
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
JIKA EPISODE INI KE UP SILAHKAN PADA PEMBACA BACA ULANG EPS SEBELUMNYA, PASTI NASKAHNYA SUDAH BERUBAH 😭, Maaf atas eror lagi all🙏🙏🙏
“Tree ...,” panggil Samarta.
“Hem,” jawab wanita itu.
“Aku sudah mulai bosa minum minuman keras,” ungkap Samarta Jujur.
Sudah dua Minggu mereka coplay ke klub malam. Dua gadis yang membawa bodyguard banyak itu duduk di pojokan.
“Kalog kamu tidak meraba-raba para pria sampek bulan depan bahkan tahun depan kita tak akan bertemu dengan bapak si kembar, Jubedah!” jujur apa adanya.
“Sebenarnya aku semalam bermimpi dan mengingat jika papa si kembar memiliki tato naga yang sangat indah di punggungnya!” kata Tree.
“Nah itu cakep, sekarang aku akan suruh penjaga mengecek setiap tamu cowok siapa tau ada tatonya,” kata Samarta meletakkan gelas winenya.
“Apakah itu tidak apa-apa?" tanya Tree merasa tidak enak.
“Hey beb ... club ini milik sepupuku. Jadi tenang saja apapun kita bisa lakukan!” kata Samarta menepuk pundak sahabatnya.
“Lah, berarti selama ini kita minum minum di tempat ini geratis dong!” pekik Tree.
“Ia lah, jika bukan milik sepupuku mana mungkin kau bisa datang lagi ketempat ini sedangkan setiap malam kau pasti memukul pria smapek masuk rumah sakit,” ungkap Samarta. Sahabatnya itu kalog mabuk jangan di dekati apalagi dalam suasana buruk bisa-bisa hanya tinggal namanya tuh si pengganggu.
“Yeeeeeee, kenapa kau tak bilang dari kemarin bahwa semua ini geratisan kalog tau gitu aku tak sungkan-sungkan,” Tree langsung meminumnya dari botol.
Tutit... Tutit... Tutit... Bunyi ponsel Samarta berdering.
“Sepertinya ada panggilan, aku keluar dulu. DJ sudah mulai memainkan musiknya,” kata Samarta sebelum meninggalkan Tree ke tempat sepi sebab panggilan ini dari rumah sakit, wanita itu yakin ada pasien penting menunggunya saat ini juga.
...
...
...
Jep.... Ajep... Ajeb... Bunyi piringan hitam milik DJ club meramaikan suasana. Untuk malam ini Tree di temani oleh Flexi di klub malam sebab Samarta benar-benar pergi ke rumah sakit.
Sebenarnya Tree sudah menolak di jaga karena bukan anak kecil akan tetapi dua sahabatnya itu takut si Tree main tembak-tembakan dengan mas-mas ganteng di club sehingga memberi adek baru untuk si kembar dari bapak yang berbeda.
“Hey, goyangan Jumat Kliwon. Tambah lagi mumpung geratis!” panggil Tree pada Flexi yang sudah mulai mabuk.
“Sayang ku. Kawin yuk!” ajak Flexi mencium botol wine seakan si botol kekasihnya.
__ADS_1
“Fle, baru 4 botol kau sudah mabuk," kata Tree pindah ketempat yang lebih jauh dari sahabatnya sebab meja mereka bundar.
“Sayang, bilang sama Abang mu ini. Mau mintak maskawin unta janda apa perawan?" tanya Flexi mengumpulkan botol botol kosong yang di anggapnya selirnya.
Sedangkan Tree menyaksikan pertunjukkan keolengan sahabatnya dengan terkekeh geli sambil meminum minumannya hingga tak lama kemudian ia pun ikut mabuk.
Gelebuk... Flexi pingsan hingga terjungkal tidur di lantai.
....
....
Seorang pria tampan memasuki clubnya, pria itu adalah Alexis. Siapa sangka datangnya ia ke klub malam menemukan penemuan baru.
Ya yang ia temui Alexis adalah Tree pembantunya.
Wajah pria itu datar, tangannya menggumpal melihat sang asisten rumah tangga nya sedang enak mabuk-mabukan.
