
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
Brak... Brak ... Brak... Gedebukkk...
Kedua pria yang menunggu di depan saat ini saling memandang...
“Fren, si Alexis pakek gaya Aya ya? Kenapa Sampek Brak.. Gedebuk?" tanya Satar bingung.
“Mana ku tahu, aku aja tak pernah praktek. Malah aku mau tanya sama kamu yang sudah sarjana perjandaan!” kata Fren balik bertanya.
“Makanya jadi cowok jangan bodoh, sudah di kasik ikan kapan hari itu kau malah memberikan dia hukuman memijat betis mu itu, seharusnya kau meminta nunu nana. Kalog aku jadi kamu beh sudah ku sikat itu si Samarta, toh dia mabuk jadi kau bisa tau dong tau rasanya ajeb ajeb mantap!” omel Star si raja pawang terowongan.
“Sialan kau jadi kakak sepupu, dimana-mana sodara itu itu melindungi sepupunya nah ini sepupunya di suruh gerape-gerape. Kau itu kakak sepupu tidak ada akhlak tau!” kata Fren tak habis pikir dengan sahabatnya itu.
“Jika sama kau mah, aku slow bro karena jika terjadi apa-apa terhadap sepupu ku setelah di gerape-gerape sama kau, aku tinggal pulang aja kerumah rumah kita, kan kita satu rumah dan jangan lupa. Jika kau main main dengan sepupu ku maka siap siap lumpuh seumur hidup itu si Boy!” kata Star dengan nada tengilnya menunjuk ke arah si boy yang tengah bobok ganteng, entah mengapa bait demi ba'it yang Star ucapkan meski terdengar bercanda, begitu seram di telinga Fren.
“Tidak lah, aku masih takut di kutuk menjadi maling tak di undang sama mama!” kata Fren.
“Ye... iye.. anak Mama, hahahaha,"
Tawa Start langusung lenyap ketika mendengar suara si wanita tadi.
“Tolong ... Tolong... Tolong...”
“Ampun Tuan... Jangan lakukan lagi... sakit ... sakit..,”
“Apa si Alexis salah masukin si Jon ya?” gumam Star, dan di angguki oleh Fren.
Prok... Prok... Prok...
Bunyi seperti kelapa di pukul di tembok.
Kedua pria itu langsung berlari ke kamar mandi, ia takut sahabat nya tak bisa mencabut si Jon. Kedua pria itu takut kondisi Jon yang rapuh baru bangun dari pertapaan harus mengalami kegencet yang mengakibatkan ko'it.
Brak... Pintu di dobrak lalu kedua pria itu langsung berteriak bersamaan.
“Alexis!" kedua pria itu menganga melihat wanita yang di bawa oleh Fren tadi sudah terkapar, bahkan lantai kamar mandi saat ini kotor dengan warna mereka darah persis sama yang di jagal sapi.
__ADS_1
“Ada apa ini, Lex?" tanya Fren.
“Dia membuat si Jon pingsan!” kata Alexis.
“A-P-A," teriak kedua pria itu bersamaan.
“Nanti kau jelaskan perlahan, tarik nafas mu dulu! lalu jangan lupa ambil handuk mu agar si Jon tidak gondal gandul. Sakit mataku melihatnya,” intrusi Star.
Alexis langsung mengambil handuk lalu menutupi bagian bawahnya.
Fren memeriksa denyut nadi si PSK, ternyata sudah ko'id itu PSK. Alexis menarik tubuh wanita itu lalu menekan sebuah tombol seperti saklar di dinding kamar mandi.
Sreettt ... tiba-tiba dinding membelah dua seperti almari. Seperti pintu geser pemirsa. Di balik dinding itu ada sebuah lift. Fren menarik mayat itu ke dalam lift lalu di kirim ke lantai paling bawah yang butuh retina agar bisa memerintahkan lift itu menuju ruang rahasia mereka.
“Aman!” ketika Fren selesai memberikan perintah kepada anak buahnya yang ada di bawah sana.
“Kau harus menjelaskan kepada kita Lex!” kata Star mengikuti bosnya itu.
