
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
“Waduh, brojol dalam mobil nih," kata Star syok, pria itu menerima telpon dari Fren yang tengah bingung mencari kedua sahabatnya itu.
Sedangkan di dalam mobil saat ini...
Suasana begitu genting, siap sangka ketika mereka membuka pintu untuk membawa pasien ke dalam rumah sakit malah di kejutkan dengan kelahiran si bayi di dalam mobil.
Mau tak mau mereka membantu Tree untuk persalinan pertamanya di dalam mobil tersebut, sebab si bayi sudah keluar beruntung si Tree menggunakan model CD mie keriting sehingga ketika ada sundulan si korden langusung minggir gerak.
“Tarik nafas buk... lalu hembuskan perlahan... Ayo buk dorong bayinya sudah keluar ini,” intrusi si Dokter.
Huuukkkk.... Emmmmmm.... Tree menggigit lengan Alexis begitu kencang ketika tubuh sang bayi di tarik ke luar.
Seketika tubuh lemas seperti tak bertulang keluar dari bagian bawah tubuh wanita itu, saat ini si bayi berada di tangan si Dokter, bahkan Alexis langsung bergidik ngeri melihatnya, kalian banyangkan ketika bayi itu di tarik si bayi seperti kain lipat lembek tak bertulang ketika diterpa angin seketika tubuh si bayi menggembung layaknya bayi pada umumnya, ini realita sebab penulis pernah memperhatikan proses itu hingga pingsan gue😂🤣.
Alexis memang tak memperhatikan dari mana si bayi keluar, akan tetapi melihat tubuh lembek itu membuat tubuhnya lemas seketika, tak lama kemudian...
Brukkk.... pria itu pingsan.
Oek... Oek... Suara tangis bayi memekik telinga di sebuah parkiran tumah sakit, “Selamat tuan, nyonya, bayinya perempuan,” kata dokter langsung memasukan bayi ke kotak steril agar si bayi tak terkontaminasi penyakit di luar ruangan. Setelah itu pihak medis cepat-cepat melarikan si bayi ke ruang steril.
“Gawat dok, suaminya pingsan," kata si dokter melihat Alexis tak sadarkan diri.
“Dok, bayinya masih ada satu lagi, cepat sediakan brangkar, agar bunda melahirkan diruangan yang layak," kata dokter senior.
“Ayo kita pindahkan mereka, mungkin suaminya terlampau lega ketika bayinya telah lahir,” kata dokter.
Tak lama kemudian Tree serta bayinya di pindah ke dalam ruang bersalin. Sedangkan Alexis di bawa ke UGD.
“Star,” panggil Fren yang menyusul kedua sahabatnya itu.
Star kaget karena melihat Fren di tempat itu, pria itu menghentikan langkahnya,“Kau kenapa menyusul?” tanya Star ketika melihat Fren.
“Aku menyusul karena khawatir dengan Alexis yang sakit pinggang, dimana dia?" tanya Fren.
“Ayo, kita susul, dia ada di UGD,” ajak Star.
.....
....
__ADS_1
Di UGD.
Tubuh Alexis yang berdarah-darah serta tak sadarkan diri mengundang perhatian para dokter. Sebab kemeja Alexis yang putih berubah menjadi merah akibat darah Tree yang begitu banyak.
“Dok, ini kasus penembakan apa penusukkan?" tanya dokter UGD khawatir.
Tubuh Alexis di dorong menuju ke ruangan operasi tanpa di diagnosa terlebih dahulu sebab darah di baju pria itu merembes.
“Dok, dok mau di bawa kemana sodara saya?” tanya Star heran bercampur panik.
“Pasien akan kami bawa ke ruang operasi,” kata Dokter.
“Apa pinggang Alexis berpindah ke depan, sehingga harus di operasi dok?” tanya Fren semakin panik. Kondisi jantung nya seperti genderang bertabuh, dag dig dug der...
“Dok, apakah ayah si bayi sudah sadar?" tanya suster yang membantu persalinan anak Tree yang pertama.
“Suami yang mana, Sus?" tanya Dokter.
“Tadi pria tampan yang di antar ke ruang UGD adalah suami pasien yang terpaksa melahirkan di mobil mereka, karena syok si ayah pingsan,” jelas Dokter.
