
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
...----------------...
“Papa kenapa angis?" Tanya El serius.
“Maafkan Papa ya nak, maafkan papa,” kata pria itu.
“Eng cedih papa Nanis," kata El dengan air mata yang telah mergenang di pelupuk matanya.
“Papa nangis karena papa tidak ada pada saat El bayi, papa rindu kalian, papa menyesal,” Alexis memeluk El, dan menarik Em juga.
“Papa kembali pada kami, kami sudah bahagia papa, Mama dulu sering menangis sendiri jika kita sakit setidaknya jika ketika kita sakit mama punya kawan untuk menangis," celetuk Em.
Seketika Alexis dan Tree terkekeh mendengar ucapan polos sang putri, “Jangan ium-ium Eng pa, ulu apa anyak,” kata El merasa geli di cium oleh sang papa.
“Em, El tak mau di cium papa?" tanya Alexis sok sedih.
“Sini cium Em aja papa, si El itu mah sukanya di cium cewek,” kata Em membuat sang adik cemberut.
“Benarkah El suka di cium cewek?" Alexis begitu kaget karena kepopulerannya nurun pada sang buah hati, pria itu mencium sang putri gemas karena si kakak ini bulat macem bola Endut Endut.
“Hus, Eng kan iium bukan ium ewek, belalti Eng ganteng dong,” kata si El membela dirinya.
“Nah apa yang El bilang itu benar. Generasi papa harus populer dong, lihat kakek Abraham dan papa ganteng tidak?" Tanya Alexis membanggakan sifat buaya sang putra, ia tidak tau jika buaya betina pria itu matanya memerah di belakang tubuhnya.
__ADS_1
“A-l-e-x-i-s!” tekan Tree.
Alexis memegang tengkuknya yang tiba-tiba merinding, “Papa sayang El dan Em sayang. Sayang banget juga sama Mama,” Alexis mengalihkan topik riskannya yang mampu membuat merinding.
“Papa janji kan tidak akan meninggalkan kita lagi kak?” Em mengaitkan jari kelingkingnya, putri Alexis ini pintar banget, “Karena kami tak ingin di Katai anak haram Papa,” kata Em membuat tangis Alexis pecah.
Kenapa takdir begitu kejam. Padahal kalian lahir di tangan ku kenapa aku yang bodoh ini tak mengenali kalian. Aku tak pantas di panggil papa bagi kedua anakku sayang. Untuk apa semua yang aku punya tak mampu mengubah takdir kita seperti manusia yang lain. Batin Alexis marah pada dirinya.
Melihat sang ayah menangis si kembar ikut menangis, “Hei sayang kenapa kalian menangis, papa hanya bahagia melihat kalian lagi sayang ku. Disini papa baru tau kita memiliki ikatan batin yang sangat kental,” kata Alexis mengangkat El ke dalam bak mandi, ia memulai acara mandi dan memendam rasa yang bergejolak di hatinya.
Tree menangkap hal aneh pada diri sang suami, tapi demi anak-anak ia menahannya untuk saat ini.
.....
.....
“Sayang bisakah aku minta segelas kopi?" Pinta Alexis.
Tree turun dari ranjang, “Baiklah, tunggu ya," wanita itu bergegas ke luar kamar layaknya istri patuh dengan permintaan sang suami.
Alexis turun melangkah ke luar balkon kamar, ia saat ini berada di dek kapal. Pria itu memandang bulan yang bersinar. Setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya.
“Ale, aku mencari mu. Ternyata kau disini,” Tree meletakkan dua gelas kopi panas di atas meja.
Wanita itu melangkah mendekati sang suami, “Kau kenapa?” tanya Tree yang peka atas raut wajah sang suami, tidak ada kesombongan yang biasanya tercetak di raut wajah tampan Alexis hanya ada sebuah rasa sedih terukir di wajah suaminya itu.
Brukkk, Alexis terduduk di lantai lalu memeluk tubuh sang istri, “Sayang katakan kau melahirkan di rumah sakit Karang Minjem?” tanya Alexis serak.
“Kau tau dari mana?” tanya Tree bingung.
__ADS_1
“Apakah kau dulu pendarahan di depan kamar mandi di pintu toilet sebuah resort yang baru buka?" Tanya Alexis sekali lagi.
Tree duduk di lantai, “Dari mana kau tau?” tanya Tree bingung.
“Ingatkah seorang pria menggunakan masker hitam yang menegur mu?” kata Alexis.
“Apa-apa!” wanita itu tak sanggup mengatakan apapun.
“Ia itu aku, aku tadi melihat kalung El, itu pemberian ku karena ia tak mau menangis, anak itu menangis ketika aku menyentuhnya ternyata ikatan batin kita sudah terjalin kala itu. Kenapa aku bodoh Tree kenapa aku tidak tau wujud anakku sendiri, aku seperti orang gila mencari wanita pemilik bekas luka tanpa berfikir akan ada anak yang kau bawa oleh wanita pertama ku,” tangis Alexis menyayat hati.
“Wanita pertama?” wanita itu memastikan. Ia belum budek pemirsa.
^^^To Be Continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
__ADS_1