....
....
Saat ini pria itu duduk di sofa, dan Alexis menyenderkan kepalanya di punggung sofa empuk di pojok kamarnya.
Flashback ON.
Ketika ia merasakan nikmat pijat pijat manja. Wanita yang di bawa oleh Fren memasuki ke dalam kamar mandi.
“Bagus kau sudah datang!" kata Alexis.
“Manjakan dia!” Alexis membalikkan tubuhnya hingga si wanita bisa melihat penampakan si Jon tower jumbo milik sang pewaris tahta bangsawan XU itu.
Mata si wanita begitu berbinar, tak menunggu waktu lama si wanita langsung berlutut di bawah kaki Alexis sehingga, wajahnya sejajar dengan si Jon. Wanita itu begitu terpesona dengan sosok si Jon.
Alexis melepaskan pijatannya membiarkan si PSK memegang kendali si Jon.
Ceklek... Seperti mesin motor yang mogok tiba-tiba si Jon langusung pingsan ketika bersentuhan dengan kulit tangan wanita itu.
Wanita itu begitu syok begitu pula Alexis yang tak habis pikir, kenapa si Jon tiba-tiba pingsan sedangkan tadi siap membara hingga ke level bon cabe level 100.
“Kau apakan si Jon hah!” Alexis menarik rambut si wanita itu.
“Ampun Tuan... Saya tidak melakukan apapun!" kata si wanita, ia begitu ketakutan ketika melihat mata Alexis memerah, pria itu kalap sehingga membenturkan kepala si PSK hingga kepalanya retak dan tak bisa bertahan. Kejam bukan, nyai pun merinding disko.
__ADS_1
Flashback Off.
.....
.....
.....
.....
.....
7 hari kemudian...
Begitulah cerita yang terjadi kepada Alexis, sudah berpuluh wanita yang berusaha membangunkan si Jon akan tetapi spi Jon tak kunjung bangun.
“Sabar Lex, memangnya kapan hari itu si Jon bangun, apa yang kau lakukan?" tanya Fren.
“Aku hanya membayangkan tengah memesrai wanita yang aku tiduri pertama kali, tiba-tiba lalu si Jon bangun sempurna, kalian melihat sendiri Jon bangun!" kata Alexis.
Kedua pria itu mengangguk, jika mereka tak melihat sendiri, pasti saat ini mereka menganggap Alexis mengibuli mereka, karena sudah berapa puluh wanita menyentuhnya akan tetapi tak satupun berhasil malah si Jon tak mau di sentuh.
“Coba kau bayangin lagi cewek itu, kita ingin melihat reaksinya sekarang juga!" kata Star mulai frustasi menangani sang sahabat.
Alexis memejamkan matanya lalu membayangkan si wanita seperti kapan hari itu.
Wow... Kedua pria itu tak percaya si Jon bangun menyumbul di balik bokser ketat Alexis.
“Serius bro, kau hanya perlu wanita yang kau tiduri kapan hari itu, memangnya seperti apa wajahnya, biar aku cari di pembukuan negara kita saat ini!” kata Fren.
“Sayang, aku tak ingat wajahnya, sebab wajahnya begitu samar akibat pencahayaan kamarku yang remang-remang!” kata Alexis juga mulai frustasi.
“Sialan, kau, apa kau masih menguat sesuatu tentang tubuh gadis itu, seperti kakinya tumpul satu, atau tubuhnya Korengan," kata Star.
“Ada, tubuh wanita itu memiliki bekas luka besar di punggung nya, sekarang kau umumkan di berita internasional bahwa aku mencari wanita bertubuh kurus dengan bekas luka besar di punggungnya!” perintah Alexis.
“Baiklah!" kata kedua pria itu.
Bagiamana pemirsa, kira kira Alexis berjumpa kagak sama Neng Tree???
^^^To Be Continued.^^^
*INFO
__ADS_1
Kengencet adalah dimana organ reproduksi tak bisa di cabut ini bukan hanya karangan autor karena memang ada kasus seperti itu.