Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Hari Pertama Kerja


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



“Apakah kau Trea Desmond, calon pengasuh putraku?" tanya wanita cantik itu.


“Ia, Nyonya,” jawab Tree gugup sekaligus terpana dengan paras wanita paruh baya di depannya.


Mata bening Tree memandang wanita itu tak berkedip...


Seutas senyum tersungging dari bibir wanita cantik tersebut, “Perkenalkan nama saya Yumna dan nama putraku yang akan kau jaga adalah Alexis, kita akan bicara di dalam. Mari masuk, jarak antara gerbang dan rumah ini begitu jauh,” ajak wanita itu.


“Nama saya Trea anda bisa memanggil saya Tree," menyambut uluran tangan wanita itu lalu memperkenalkan diri.


“Nama yang indah Tree, Tree artinya pohon apakah kau pohon keberuntungan? Wajahmu seperti bidadari, sayang,” puji Mama Yumna.


Awalnya aku iseng mencari pengasuh untuk bocah tua itu. Ketika aku melihat namamu mendaftar kerja, buru-buru ku terima saja. Hitung-hitung menyesuaikan diri hidup dengan calon suami. Batin Mama Yumna girang.


Pagi sekali ibu satu anak itu mengabari Mommy Qiana atas idenya untuk mempertemukan Tree dengan Alexis, maka dari itulah Tree dengan mudah di izinkan pindah ke kota tersebut.


Tree dengan patuh masuk ke dalam mobil.


.....


....


Wow.... Tree mengira bangunan di dalam itu akan seperti istana seperti di novel-novel ternyata hanya Vila berlantai tiga. Yang membuat Tree takjub bukanlah rumah itu, akan tetapi pemandangan bak surga dunia tersaji di depan mata, dimana sebuah air terjun di samping kiri Vila tersebut dan sebuah taman yang asri di sekeliling rumah. Ditambah sungai yang terbentang luas sungguh memukau mata.


Tree mengikuti Mama Yumna yang berjalan memasuki Vila yang sangat sepi dari kebisingan tersebut.

__ADS_1


“Duduklah Tree," pinta Mama Yumna lembut.


Sepertinya anak yang akan ku jaga pendiam deh, sebab ibunya aja lemah lembut seperti ini. Batin Tree kagum dengan sosok wanita di depannya.


Baru mendudukkan bokongnya di kursi, dua gelas jus jeruk sudah tersaji atas meja...


“Minumlah dulu,” kedua wanita itu meminum jus jeruk dengan anggun.


“Kau sudah siap menjaga putraku?" tanya Mama Yumna sambil meletakkan gelas di atas meja, ia tak bosan memandang wajah ayu nan lugu milik gadis di depannya.


“Begini Nyonya, saya ini tidak bisa masak jika mengurus dan menjaga anak saya bisa karena saya memiliki dua buah hati di rumah,” kata Tree to the poin.


“Wow, kau pasti ibu yang hebat gadis muda. Kapan-kapan ajaklah anak-anak mu ke tempat ini,” kata Mama Yumna pura-pura tidak tau tentang gadis di depannya. Meski ia tidak pernah melihat si kembar, akan tetapi masalah serta keberadaan si kembar ia mengetahuinya meski ia belum melihat langsung dua bocah tersebut.


Sayang, nasibmu sungguh malang, jika kami bisa melindungi mu, maka saat ini aku telah menikahkan mu dengan anak ku si buaya buntung itu. Tenang saja, jika nanti bapaknya si kembar ketangkap aku akan mengambil benihnya lalu ku suntik racun biar kau jadi menantuku saja. Kenapa aku membayangkan anakku sendiri menghamili wanita ya? Jika bener si Alexis ini menghamili wanita, siap siap Mama cincang dan racun tuh buaya darat, biar virus buaya di keluarga kita punah saja. Batin Mama Yumna memandang Tree.


Kalian para Reader ingat bukan jika antara Mommy Qiana dan Ayah Abraham menyukai Tree.


Yang di pandang sedikit merasa risih dan tak nyaman, “Terimakasih Nyonya atas izinnya,” Tree begitu bahagia karena mendapatkan bos yang baik banget.


“Maksud anda,” Tree ingin meyakinkan bahwa telinganya tadi salah dengar.


“Jika tak bertugas kau boleh pulang atau istirahat di kamar pembantu,” kata ibu Alexis itu melanjutkan perkataannya.


Lah kenapa aku harus memastikan si tuan muda tidur sendiri. Apa tuan muda ini didik keras agar mandiri? Benar-benar kehidupan orang kaya. Batin Tree bingung.


Wanita itu memberikan Map dan Tree membaca ba'it demi ba'it yang ada di kertas tersebut. Tidak ada yang mencurigakan di dalam kertas itu. Sehingga tak lama kemudian wanita cantik itu menandatangani surat pra-kerja tersebut dengan cepat.


“Baik Nyonya, saya akan bekerja dengan baik, mulai kapan saya bisa kerja?" tanya Tree menyerahkan kembali surat kontrak ke tangan Mama Yumna.


“Mulai sekarang. Karena ini hari Minggu Alexis ada di rumah, anak itu tengah malas-malasan bangun. Bangunkan anak itu di kamarnya, ingat laporkan segala kegiatan putraku selama bertugas,” kata Mama Yumna mengambil sebuah kartu akses kamar putranya.


“Baiklah, Nyonya,” jawab Tree.

__ADS_1


“Masuklah, dia ada di lantai tiga, ini pas untuk pintu kamarnya,” Mama Yumna mengantar Tree ke depan lift lalu memberikan kartu tadi kepada Tree.


Wanita itu mengambil kartu tersebut lalu menaiki lift menuju ke lantai 3 tanpa ada yang mengantar.


“Masukkan past anda!” pinta layar kecil di dalam lift ketika Tree memencet lantai 3. Wanita itu sedikit bingung karena tidak ada yang membimbing akan tetapi seorang Tree pantang menyerah.


”Apakah pas ini seperti sensor harga di supermarket ya? Coba deh.” gumam Tree bingung.


Ting... Tung... Pintu lift di buka, wanita itu keluar dari dalam lift.


“Lah kok langsung masuk ke kamar ya?” gumam Tree semakin bingung.


Akan tetapi wanita itu tetap melangkah mendekati ranjang yang terlihat ada seseorang tidur di atasnya sebab terlihat jelas ada gundukan besar di dalam selimut.


Apa anaknya tidak hanya satu ya? Atau malah si anak obesitas? Tanya Tree dalam hati, wanita itu sedikit bingung dengan besar gundukan besar di atas ranjang.


Karena minimnya cahaya, Tree tidak bisa melihat interior kamar tersebut.


Sreeettt....


Wanita itu membuka Korden jendela seketika matahari menebus kamar. Ia melangkah mendekati gundukan besar tersebut.


“Tuan, tuan muda," Tree mengguncang pelan selimut si majikan.


“Tuan, tuan muda, ayo bangun Tuan ini sudah siang, mandi yuk, bibik akan memandikan mu," guncangan Tree makin kencang.


Sitttt... Maki seorang pria yang langsung menyumbul dari dalam selimut.


“Astagaaa... bayi Kingkong!” Teriak Tree hingga jatuh terduduk karena syok.


^^^To Be Continued ^^^


Terimakasih atas dukungannya selama ini, jangan lupa olahraga jarinya ya Besty, lope Yuyu 😘😘😘

__ADS_1


Sambil nunggu Eneng Tree up, yuk mampir di karya kawan nyai yang satu ini.



__ADS_2