Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
siasat Alexis


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



Sebuah selang infus mengalir di lengan Alexis. Pria itu bersyukur mendapat pertolongan secepatnya, jika tidak entah ia akan menjadi apa.


“Darimana kau mendapatkan pembantu itu Lex?" tanya Fren.


“Mama yang memberikannya padaku tadi,” kata Alexis jujur.


“Kenapa kau masih memakan sub racun itu Alexis? Bahkan rasanya tak menyerupai masakan. Dan penampilan nya sungguh mengerikan,” tegur Star atas kecerobohan Alexis.


“Mana aku tau isinya macem sesajen rituan si Nyai Gendang permanen. Tadi malah ku kira rendaman kolor ku karena busanya banyak, jadi tak terlihat isinya, aku tadi hanya makan satu potong wortel, karena gak enak aku mintak minum lah malah dia kasik minum kuah itu sup," jelas Alexis.


“Kenapa dimakan juga sarjiiii," umpat Fren yang merasakan kasian pada gadis kecil tadi karena tadi ia telah memeriksa tandatangan kontrak.


Jika sudah sang ibu negara yang memilih pembantu mereka yakin di pembantu bukanlah musuh atau penyusup.


“Sudah jelas dia gak bisa masak kenapa bisa masak Lex? Bukanya kau punya chief handal di rumah ini, kenapa ketika aku masuk tak menemukan satu ekorpun?" tanya Fren.


“Aku yang menyuruh mereka pergi dari rumah, maksud hati ingin membuat gadis itu tak tahan berkerja dengan ku. Makanya ku suruh masak dan melakukan pekerjaan rumah selang 5 menit pada saat ia dikerjakan oleh Mama. Para pekerja aku cutikan selama satu minggu," ujar Alexis gamblang.


Fren mengecek CCTV di rumah Alexis, ia melihat bagaimana Tree kebingungan mencari bumbu dan mulai memasak dan bagaimana menolong Alexis.


Fren patut kagum dengan kekuatan penghancur gadis di bawah sana.


“Sebaiknya kau lepaskan gadis itu Lex, kasian," kata Fren.


“Isssshhh, sejak kapan tuan muda Fren ini mulai lunak hatinya, bukanya baru tadi kau menjagal tubuh manusia di markas," ujar Star dengan nada meledek.


“Dia itu si Trea cucu Kakek Desmond, apa kalian lupa. Jika mama Yumna mempekerjakannya itu wajar banget, dan gadis ini sahabat Samarta ku,” kata Fren memberikan kertas yang terdiri data pribadi wanita itu.


“Ayo kita kebawah," Alexis menarik infus di tangannya.


....


....

__ADS_1


....


Dilantai bawah.


“Eh tuan, sudah aman?” tanya Tree dengan nada khawatir. Gadis itu berdiri di depan tiga pria yang tengah duduk di atas sofa ruang tamu.


“Maafkan saya tuan. Pasti gara-gara saya tuan pingsan," kata Tree dengan nada bersalah.


“Pd sekali kau. Babu,” kata Alexis dengan wajah datarnya.


“Lah harus itu. Tuan lihat dahi anda saja benjol seperti telur bebek," kata Tree menunjuk dahi tuanya.


Seketika pipi kedua pria itu mengembung. Jika tidak mereka rem tuh mulu mungkin mungkin sudah pecah tawa mereka.


“Nona, kau apakan Alexis tadi?" Tanya Fren.


“Itu Tuan,”


“Fren namaku dan Dokter ganjen itu Star One," kata Fren memperkenalkan dirinya.


“Maafkan saya tuan, saya memang tak bisa memasak, jika pekerjaan selain memasak bisa kok tuan Fren," kata Tree dengan apa adanya.


“Termasuk membuat dahi bosmu itu benjol nona manis," kata Star dengan lemah lembut.


“Hey, bos... Kau cemburu? Come on bro,” Star memeluk bahu bos-nya.


“Heh babu, kau kenapa mengelus perut kecil mu itu?" Tanya Alexis sambil memicingkan matanya.


“Amit-amit cambang bayi saya menolak di ceburuin pak bos," kata Tree jujur.


Hahahaha... Hahahahaha... Seketika tawa kedua pria itu pecah.


“Kalian ini aku cincang?” geram Alexis.


“Eh bos, saya mau keluar sepertinya para ladies,” kata Fren kabur dari ruangan itu.


“Eh, bro aku pulang dulu. Mama ku itu sudah menghafalkan jampi-jampi untuk menyantet ku jika aku tak pulang. Bay bay nona manis, jika nantik kau libur aku ingin mengajak mu kencan,” kata Star sebelum meninggalkan tempat tersebut.


Brakkk... Seketika dua puluh gadis cantik dengan tubuhnya yang seksi berjalan berlenggak-lenggok sesuai irama. Bahkan Tree yang melihat para ladies itu diam terpesona.


“Ahhhhh, sayang ku!!!” teriak para gadis ketika melihat Alexis.

__ADS_1


Lihat ini babu. Betapa aku laris di pasaran. Batin Alexis.


Seorang wanita berambut putih langsung melompat ke atas tubuh Alexis, “Oh tuan muda, ada begitu lama di luar negeri. Nadin rindu,” kata wanita itu manja.


“Asri juga rindu di cium tuan muda...,” kata wanita berambut pelangi.


“Tuan tidak rindu goyangan acak Adul Via ya?” kata wanita semampai tapi pepaya gantung nya paling gede seperti kelapa muda di masukkan kedalam baju wanita itu.


“Ahhh tuan, disini juga ada Mimi loh,” kata wanita centil mendorong Tree hingga terjungkal ke pojokan.


“Huss, minggir kalog kagak mau aku Jambak kalian satu-satu, seorang Aan yang akan mencicipi bibir ranum tuan terlebih dahulu,” kata seorang wanita bergincu merah.


“Enak saja ada, sebelum mencuri star dari kami. Hadapin tuh bocah mbak Rin, ” kata Nurmala yang memiliki tubuh paling bahenol di barisan wanita-wanita itu.


“Minggir, aku juga ingin ngintip tuan muda,” kata Rin yang gayanya macem preman di pasar Empang.


“Treeeeee.... !” teriak Alexis.


Kemana babu itu? Batin Alexis. Pria itu tengah kewalahan di dikerumuni para wanita.


“Treeeeee... !” teriak Alexis.


^^^To Be Continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Rekomendasi Novel :

__ADS_1


Sambil nunggu Eneng Tree up kepoin karya kawan nyai nih 😘❤️



__ADS_2