Kau itu setan kecil, pengganggu hidupku hingga galau seperti ini malah enak enakan mabuk-mabukan disini! geram Alexis dalam hati.
“Kau sudah bosan kerja Tree!” sapa Alexis.
“Tuan, apakah anda tuan saya, yang paling nyebelin sejagat raya itu?” tanya Tree dengan suaranya yang serak-serak seksi.
Rupanya si kantong Semar ini sering mengumpat ku! di dalam hati. Semirik Alexis penuh dengan misteri.
Senyumnya pun mengerti kan seakan siap menjagal musuh.
“Hem!!”
“Kenapa?” tanya Alexis.
“Tidak tuan tidak apa-apa. Saya hanya tidak mau punya bos kejam, saya itu sudah tau kenapa si Ann kejang-kejang hingga mulutnya berbusa karena anda menyumpal mulut wanita itu dengan kaos kaki si Upin yang tidak pernah di cuci setahun," kata Tree.
Alexis melihat sekitar, ternyata tidak ada orang, “Darimana kau tau?” tanya Alexis.
Trea menarik lengan si bos kulkas, lalu mendudukkan tubuh si bos di sampingnya.
“Janji tuan tidak mendor saya setelah ini," Tree memberikan jari kelingkingnya dan seperti terhipnotis ia memberikan jari kelilingnya juga
“Tuan, sebenarnya saya ini ingin menanyakan sesuatu yang serius dengan anda!” bisik Tree.
Seeerrr... seketika aliran darah Alexis seakan menyatu dengan gairah yang tak pernah ia rasakan kecuali malam itu.
Apalagi tubuh Tree yang mabuk itu menempel pada tubuh pria kekar tersebut. Ini pertama kalinya sedekat ini dengan sang asisten rumah tangganya itu.
“Hemm!” Alexis mendorong sedikit wajah Trea.
“Tuan saya sebenarnya takut banget sama anda. Anda itu sangat mengerikan" ungkap Tree.
Aku masih ingat Tuan membunuh salah satu dari wanita kemarin karena mereka datang lagi ke rumah meminta pertanggung jawaban tuannya atas kehamilan yang ia derita akibat saling tembak dengan si tuan. lanjut Tree dalam batin.
__ADS_1
“Hus, Tree. Meski kau saat ini mabuk kau tidak boleh member tahu rahasia ini. Meski di depan mu ini adalah bayangan bos!” Tree bergumam tak jelas.
“Cepat katakan Tree. Jika aku penasaran tanpa kau bicara aku akan menembak kepalamu ini, saat ini juga babu nakal,” geram Alexis.
“Ampun tuan, saya hanya menjadi detektif dadakan, kenapa si Nurmala sampek memakai kuris roda. Si Via itu jalan mengangkang. Dan si Mimi itu kerasukan! Tapi saya belum menemukan misteri itu,” ungkap Tree.
Alexis seketika mengelus dadanya lega.
“Tuan apakah anda lemah syahwat?” tanyak Tree berbisik.
Jedugggg...
Pertanyaan Tree membaut jantung Alexis jatuh seketika.
Sebab ada dua hal yang mengejutkan pria itu.
Lemah syahwat
Tree bukan berbisik di telinga Alexis melainkan di depan bibir pria itu sehingga bau minuman keras menyeruak dari mulut wanita 23 tahun itu hingga menimbulkan efek samping yang sangat besar terhadap tuannya.
Alexis linglung dengan reaksi tubuh nya yang panas dingin apalagi tangan wanita itu lancang berada di bawah pusarnya, sebenarnya si Tree ingin berpegangan tapi ia salah mengambil tempat yang harus ia pegang.
“Tuan, jawab dong!" kata Tree tak sabar.
Wajah pria itu menggelap.
“Ayo kita buktikan Sayang! Seberapa impotennya aku!" Alexis menarik Tree pergi ke lantai dua.
^^^To Be Continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
Rekomendasi Novel :
__ADS_1
Sambil nunggu Eneng Tree up kepoin karya kawan nyai nih 😘❤️