
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
...****************...
Kotak-kotak... klotak... Star membuka kamar Alexis, sungguh teramat susah karena tidak ada kunci cadangan.
Setelah satu jam ia mampu membobol kamar si bos.
“Loh kok kosong!” kaget si Star.
“Kau mencari kami Star!” dua orang pria tampan berdiri di pintu.
“Eh kalian, sukur deh kalian baik-baik saja," kata Star mengelus dadanya lega.
“Kau tau apa salah mu?” tanya Fren dengan nada dingin.
“Apa kita lempar aja dia ke lautan para PSK biar merasakan bagiamana perasaannya nganu Sampek habis tintanya." Kata Alexis.
“Sory bro, semalam itu si Fren ngagetin aku. Sampek lupa tuh ngatur anu ini," kata Star gelagapan.
“Salah mu membuat istriku hampir trauma berhubungan lagi, astaga kau ini Kakak macem ape coba? Jika terjadi apa-apa terhadap tubuh istriku, ko'id Ellu,” kata Fren.
“Kau tau bukan si Jon ini bertapa lama, jika seandainya si Jon tiba-tiba sekarat dan gak mau bangun lagi apa yang akan aku berikan pada istriku? Kau udah keterlaluan Star," kata Alexis meski dalam hatinya ia bersorak karena sang istri ia dapatkan dengan cara suka rela, begitupun dalam hati Fren yang jingkrak-jingkrak habis lepas perjaka di usai 30-an.
....
....
Sedangkan di kolam renang air hangat Samarta dan Tree ketiduran karena kelelahan, selama 3 jam mereka berendam pojok ke pojok. Dua wanita itu tak sanggup berbicara lagi karena tubuhnya benar-benar lelah. tubuhnya nya terendam kepalanya ia tidur di menggunakan banyak empuk anti air.
“Sory bro," kata Star. Saat ini ia datang ke tempat dua wanita yang hampir semaput dan ko'id karenanya.
Star menuangkan sebuah cairan yang membuat dua wanita itu merasakan nyaman dan tidak sakit lagi ketika bangun.
“Biarkan mereka berendam 1 jam lagi, awasi agar tidak tenggelam setelah itu bawalah ke kamar. Aku akan mengurus si kembar sesuai hukuman ku," kata Star meninggalkan dua pria tampan itu.
Alexis turun kebawah mencari roti pengganjal perut untuk sang istri, “Sayang bangun," panggil Alexis perlahan.
“Ale," panggil Tree lirih.
“Makan dulu rotinya biar kau tidak kelaparan, maaf ya atas kejadian semalam. Katanya semalam kita melewati sebuah perairan pembangkit gairah pasangan. Barang siapa yang lewat ia akan jujur dengan perasaannya yang ingin di sentuh,” Alexis membuat alasan.
Seketika wajah Tree memerah, jika yang di katakan suaminya benar berarti ia memang sudah bertekuk lutut pada si Jon, buktinya ialah yang paling agresif dari sang suami meski sang suami adalah pria paling tangguh di Segoro kidul.
Melihat keadaan si Samarta yang mirip dengannya, Tree mempercayai apa yang suaminya katakan, Tadi Samarta telah berjanji untuk menceritakan apa yang terjadi antara ia dan Fren.
Mereka sarapan pagi di dalam kolam renang yang amat luas, begitupun pasangan Samarta, setelah cukup 1 jam mereka langsung digopong ke luar dari kolam renang.
__ADS_1
....
....
“Aku hanya ingin tidur Ale," ungkap Tree.
“Bobok sambil di pijat ya Beb, agar tubuh kita segar ketika bangun.” kata Alexis.
Saat ini pasangan suami istri itu berada di ruangan spa, Tree benar-benar tidur sambil mendapatkan pijatan begitupun Alexis. Sama halnya di ruangan sebelah pasangan Fren dan Samarta ketiduran di tempat spa tersebut.
Mungkin karena aroma terapi yang nyaman mereka tidur hingga melewatkan makan siang mereka.
“Oh aku lapar," gumam Tree.
Wanita itu memandang rajang spa di sebelah kirinya dengan pipi bersemu, Apakah kita mulai hidup bahagia setelah ini? batin Tree bertanya.
