Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Melahirkan


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



“Bli Sat,kenapa nona lama sekali?”tanya Iluh.


“Ia. Kata Iluh benar, ini sudah 30 menit nona pergi tapi tak kunjung kembali,” kata Hepi mulai khawatir.


“Coba aku tengok dulu beliau di kamar mandi," kata Satrio.


“Biarkan aku saja yang menyusul Nona, siapa tau ia mengalami kesusahan di dalam kamar mandi. Kan kau itu pria tidak boleh masuk ke kamar mandi wanita." Kata Hepi langsung berjalan menyusul sang nona.


Tok... Tok... Tok... Pintu toilet di ketuk oleh happy.


Ceklek... Pintu di buka dari dalam oleh seorang cleaning servis wanita paruh baya.


“Ada apa Nona?" tanya si cleaning servis.


“Maaf saya ingin bertanya. Apakah di dalam sana ada wanita hamil, buk?" tanya Hepi.


“Tidak ada siapapun di dalam kamar mandi, nona,” tutur cleaning servis tersebut.


“Apakah, anda yakin?” tanya Hepi memastikan.


“Benar, silahkan cek saja bilik toiletnya,” kata wanita Cleaning servis itu menyingkir dari pintu.


Hepi memasuki satu persatu bilik toilet untuk mencari sang nona di dalam.


“Nona, apakah teman anda wanita hamil tua menggunakan baju bunga-bunga?” kata Cleaning servis.


“Benar buk, dia bos saya, dimana beliau?” tanya Hepi.


“Tadi nona itu mengalami kontraksi, sudah di larikan ke rumah sakit,” kata wanita itu.


Hepi menelpon Mommy Qiana,“Halo Nyonya, nona Munda menghilang...,” Hepi menceritakan kronologis kejadian menghilang nya Tree, karena dengan menghubungi Mommy Qiana agar keberadaan gadis itu cepat terdeteksi.


“Kenapa tidak di angkat?” kata Hepi frustasi.


“Coba anda susul ke rumah sakit terdekat nona, pasti beliau di larikan ke rumah sakit terdekat,” si cleaning servis menerka-nerka, padahal Tree di bawa ke rumah sakit kota yang cukup jauh dari resort tersebut.


~Sedangkan kejadian 30 menit yang lalu....

__ADS_1


“Tolong saya tuan, sepertinya saya mau melahirkan,” pinta Tree ketika mendengar suara seorang pria di dekat.


Alexis merjongkok memeriksa ke adaan wanita itu, “Fren suruh Star ke kamar mandi, ini gawat,” kata Alexis ketika melihat darah banyak di lantai tempat wanita itu terduduk.


Untuk pertama kali dalam hidup seorang Alexis sang ketua Mafia ketakutan melihat darah.


Sama hal dengan si Alexis, Tree pun panik ketika melihat darah di lantai berceceran, Sayang ku, Mama mohon bertahan lah, dalam hati Tree.


Karena tak tega Alexis mengangkat tubuh Tree, “Aw, anda mau apa?” pekik Tree.


“Diamlah nyonya, anda butuh pertolongan, saya tak mungkin menculik wanita hamil, milik pria lain,” kata Alexis memandang wajah wanita yang tengah merintih.


Deg ... Dada keduanya berdetak kencang ketika sepasang mata mereka saling memandang.


Perasaan apa ini? Batin Alexis yang merasakan debaran hebat, serta jantung berdetak lebih kencang seakan rasa dulu yang pernah ada datang kembali. Akan tetapi rasa apa itu, Alexis tak tau.


Mata itu seperti aku mengenalinya, tapi entah dimana aku tidak tau, kedua buah hatiku mulai tenang. batin Tree ia merasakan tenang ketika bersandar di lengan kokoh pria asing.


Karena rasa kontraksi menurun wanita itu bersandar di dada kokoh Alexis untuk menghemat tenaga.


“Saya harus membawa anda kemana Nona?” tanya Alexis ketika ia mengangkat tubuh wanita hamil itu.


Karena masa pandemi si Colorna semua orang wajib menggunakan masker begitupun kedua orang yang memiliki takdir terikat juga tengah menggunakan masker.


