
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
^^^
Visual Baby ML^^^
“Ahingnya aku menemukan mu papa,” kata El pada pria tampan gagak di depan matanya.
Si pria yang kelihatan tengah bad mood menolehkan kepalanya karena mendengar celoteh anak kecil, “Anak kecil siapa ini?” tanya Alexis.
“Lex, kenapa ketika aku melihat wajah anak ini persis banget denganmu? Seakan ada Alexis junior di depan mata kita,” kata Fren memandang wajah sahabatnya serta wajah si kecil El.
“Bro, ngaku kamu! Sebenarnya kau hanya ingin mengerjai ku sajakan selama ini?" tanya Star mengguncang bahu Alexis.
“Apa maksud mu?” tanya Alexis dingin.
“Selama ini si Jon sadar kan? Dan kau sembunyi-sembunyi dari ku kencan buta dengan ibu anak ini,” tuduh Star secara gamblang.
Alexis menghela nafas sesaat. Ini yang paling tak ia suka jika terbang menggunakan pesawat komersial. Banyak kerumunan di sekitarnya.
flashback On:
“Lex, kita harus cepat pulang!” lapor Fren.
“Ada apa?" Pria yang berusia 30 tahun itu tengah berkutat dengan berkas-berkas di hadapannya sambil mendengarkan laporan sang anak buah serta sahabatnya.
“Kita harus pulang, masalah di perusahaan pusat tak mampu kita wakilkan, aku yakin Mama Yumna sudah menyerah memintamu untuk menikah.” bujuk Fren.
__ADS_1
Alexis menutup berkas di tangannya lalu mengambil tab di tangan sahabatnya, seketika wajahnya mengeras.
“Ayo kita kembali sekarang, sudah cukup bandot-bandot tua itu berpesta selama 4 tahun,” kata Alexis mengepalkan tangannya.
“Tapi Lex, pesawat kita dalam mode perbaikan, besok mungkin kita baru bisa pulang,” kata Fren.
“Aku tidak mau tau, pokonya sekarang juga mau pulang, dengan atau tidak menggunakan pesawat," kata Alexis dingin.
Kejadian 4 tahun semakin merubah sifat Alexis yang semakin dingin tak tersentuh. Bahkan pria itu tak segan-segan melenyapkan siapapun tanpa memandang bulu.
“Baiklah, aku akan memesan tiket pulang,” kata Fren.
“Suruh Star berkemas juga, jangan sampai kita ketinggalan anak satu itu,” kata Alexis.
“Baiklah bos... baiklah ...,” kata Fren.
Siapa sangka menaiki pesawat komersial seperti ini menjengkelkan bagi sosok Alexis yang introver.
....
....
#Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Saat ini tiga sekawan tengah duduk di loket VIP. Karena kali ini mereka tidak melakukan penerbangan dengan jalur pribadi, begitu banyak orang berlalu lalang di tempat tersebut.
“Ayo bos," ajak Fren pada bosnya itu.
“Kenapa pesawat ini begitu rame Fren?” tanya Alexis tak bersahabat.
“Lah, kan kau yang meminta pulang menggunakan jalur komersial. Harus terima dong dengan keadaan bro," kata Fren.
“Gerah banget, dan sangat melelahkan,” protes Alexis.
__ADS_1
Cuma membawa diri sendiri, kau begitu mengeluh Lex, lihat aku ini! Sudah macem calo membawa koper mu kemana, untung wajah ini tampan dan disini aku tak di kenali, jika tidak abis citraku di tangkap paparazi. Omel Fren dalam hati.
Sedangkan si Alexis merutuk dan mengomel dalam hati, bahkan wajah tampannya tak mampu menyamarkan ke kesalahannya.
Sitttt... jika tau pulang menggunakan transportasi pesawat komersial akan seramai ini mending aku menggunakan sampan kecil menyebrang lautan agar aku bisa pulang tanpa kebisingan ini, apa aku beli aja kapal pesiar kecil ya? Batin Alexis menggerutu hingga pesawat itu terbang ke angkasa.
Flashback off.
Dahi Alexis memandang tubuh mungil kecil di hadapannya.
“Dek, dimana ibumu?" tanya Alexis pada si kecil El.
“Astaga El, aku syok loh kau tidak ada di kursi,” kata Em kembaran bocah yang mencuri perhatian Alexis.
“Hus,, diem Em, nantik Mama bangun jika kau yibut-yibut, lihat. Aku nemu kandidat calon papa balu kita,” kata El, menyuruh em melihat Alexis.
“Ih, aku gak mau papa serem El, mending opa-opa yang di sebelah om serem itu,” kata Em.
“Idak Em, kata si Kuman, cayi bapak itu harus yang selem, bial bisa kita gunakan untuk menakut-nakuti ticus yang setiap malam ngintip mamanya,” kata El.
“Bukan Kuman El, tapi Komang, tapi aku suka papa glowing macem om tampan itu," kata Em memandang Star penuh minat.
“Bagaimana jika bawak aja om-om ini ketemu Mama, biang Mama yang pilih, mau om ini apa om itu,” kata El.
Ketiga pria itu memandang si kembar dengan tatapan gemas.
“Om...om," panggil El menarik ujung jas Alexis. Guncangan anak itu menyadarkan Alexis, “Ia, dek?" jawab Alexis.
“Om duda, au tidak sama Mama ML, meski janda masih antik kok, om," kata El.
“Astaga kembar, kalian di sini rupanya,” tegur seorang wanita yang mencari dua bocah itu.
^^^To Be Continued ^^^
__ADS_1
Rekomendasi Novel kawan nih, yuk kepoin ❤️❤️❤️