
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
“Maafkan EM dan EL ya, buk,” Tree menundukkan kepalanya tak enak hati ke arah kepala sekolah, sebab si kembar lagi-lagi berulah. Wanita itu tidak tau apa yang di perbuat si kembar kali ini, yang pengantin minta maaf dulu.
Wanita itu memanggil balita Emilia Tree (Em) dan balita Xelano (El).
Wanita itu tadi yang tengah melayani pembelinya akan tetapi ia harus pergi ke sekolah karena si kembar membuat masalah.
“Aduh buk bagaimana anda merawat bayi super aktif seperti baby Emilia dan baby Xelano?" tanya kepala sekolah.
“Kali ini apa lagi buk?" tanya Tree.
“Ayo kita lihat ke belakang buk,” kata buk kepala sekolah.
Wanita cantik itu berjalan mengikuti ibu kepala sekolah.
“Astaga, Em ... El!” teriak Tree ketika melihat putra putrinya di seperti si momon dan si mimin.
“Buk, 17 Agustus kan sudah lewat kenapa masih ada kegiatan seperti ini?” tanya Tree.
“Bukan buk, mereka berlari saling kejar-kejaran hingga jatuh kedalam selokan ini," kata buk buru dengan suara sedikit bersalah.
“Em, El! panggil Tree dengan suara rendah.
“Sory Mam, tadi aku menarik El agar tidak tebar pesona sama cewek-cewek pecicilan di kelas sebelah," kata Emi.
“Oh, no... Eng endak tebang pesona sama ewek ewek itu Ma, mereka deketin Eng, siapa yang mau nolak di kasik mamam enak cama meyeka, geyatis puya, nikmat mana yang mampu Eeng dustakan Ma,” kata bocah kecil itu.
“Astaga, ayo pulang, terimaksih buk sudah menjaga putra putri saya,” kata Tree membawa kedua putra putrinya dari sekolah.
“Ma, suruh El itu jangan godain cewek, jika dia di pukuk sama senior, aku yang cantik paripurna ini harus jadi penolong,” kata Emi Tree.
Bibir El langsung mengerucut, akan tetapi ketika melewati gadis kecil dengan rambut di kepang dua, wajah El berubah drastis.
“Dada Kutu,” El.
“Nama dia, Putu, EL," celetuk Em.
__ADS_1
“Uhhh...,” bibir El mengerucut.
Astaga kenapa anakku tidak ada yang beres, satunya bar bar satunya cikal bakal playboy. Padahal dulu aku tak ganjen pada setiap cowok. Meski aku rada bar-bar sih, Batin Tree.
....
....
....
Di rumah.
“Huhuhuhu... Dingin Mom," rintih Kedua anak 4 tahun itu.
Karena dua anaknya begitu aktif, Tree mengenalkan mereka pada bangku sekolah semenjak dini.
Tree memakaikan baju untuk kedua anak kembarnya.
Emuaahhh... Emuaahhh... satu ciuman di setiap pipi putra putri Tree yang menggemaskan.
“Mama, jangan ium Eng telus, mayu jika temang Eng tau jika mamanya suka ium ium, nantik ewek ewek ilpil dekat-dekat Eng," Protes El yang cedal.
“Astaga boy, bicara mu masih belum benar sudah bahas cewek," protes Tree ibu dari anak itu.
“Mama. Komang Ginta itu punya bapak baru loh," kata Em dan di barengi Xelano dengan cara menganggukkan kepalanya.
“Trus kenapa jika Komang punya bapak baru, sayang?" tanya Tree mulai gemas dengan pembicaraan ke dua buah hatinya itu. Tangan wanita itu menyisir rambut panjang Em.
“Si Komang sudah ganti bapak dua kali kapan kita ganti bapak Ma?” tanya Em.
“Is, Eeem ini bahas ganti bapak, kita aja eyum punya bapak sebagi barang gantian bapak balu masih tanya tanya ganti bapak, makanya cari bapak yang beney dulu, kayaknya pak Tangno gak mau jadi bapak kita," kata El.