Alexis berlari keluar dari ruangan kamar mandi itu begitu tergesa-gesa.


“Oh ia ya,” kata Alexis.


“Bro,” panggil Star , pria itu kaget melihat sahabatnya menggendong wanita hamil.


“Cepat siapin mobil, bayinya mau keluar!” heboh Alexis.


Kedua pria tampan itu berlari masuk ke dalam mobil lalu tancap gas.


“Astaga macet!" Kata Star memukul kemudi.


“Kau turunkan nona itu Lex, kan ada kursi kosong,”


“Bagiamana mau mindahin, tiba-tiba pinggang kau sakit banget sampek susah bergerak. Rasanya mau remuk," keluh Alexis.


15 menit kemudian.


“Bisa kau naikkan mobilnya ke trotoar? Celana ku basah," kata Alexis sambil memangku yang mulai gelisah.


“Nona, Nona, kau masih sadar?" panggil Alexis.

__ADS_1


“Tuan perut ku sakit sekali," rintih Tree.


“Alexis kau naikkan kaki si ibu letakkan di atas kursi sebelah mu bisa menahan kontraksi, agar kakinya tidak ada di bawah, karena sudah kepalang tanggung kau memangkunya, pangku dia hingga sampai rumah sakit, sepertinya macetnya agak lama.”


Rara sakit di pinggang Alexis semakin kuat, melebihi sakit pinggang kuli panggul.


“Nona dimana suamimu?" Tanya Alexis.


“Aku tidak punya suami Tuan, Entah ia dimana sekarang, aku kutuk itu pria biar ngerasain apa yang aku rasakan sekarang," Tree mengomel karena sakit semakin lama semakin sering. Bahkan keringatnya saat ini bercucuran.


“Apa dia mati?" Kata Alexis, wanita itu menggelengkan kepalanya.


Pasti suami mu suami berengsek, meninggalkan istrinya, kasian anaknya. Batin Alexis, pria itu membuka masker si wanita.


Wajahnya tidak asing tapi di mana? Batin Alexis ketika melihat Tree.


Ah, di dunia ini wajah mirip itu wajar terjadi. Lanjut Alexis membatin.


“Jika nona itu diam, kau biarkan saja dulu, pijat-pijat pinggang serta tulang punggungnya Alexis, inget pijat dari luar jangan gerape-gerape itu istri orang,” Star memperingati, pria itu langsung mencap gas mobil ketika jalan mulai kosong.


“Aduhhh, sakit!” Tree peletakan kepalanya di ketiak Alexis.


Bayi di perut Tree memutar terasa di perut Alexis, “Hey, bayi, bisa diam tidak, jangan keluar sekarang aku tak punya wadah untuk menampung mu!" Perintah Alexis sambil mengacam.


“Awww.... Sitttt... kenapa sakit sekali,” pinggangnya terasa mau patah.


“Masih lama tuan? Ini sakit sekali!” kata Tree ketika merasakan gelombang dahsyat di perutnya.


“Sudah sampai,"


Pria itu membaca nama rumah sakitnya, RUMAH SAKIT KARANG KREDIT.


Ahhhh .... Teriak Three ketika ia merasakan sesuatu keluar di bawah sana. Wanita itu membuka kakinya lebar-lebar.


“Heh nona! Kau kenapa?” Alexis melihat ke samping ia duduk ternyata kepala bayi keluar dari selang-kangan si ibu, dengan sigap tangan Alexis menangkap kepala si bayi agar tidak jatuh.


Ceklek... Pintu mobil di buka, “Astaga, dok bayinya keluar, mau tidak mau bunda melahirkan di mobil,” kata Dokter.


Nah hayooo.....


^^^To Be Continued ^^^


Sedikit informasi:


Bli adalah panggilan kakak untuk kakak orang Bali.

__ADS_1


Gek adalah panggilan untuk gadis lajang di Bali.


Mbok adalah panggilan mbak untuk wanita paling tua, ini Kusus orang biasa ya sebab di Bali itu memiliki bermacam-macam bahasa dan panggilan 🙏.


__ADS_2