada Ellu di masukan ke penjara," saran Samarta.


“Itu yang aku takutkan Beb," kata Tree di sebarang sana.

__ADS_1


“Bagiamana jika aku telpon Mommy. Apapun bisa Mommy bereskan, bahkan jika bos mu ko'id Mommy bisa menghilangkan jejaknya tanpa di curigai selamanya," tawar Samarta memberikan solusi.


“Kagak lah, kagak usah. Sekarang kau pulang aja kerumah titip si kembar dulu selama seminggu ya Besty," kata Tree di sebrang sana.


“Ok, ok ... Ok, aku pengen minum dikit lah biar kagak percuma gue datang ke sini," kata Samarta.


“Ingat jangan banyak-banyak minum. Tempat itu keramat loh Ta, gue abis mabok disana bunting, gue gak mau elu gantinya, serem, Ta. Tree memperingati Samarta,”


“Ok beb, gue camkan semua yang Ellu ucapakan sama gue." setelah itu panggilan dua sahabat itu putus Samarta menyimpan ponselnya ke dalam tas, memasuki club malam yang megah tersebut.


....


....


Uhukkk... Uhuhukk, “Lagi bang," teriak Samarta. Yang katanya minum sedikit nyatanya sampai mabuk, wanita itu menjadi pusat perhatian para pria hidung belang.


“Hay, girl," sapa seorang pria tampan berkemeja hitam.


“Boleh bergabung?” tanya pria itu.


“Oh, boleh saja. Sini tuangkan aku fokda yang nikmat ganteng,” rayu maut gadis mabuk itu.


“Oh boleh, setelah ini aku ingin main buka tutup dengan mu Beby,” kata pria itu sambil memandang genit Samarta dengan tatapan buaya buntungnya.


“Hanya bermain buka tutup botol mah kecil, gue jabanin,” kata Samarta udah mulai tatap mabuk berat. Pria itu memeluk Samarta tangannya tak sungkan lagi memeluk pinggang ramping gadis cantik tersebut.


“Mohon menjauh dari wanita ini tuan, jika tidak anda akan hancur,” kata seorang pria yang telah mengacungkan senjata ke arah pria itu.


“Emangnya sia-” Glek... Air liur pria itu langsung kering, mulutnya membisu, kakinya gemetar. Tubuhnya terasa kaku ketika Samarta memeluk tubuh tegap gendut pria itu.

__ADS_1


Greeppp... Pria itu menarik tubuh Samarta yang seperti lintah. “Kau sudah berani ya little girls," kata Fren menarik tubuh Samarta.


Tadi ia begitu terburu-buru meninggalkan rumah bosnya karena ia mendengar kabar dari anak buahnya bahwa Samarta memasuki club sendirian tanpa bodyguard nya. Dengan kecepatan tinggi Fren kembali ke club malam dan akhirnya ia memergoki sang pujaan hati tengah memeluk pria lain.


Jantungnya berdetak kencang, amarah meletup-letup, “Kau mulai nakal Beby, maka jangan salahkan aku menikahi mu sekarang juga dan tak akan ku biarkan kau mengelak menikahi ku,” kata Fren geram. Amarah pria itu sudah sampai di ubun-ubun.


Fren membelakangi kamera. Ia mengambil sebuah bubuk perangsang dosis kecil lalu ia poles kak ke jari jempolnya, “Samarta!" Panggil Fren mendekati gadis itu, lalu merebut gelas Samarta lalu mengusap bibir wanita itu menggunakan jempol tadi.


“Aku mau minum, aku mau minum,” Fren menelpon Star sambil memegang tubuh gadisnya agar menjauh dari minuman.


“Star, kau disana. Yakin dah tubuh ku habis ini kebakaran. Untuk malam ini club tutup. Adikmu berbuat ulah, suruh kantor catatan sipil buka satu jam ke depan, aku mau kau mengirim surat-surat pernikahan ku sekarang juga, sampai sana nanti aku hanya mau tinggal tanda tangan doang,” perintah Fren tanpa mendengar jawaban di sebrang sana.


Samarta berhenti bergerak, saat ini ia menatap Fren yang tengah meletakkan ponselnya, Jedug,,, Tanpa Aba-aba Samarta menaiki tubuh Fren.


Flashback masih berlanjut ya ❤️


^^^To Be Continued ^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥

__ADS_1


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2