Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Kebenaran dan Tentang Esia.


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



“Hahaha kau lucu sekali sayang!” puji Nyonya Mentari.


“Tante bisa aja, Tan!” panggil Esia.


“Ia sayang?” jawab Nyonya Mentari.


“Apa kita tidak terlalu kejam terhadap gadis kecil itu?” tanya Esia.


“Dia telah merebut perhatian Aston begitu lama sayang. Keluarga ZU kita adalah keluarga terpandang yang memiliki kekayaan nomer 10 di negara ini. Dan demi gadis sampah itu putraku merendahkan dirinya yaitu berkerja menjadi seorang guru....,”


“..., Semenjak menyukai gadis itu Aston berubah, ia suka memberontak dan aku sebagai ibu harus mengerem putra ku meski harus menyogok rumah sakit itu untuk memalsukan laporan kesehatan rahim si gadis sampah itu!” kata Nyonya Mentari lalu menyeruput teh hangatnya.


Astaga wanita ini mengerikan sekali. Jika aku tidak ingin menjadi Nyonya ZU satu-satunya aku tak akan mau masuk kehidupan iblis ini. Sabar Esia, ketika kau menjadi nyonya Aston, dengan mudah kau menyingkirkan wanita penyakitan ini. Untung obat penyubur kandungan itu begitu manjur sehingga aku bisa mengandung anak Aston, aku masih sayang nyawa untuk membawa benih orang lain. Takut di Tes DNA. Batin Esia.


..., Beruntung Aston tipe pencinta *** ketika mabuk. Sehingga aku mudah naik ke ranjang pria itu. Batin Esia bersorak.


Sedikit tentang Esia...


Esia adalah seorang Dokter yang begitu lemah lembut di luar tapi sifat ambisius yang mengerikan di dalam dirinya. Gadis itu tak pernah memberikan tubuhnya kepada siapapun karena ia yang akan menentukan pria mana yang pantas dan paling menguntungkan baginya.


“Dimana dia?” tanya Esia dengan seseorang di telpon.


“OTW ke Hotel buka intip nona!” lapor mata-mata Aston di sembarang sana.


“Bagus!” Gadis itu menutup ponselnya lalu melaju kecepatan mobilnya.


....


....


Lima belas menit kemudian.

__ADS_1


Aston yang tengah mabuk di papah dua wanita PSK masuk ke dalam sebuah hotel.


“Aston!” panggil Esia.


“Tree,” panggil Aston yang tengah mabuk berat.


“Ia sayang ini aku, Tree, tunangan mu!” kata Eisa.


“Maukah kau pergi dengan ku?” pinta Esia.


“Mau dong sayang. Apapun untuk Tree ku!” Aston sempoyongan melepas rangkulannya di tubuh kedua SPKnya.


“Tuan,” panggil salah satu PSK itu.


“Kalian pulanglah aku akan menghabiskan malam ku dengan, tunangan ku ini,” Aston memeluk tubuh Esia yang berpenampilan sama persis dengan gaya Tree.


“Kita mau kemana?" tanya Esia pura-pura polos.


“Aku telah menanti momen ini sayang, aku akan membawamu ke surga dunia!” kata Aston merayu.


“Baiklah,” setuju Esia.


Sesampainya di dalam kamar, langsung menjalankan misinya.


Cupp... Esia langsung mencium bibir Aston lalu mencium pria itu hingga membangkitkan gairahnya.


“Aku menginginkan mu Sayang,” Aston membanting tubuh Esia ke atas ranjang.


Jika bukan karena ingin menjadi nyonya ZU, aku saat ini pasti telah menendang pria yang mengajak ku enak-enak tapi menyebutku gadis lain. Batin Esia marah.


Aston mencium bibir Esia begitu menggebu-gebu, menarik satu persatu pakaian yang melekat di tubuh wanita itu.


“Ah, Aston!” rintih Esia.


“Ya, sebut namaku Tree sayang!” kata


Ciuman Aston semakin turun. Suara lenguhan serta rintihan menggema di kamar presiden suit hotel tersebut.


“Aku mulai sayang!” kata Aston yang telah siap tempur. Pira itu mencoba berapa kali tapi tak berhasil.

__ADS_1


Karena rumusnya susah di pecahkan, pria itu mulai tersadar dari mabuknya.


Blessss....


“Aww... Sakit.... Sakit...,” teriakan Esia langsung, menyadarkan Aston seutuhnya.


“Sitt... PSK perawan, nikmatnya kejepit. Maafkan aku cantik, aku akan mengajarkan mu betapa hebatnya bercinta,” Aston menggerakkan si jagung, menunjukkan kemampuannya yang hebat di atas ranjang. Dalam kegelapan pasangan itu melakukan silat ranjang tiada henti. Pria itu menunjukkan kemampuan jurusnya dengan sungguh-sungguh bahkan jurus kungfu panda ketiban kandang andalannya tak lupa di praktekkan


“Ahhhhh," rintih Esia.


Tak lama kemudian Aston mengerang hemat ketika mayones jagungnya telah muntah di mangkok si Esia.


Ngikk... Ngikk... Suara ngos-ngosan kedua orang itu, meski lutut sudah lemas hingga bergetar, Pria itu bangun lalu menghidupkan lampu kamarnya.


Ceklek... Lampu hidup, seketika wajah Aston mengeras melihat wanita yang ia kenali di depannya.


“Aston!” tangis Eisa.


Untung aku sedia Obat mata, jika tida bisa gawat. Batin Esia bersyukur, ketika melihat gelagat Aston berjalan ke saklar lampu kamar, buru buru esia menetaskan obat mata tersebut.


“Kenapa kau ada di sini!” tanya Aston dingin. Pria itu memungut bajunya.


“Tadi di parkiran aku melihat kau di papah dua wanita menggunakan baju kekurangan bahan ketika aku menyapa mu, kau mengusir mereka lalu menarik ku kesini," aku Aston.


“Sit, ambil ini, aku mau kau melupakan apa yang terjadi malam ini!" Aston melemparkan kartu kredit lalu pergi dari kamar meninggalkan wanita licik yang tersenyum mengejek di punggung pria itu.


Flashback Off.


....


Si Dokter masih berbunga-bunga karena rencananya berhasil eh malah saat ini ia ketakutan di tarik oleh Aston hingga tubuhnya hampir jatuh dari lantai dua


“Aston, aku mohon jangan bunuh aku!” kata Esia ketakutan. Mata gadis itu sudah basah. Rasa takut menyeruak hingga ke tulang punggung.


“Nak bunda mohon, nyebut nak, nyebut, anak orang pasti mati jika kau lempar dari sini dalam keadaan mengandung!” kata Nyonya Mentari.


“Bukanya kalian tak pernah sayang nyawa ketika bermain-main dengan ku?” kata Aston dingin.


Bruukkkk. . . .

__ADS_1


^^^To Be Continued ^^^


__ADS_2