“Sudah bangun, honey,” kata Alexis sambil terpejam, Tree gelagapan, ia bangun dari tidurnya seketika ia merasakan segar dan nyaman, sungguh ia khawatir hari ini ia akan berjalan menggunakan kursi roda bahkan berjalan mengangkang.
“Ale, aku lapar, apakah anak-anak sudah makan?" Tanya Tree khawatir.
“Tenang sayang, ada Star yang merawat mereka, ada begitu banyak koki dan pelayan melayani kita selama sebulan disini!" Kata Alexis.
“Apakah benar kita akan berlayar 1 bulan penuh? Si kembar harus sekolah loh," kata Tree.
“Benar sayang, guru si kembar sudah aku angkut untuk mengajari anak-anak kita selama satu bulan, kita harus saling dekat dan memulai hidup baru, ayo kita makan,” Alexis turun lalu menggendong tubuh kecil Tree.
“Biarkan aku jalan Ale,” kata Tree protes.
“Kita akan makan di luar ruangan sambil melihat lumba-lumba tengah berenang kesana kemari," kata Alexis sambil menghujani Tree ciuman yang bertubi-tubi.
“Mama-mama!" Teriak si kembar ketika melihat kedua orang tuanya mendekat.
“Papa, Mama kenapa?" Tanya El khawatir.
“Mama sakit pinggang sayang, El dan Em jika butuh apa-apa minta saja sama Om Star ya," kata Alexis pada kedua buah hatinya ia mendudukkan sang istri di atas kursi yang telah berisikan banyak
empuk.
“Siap-siap papa," girang dua anak yang cerita itu, “Ayo makan dulu, liat yang lain juga sudah mengisi nangisnya," Alexis mengambil cumi goreng dan beberapa makanan ke arahnya.
“Papa Eng dan Eem mau lihat ke sana sama bibi Hepi ya," pamit El.
“Boleh sayang. El dan Em udah makan siang belum?" Tanya Alexis perhatian.
“Udah papa, tadi cuap Ama bibi Hepi sama om Star, tuh om Star lagi dekat-dekat bibi Hepi," tunjuk El pada ruangan yang di samping deg kapal.
“Oh ok, hati-hati ya para sayang Papa,” Alexis mencium kening dua buah hatinya sebelum dua anak hiperaktif itu pergi. Saat ini hanya ada pasangan Alexis dan Fren saja.
“Kenapa hanya satu piring?" Tanya Tree ketika melihat hanya ada 1 piring nasi yang ada di depan mata.
“Kita akan kongsi honey," kata Alexis membasuh tangannya mengambil sejumput nasi lalu ia suapkan ke mulut sang istri.
__ADS_1
Awalnya Tree menolak akan tetapi ketika melihat Samarta menerima suapan suaminya ia menerima suapan yang sangat begitu nikmat.
“Cepatlah tumbuh anak ku! Kakak mu telah menunggu mu,” kata Tree perlahan mengusap perutnya sayang.
Jika bersatu dengan papa si kembar akan menyelamatkan nyawa putranya maka ia tak akan sungkan membuka hatinya.
....
....
“Pemandangan disini indah!" Kata Tree tengah melihat ikan lumba-lumba melompat ke sana kemari, bibirnya tak berhenti tersenyum ketika melihat seberapa antusiasnya kedua anaknya sangat bahagia melihat lumba-lumba itu.
“Mereka sangat menggemaskan honey," kata Alexis.
“Bos, ini yang anda minta," Fren memberikan sebuah berkas kepada sang bos.
“Sayang, aku ingin kau menandatangani ini," Alexis memberikan sebuah map pada sang istri.
“Apa ini?” Tree membuka map.
SURAT PEMINDAHAN HARTA...
“Hah! Ale apa maksudnya ini?" Tanya Tree.
“Sebagai jaminan aku memberikan seluruh hartaku padamu agar kau tau aku ingin hidup dengan mu, jika seandainya aku berkhianat kau tinggal ceraikan aku. Hari itu juga aku akan menjadi gelandangan!” kata Alexis serius.
Hey Hey semuanya, gimna nih. Aku masih mau membuat mereka suka dan bahagia all, baru setelah itu ketemu konflik terakhir...
Semoga kalian masih betah dengan karya receh nyai ini ya❤️❤️💋💋😘😘😘
^^^To Be Continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
Rekomendasi Novel :
Sambil nunggu Eneng Tree up kepoin karya kawan nyai nih 😘❤️
__ADS_1