Fren menggaruk kepalanya yang tak gatal. Pria itu bingung dengan situasi ini.
“Dok, yang di maksud suster ini adalah pria yang anda bawa ke ruang operasi tadi, dia itu saudara saya, sepertinya ada ke salah pahaman di sini,” tekan Star.
“Maafkan kami tuan, tadi kami kira saudara anda mengalami kejadian kekerasan,” dokter berlari ke ruang operasi untuk memindahkan brangkar pria itu.
.....
.....
Saat ini Tree tengah berbaring di atas berangkar rumah sakit, kontraksi yang ke dua sangat terasa di perut wanita itu.
Bunda, Ayah, Kakek tolong bantu aku, tubuh ini sudah lemah. Batin Tree.
“Ayo nyonya, sepertinya yang nomer dua akan lahir, semangat," kata Dokter.
Baju wanita itu telah dibuka, hanya selebar selimut bergaris putih biru menutupi tubuh wanita tersebut.
Karena Tree selama ini ikut kelas pranatal atau kelas pasca melahirkan dan merawat bayi, wanita itu berusaha yang terbaik untuk melahirkan sang buah hati.
huuuuuuuhhhhh... Tree ndorong bayinya.
Akan tetapi rasa sakit tiba-tiba berhenti, si bayi berhenti berjuang.
“Dog, bayinya lemah jantung,” kata dokter junior.
“Kenapa dok?” Tanya Tree kaget.
__ADS_1
“Ayo nona, semangatin bayi anda di dalam agar bisa berjuang lagi,” kata dokter berusaha memberikan rangsangan kepada perut Tree.
Dokter mendekati tubuh Tree, satu Dokter memberikan sentuhan di perut wanita itu, satu dokter lagi memutar-mutar pucuk pepaya gantung milik wanita itu.
Tak lama kemudian...
Bak ombak siap menerjang, kontraksi hebat menjemput lahirnya si bayi ke dua.
“Bayi yang tampan, bunda," puji dokter.
Tree ingin bangun melihat sang bayi akan tetapi si bayi tak kunjung menangis tak seperti bayi yang pertama.
“Dok, kenapa bayi ku tidak menangis?” tanya Tree.
“Bunda, mohon anda tidak setres karena ada plasenta yang belum keluar. Doakan semoga baby boy anda bertahan dan kuat,” kata Dokter.
....
....
Sedangkan di ruang UGD, Alexis sadar dari pingsannya.
“Akhirnya kau sadar, Bro," kata Fren sambil mengelus dadanya.
“Kau menyusul ku Bro?" tanya Alexis.
“Ia aku khawatir sekali,” jawab Fren membantu sahabatnya duduk.
“Situasi apa ini Star?" Tanya Alexis, saat ini ia menggunakan baju pasi karena tadi tubuh pria itu berdarah-darah. Mau tak mau dua sahabat pria itu mengganti baju Alexis dengan baju pasien.
“Entah lah aku pun juga bingung, bagaimana keadaan mu?" Tanya Star.
“Aku sehat, tak merasakan sakit pinggang. Anehnya ketika bayi itu lahir rasa sakit di panggang ku hilang seperti tertiup angin,” ungkap Alexis.
“Mungkin ini mukjizat karena kau telah menolong bayi yatim itu, sehingga segala penyakit yang menempel kepada mu selama ini sembuh," kata Star.
“Kau benar, karena dua bayi itu membuat ku sembuh dari sakit pinggang yang berkepanjangan, aku akan membiayai kelahiran nya, ayo kita pulang," ajak Alexis turun dari brangkar.
Ceklek...
“Syukurlah anda sudah sadar tuan, istri anda sangat membutuhkan anda," kata suster.
“Kenapa sus?” tanya Alexis.
“Bayi kedua tak kunjung menangis, si ibu syok sehingga mengalami pendarahan hingga beliau harus melakukan operasi untuk mengangkat plasenta.
“Apa tua?” tanya tiga pria itu.
__ADS_1
“Mari ikut kami tuan, kami butuh persetujuan anda untuk membawa bundanya anak anak ke ruang operasi,”
^^^To Be Continued ^^^