El susah berbicara normal seperti kakaknya Em, tapi IQ anak itu lebih tinggi dari si kakak yang rada Gesrek.
Tree tersenyum ketika melihat pintarnya Xelano, akan tetapi si Xelano memiliki sifat terbar pesona hingga sifatnya sedikit playboy membuat Tree harus pukul jidat.
Kasus seperti hari ini sering Tree dapatkan, entah si Xelano yang berbuat ulah atau si Emilia Tree yang berbuat ulah, si kakak suka menjahili kawannya sedangkan si adek suka cubit cubit manja pipi anak anak gadis.
Hari sungguh melelahkan sekali bagi wanita itu, akan tetapi ketika mendengar celoteh si kembar, rasa penatnya hilang seperti saat ini.
Semenjak usianya 3 tahun si kembar selalu mencarikan jodoh untuk ibunya, bahkan pembeli yang ganteng sedikit, kedua bocah itu siap merayu untuk jadi bapak nya.
“Kayaknya pak Barno itu cocok deh sama Mama, El,” kata Emi Tree.
__ADS_1
“Endak, antik di malah buk Ann Putli, serem Em, macem yampe tulah gayaknya. Pokonya aku mau cari bapak macem Sayung Kan," kata El dengan nadanya yang cedal.
“Sahrul khan hanya di TV, El mana mampu Mama kita menggapai si bang syahrul." kata Em.
“Aku maunya bapak yang belotot biar biasa aku adu panco dengan bapak si Wowok" kata El tak mau tau.
“Bukan Wowok El, tapi yoyok," Em selalu membetulkan omongan si adek.
“Bialin Em, si Wowok itu kan celing gangguin aku,” kata si El.
“Sudah sudah, Mama tak mau di carikan Papa baru, karena Papa kalian nantik marah," kata Tree.
“Bapak lama sih banget sih ma jagain anak buaya? Padahal kami rindu," kata Em sendu.
“Jangan panggil bapak lah em, kampungan, panggil aja Papa biar itu papa kita cepat puyang dari lubang buaya,” kata Em.
“Sudah sudah, sekarang kalian cepat-cepat keluar katanya mau main bola Voli di pinggir pantai?" Tree mengingatkan dua bocah super aktif itu.
“Oh ia, nantik mincret ngambek karena lama menunggu," kata El.
“Namanya Michael El," Pasangan kakak beradik itu keluar dari rumah.
Wanita 23 tahun itu memandang dua punggung kecil buah hatinya.
“Waktu cepat berlalu, semakin berada ku kira mereka tak membutuhkan figur seorang ayah. Apakah aku mencoba kencan buta ya?" gumam Tree pada dirinya sendiri.
Jika aku memulai kasih apakah pria itu mau menerima kedua anakku yang nakal ini. Aku begitu takut memulai hubungan semenjak melihat berita anak tiri di bunuh bapak tirinya. Aku tidak mau kedua malaikat ku itu kenapa-kenapa. Batin Tree.
Wanita itu ke dapur, menemui bodyguard nya serta asisten pribadinya yang selama ini membantu merawat si kembar.
“Masak apa mbok?” tanya Tree.
“Masak sayur capcay serta sambal ati, non” kaya wanita 30 tahun tersebut.
“Apakah kau tak ingin liburan mbok, sudah 4 tahun lebih kau tak pernah pulang ke negara I," kata Tree, Hepi ini adalah warga negara I, ayahnya asli orang Bali akan tetapi sedari kecil ayah serta ibunya telah bermukim di negara tersebut hingga kedua orang tua wanita itu tutup usia.
“Non, nona, gawat nona!" Iluh mencari Tree.
“Kenapa, gek?" tanya Tree.
“Tuan muda mimisan banyak sekali,”
“Apah?” Teriak Tree.
__ADS_1
^^^To Be Continued ^^^