Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Berlayar


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘


...----------------...


“Ahhh sayang, ahhh, jangan kencang-kencang,” rintih Alexis di dalam kamar.


“Oh ia, disitu lebih baik,” kata pria itu.


“Ampun beb, ampun,”


“Anda sungguh gila tuan,” kata Tree mengoleskan obat anti septik di tubuh Eros.


“Ia, aku gila karana mu honey,” mata Aston dengan nada begitu tulus.


“Mungkin karena tubuh anda di tusuk duri-duri pohon salak hingga melantur tidak jelas,” Tree menarik satu persatu duri pohon salak yang masih tersisa di tubuh suaminya itu.


“Sepertinya anda butuh dokter, tuan,” kata Tree mulai tak tega. Wanita itu berfikir bagaimana pria ini mampu bertahan dengan rasa sakit ketika tubuhnya di tusuk duri pohon salak.


“Semua orang sibuk Honey, tidak ada dokter honey malam ini, kau cabutlah jangan sungkan. Rasanya tidak sakit kok. Lebih sakit berpisah dengan istriku yang tercinta ini,” kata Alexis jujur.


“Anda gombal,” kata Tree mencabut satu duri dengan tak perasaan.


“Aww...,”


Aku sengaja menusuk tubuh ku ini dengan duri-duri itu agar kau mau bersimpati kepadaku honey. Biarkan orang lain mengira aku bodoh akan tetapi aku ingin perhatian dari mu. Kata Alexis dalam hati.


Flashback On...


“Bos, kau yakin mau melewati lembah ini?” tanya Fren pria itu memberikan paper bag bekal ke tangan si bos.


“Ia, aku ingin masuk kesana, kau retas aja kebon salak itu agar tidak ada orang sadar," kata Alexis sudah siap menggunakan jaket hitam tebal agar tak luam.


“Tapi bos, duri salak ini panjang, anda tidak lupa bukan jika musuh yang menyelinap di tempat ini tidak selamat dari duri-duri dan racunnya," kata Fren karena pohon salak itu bukan sekedar pohon.


“Tenang, aku sudah minum obat penangkal racun itu," kata Alexis, begitulah Alexis berjalan seharian memasuki Vila dengan jalan kaki. Menahan rasa sakit karena ia berjalan di antara pohon salak yang lebat. Ketika lelah ia duduk di sebelah pohon memakan bekal pemberian Fren, setelah hilang penatnya ia melanjutkan langkahnya memasuki pepohonan, Alexis juga melewati tempat tinggal para ular dan harimau. Beruntung ia kenal sama Binatang itu sehingga ia selamat sampai tujuan meski tubuhnya tak baik-baik saja.


Setelah selamat dari maut ia membersihkan diri karena bajunya sudah compang camping tak karuan untung Ken sudah memberinya akses kesebuah kamar yang mana pakaian nya sudah di siapin khusus.


Flashback off.

__ADS_1


Tree melihat tubuh suaminya luka-luka, sekelebat rasa bersalah dalam dirinya. Bukannya ia naik ke ranjang Alexis memiliki niat kurang baik yaitu mencuri ****** pria ini.


Tree mengambil baskom lalu mengompres tubuh atas dan bawah suaminya. Membantu pria itu mengeluarkan duri-duri itu dengan telaten hingga bersih.


Saat ini tiada rintihan atau sifat manja dari Alexis, pria itu benar-benar merasakan sakit sungguhan tapi mulutnya tak mau merintih.


....


...


Kau tak punya baju?" Tanya Tree.


“Tidak honey, kesini hanya membawa tubuh mu saja," kata Alexis jujur.


Tok... Tok... Tok... Pintu mereka di ketuk.


Ceklek... Pintu di buka Free berdiri di depan pintu.


“Selamat malam kakak ipar," sapa Fren.


“Malam,” jawab Tree gugup.


“Aku mengantarkan baju, obat dan makanan, ini sudah malam selama beristirahat,” kata Fren memberikan tiga paper bag ke tangan Tree tanpa menunggu wanita itu bicara.


“Kenapa kau mengejarnya sayang?" kata Alexis menyusul sang istri.


“Kenapa pintunya di kunci?" Tanya Tree tak bisa membuka pintu tempat Fren keluar tadi.


“Pintu penghubung antara lantai ini dan bawah di kunci," kata Alexis


“Apah!” teriak Tree.


“Jangan teriak, mari kita nikmati berlayar selama sebulan, ini. Besok pagi anak-anak sudah akan menggangu kita," kata Alexis menarik Tree.


“Anda masih sakit Tuan," kata Tree gugup ketika pria itu mengukung tubuhnya.


“Si Jon tidak sakit, aku sudah menjaga peliharaan mu ini sebaik mungkin agar ia bisa makan,” bisik Alexis.


“Tua-,” bibir Tree di bungkam oleh bibir seksi Alexis.


“Call Me, Ale,” bisik Alexis.


“Ale, sudah malam," kata Tree.

__ADS_1


“Ia waktunya kita bermain yang mengasikkan," Alexis menarik Tree menggendongnya masuk ke dalam kamar.


“Kenapa kamarnya menjadi gelap seperti ini?" Tanya Tree.


“Tidak gelap sayang ada lilin di atas meja, mari kita makan, aku yakin kau lapar," kata Alexis membawa sang istri ke meja makan, pria itu sudah menata makanan serta sebotol anggur lengkap dengan gelapnya.


Tree memang lapar, langsung duduk siap menyantap makanan yang masih hangat.


“Aku rindu, sayang," kata Alexis membersihkan saus yang menempel di pipi sang istri. Wajah Tree memerah.


“Segelas anggur honey,” Alexis memberikan anggur ke tangan sang isteri. Dengan senang hati Tree menerimanya.


Entah sadar atau tidak sadar kamar mereka saat ini wangi memabukkan, sedangkan diluar kamar, “Selamat menikmati malam panjang mu bro, yakin 20 ronde siap terjal setelah ini,” kata pria yang tengah menyuntikkan sebuah obat perangsang ke pipa pengharum ruangan.


“Star kau ngapain disini?" Tanya Fren. Pria itu kembali ke tempat Alexis karena sahabat ketinggalan.


“Aku mau ngintip gaya bos," kata Star.


“Sialan, punya sahabat gak pernah benar," gerutu Fren.


“Sana, kau ajak Samarta ke kamar, ini sudah malem biar aku aja yang menjadi Papasiter,” kata Star.


“Kau Ngadi-ngadi," gerutu Fren.


“Cus, jika kau sekarang masuk kamar gak rugi deh, besok Ellu sama Alexis sama-sama ciuman pipi aku untuk berterimakasih," Fren meninggalkan si Star yang mengoceh emak-emak.


“Sana masuk kamar, sudah bosan gue bergaul sama perjaka lapuk," Star menyenderkan kepalanya di dek kapal.


^^^To Be Continued ^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.

__ADS_1


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


__ADS_2