
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
Semenjak hari itu Tree berperilaku sopan dan Alexis tetap jail kepada pembantu nya akan tetapi ia belum pernah bertemu lagi dengan si kembar sebab Tree memberi jarah kepada si bos.
Sesuai perjanjian kontrak Tree hanya datang pagi siang sore saja.
....
....
Malam ini Alexis berjalan memasuki rumah dengan wajahnya yang lesu, “Kenapa terasa sunyi?” Alexis memandang rumah nya yang menurutnya sangat membosankan.
bukanya ia menyukai kesunyian? Kemana sifat diam Alexis selama ini? Nyai pun tak tau.
Pria itu hanya sesaat memandang ruangan tamu serta dapurnya. Tak lama kemudian ia menaiki lift ke lantai 3.
Malam ini malah Alexis begitu sunyi. Tiada kebisingan tiada gangguan babunya yang selalu berbuat onar sebenernya ia ingin menyuruh si asisten menginap saja berserta anaknya tapi ia gengsi. Selama seminggu ini ia merindukan si kecil akan tetapi ia mau mendekati si kecil sebagai apa? Nyai pun tak tau, Reader ada yang tau tidak?
Ia mengetik sebuah pesan di grup rupi yang hanya berisikan 3 pria pujangga kesepian itu.
[Datang kerumah sekarang!]
“Aku lapar,” gumam Alexis lalu mengambil ponselnya menelpon koki untuk menyiapkan makan malamnya.
....
....
Gerabak... Gerabak... Gerabak... suara langkah kaki yang tengah berlari terdengar nyaring dari dapur. Buru buru Alexis pergi ke ruang tamu.
“Heh! Kalian sudah tua masih sering main kejar-kejaran!” Alexis memeluk bahu menggunakan sendok sayur. Pria itu menggunakan celemek koki.
“Aw, sakit. Sialan!" umpat dua orang pria tampan tersebut.
“Katakan pada ku, kalian di kejar musuh atau markas kita di serang musuh?” tanya Alexis berkacak pinggang.
Fren berkata sambil mengumpat, “Sialan memang orang ini. Kau mengirim pesan pada kami tadi kami kira ada hal gawat!"
“Aku hanya mengundang kalian untuk menamai ku makan," kata Alexis tak peduli malah meninggalkan dua pria itu berdiri bengong.
__ADS_1
“Heh, bos. Kalog mau mengundang makan itu menulis pesan itu harus padat dan jelas. Jangan kau suruh kami ke tempat ini sekarang juga," komplain Fren.
“Nah bener tuh si Fren, tau gak. Kami itu khawatir keadaan mu,” garam Star jengekel.
....
....
Di dapur Alexis menata makanan nya di meja di bantu oleh kedua sahabatnya itu.
“Dimana koki mu, Lex?" tanya Fren.
“Itu dia, aku lupa menganbilkan jam kerja mereka, jika tidak sudah ogah capek masak sendiri,” gerutu Alexis melepaskan celemek lalu duduk di kursi makan.
Dua pria itu duduk siap menyantap makanan maha karya sang bos yang nikmatnya tiada duanya.
“Dimana dedek Gemes ku?" tanya Star celingak-celinguk mencari Tree.
“Kau mencari siapa?” tanya Alexis dengan nada sewot.
“Si dedek Tree ku yang lucu, gemes... Lex aku mau bilang padamu, sepertinya aku akan tobat mencari janda," ungkap Star dengan nada serius tangan pria itu memegang sendok dan garpu.
“Lah, tumben!” Fren kaget hingga menegakkan tubuhnya.
“Ia, aku ingin mendekati Tree, maka dari itu aku mau tobat dari perbuayaan di ladang Tante girang," kata Star mantap.
Prangggg..... pisau dan garpu yang pria itu pegang melompat hampir mencolok mata Star. Untung pria itu memiliki ketangkasan jika tidak sudah ko'it.
“Kau kenapa Lex?" bingung keduanya.
“Sana kalian pulang sekarang juga! Jika tidak maka kalian aku masukan kedalam oven."
Fren langusung menelan air liurnya ketika melihat beef steak yang sangat mengundang di depan mata.
Raut wajah Alexis begitu datar hingga menghunus setiap kawannya. Sungguh mood pria itu bak membalikkan telapak tangan.
“Baiklah, kami pulang,” ajak Fren menarik Star yang syok dengan tingkah laku Alexis yang tiba-tiba.
Di dalam hati dua pria itu meyakini fakta bahwa si bos mulai tertarik terhadap wanita dan wanita itu adalah Tree. Sebenarnya si Star ingin mengetes si bos, ia tidak tau si bos akan berekspresi seperti ini.
Mau tidak mau mereka pulang karena apa yang Alexis katakan pasti terwujud jika itu semakin di tentang.
“Sitttt.... Ada apa dengan ku? Aku ke club aja sekarang,” umpat Alexis lalu pergi ke club malamnya.
....
__ADS_1
....
Alexis berjalan ke masuki hiruk piruk dunia malam, moodnya tengah jelek sehingga wajahnya datar dan tangannya ia angkat kepada siapapun wanita yang ingin mendekatinya. Hanya mengangkat tangan semua orang menghindar.
Mata pria itu melangkah lalu matanya melihat seorang wanita yang selalu mengganggunya akhir-akhir ini.
Dengan wajah nya yang datar Alexis datang ke tabel tempat wanita tukang mabuk itu.
Hem... Hem... batuk Alexis di buat-buat. Tapi si wanita tak peduli dan tetap minuman ternikmat dan termenarik di matanya.
“Sedang apa kau disini Tree?" tanya Alexis seperti seorang ayah tengah memergoki anaknya berbuat nakal.
Uhukkk ... Uhukk....
“Tunggu-tunggu anda siapa?” tanya Tree yang tengah mabuk.
“Kau sudah meluapkan ku Tree!” geram Alexis duduk di samping wanita itu.
Glekkk.... Alexis menelan air liurnya ketika melihat penampilan seksi si pembantunya. Entah kenapa ia menjadi gerogi hingga mengusap lehernya tiada henti.
Tree memandang Alexis sampai dekat hingga berjarak sangat dekat...
“Tunggu-tunggu apakah anda bos saya yang nyebelin itu?” tanya Tree jarak mereka semakin mengkis. ..
Glek...
^^^To Be Continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini..
Rekomendasi Novel :
__ADS_1
Sambil nunggu Eneng Tree up kepoin karya kawan nyai nih 😘❤️